Kisah Sukses Penerapan Uji Emisi di Negara Lain

Oleh:Aditya Gagat Hanggara

Editor:

26 Jan 2021

Seiring pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan energi juga ikut bertambah. Termasuk energi untuk keperluan mobilitas masyarakat, yang bagi sebagian kota di dunia masih didominasi oleh kendaraan bermotor. Tanpa kebijakan yang tegas serta pengawasan yang menyeluruh, transportasi dengan kendaraan bermotor pasti berdampak pada pencemaran udara. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sembilan dari sepuluh orang di dunia tinggal di lingkungan dengan udara yang tercemar. Sekitar tujuh juta orang meninggal di dunia setiap tahun akibat masalah polusi udara. Itulah mengapa banyak negara atau kota menerapkan regulasi terkait pengendalian emisi, termasuk uji emisi kendaraan bermotor. 

Pada awal 2021, Jakarta merupakan salah satu kota yang melaksanakan uji emisi untuk kendaraan bermotor. Sesuai Peraturan Gubernur No. 66 Tahun 2020, pemeriksaan gas buang wajib diikuti semua pemilik kendaraan pribadi yang berusia lebih dari tiga tahun. Kamu mungkin bertanya, apa manfaat yang akan dihasilkan dengan kebijakan ini. Untuk itu, mari kita menengok kisah sukses pelaksanaan uji emisi yang dilakukan di negara atau kota lain.

[Begini Prosedur Uji Emisi Kendaraan di Jakarta]

California, Amerika Serikat

Di negara bagian California, kota-kota metropolitan seperti Los Angeles dan San Francisco merupakan wilayah yang sangat serius mengatasi permasalahan pencemaran udara. Isu ini pertama kali muncul pada 1950-an, ketika penduduk Los Angeles berdemonstrasi karena masalah kabut asap yang menyelimuti kota mereka. Akhirnya, pada 1967, pemerintah setempat membentuk California Air Resource Board/CARB (Dewan Sumber Daya Udara California) yang mengemban tugas untuk menjaga kebersihan udara, sekaligus melindungi warga dari paparan gas beracun.

Uji emisi jakarta, uji emisi gratis, uji emisi negara lain 

Foto: https://timeline.com/la-smog-pollution-4ca4bc0cc95d

Keseriusan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2005, sebagai bagian dari program kendaraan rendah emisi, California mengajukan permohonan kepada pemerintah federal untuk menerapkan standar uji emisi yang lebih ketat daripada standar nasional. Rangkaian kebijakan itu pun membuahkan hasil. CARB menyatakan, tingkat polutan berbahaya di California menurun sekitar 60 persen sejak 1990. Capaian ini diraih, meski populasi warga dan kendaraan bermotor bertambah sepanjang periode tersebut. 

Washington, D.C., Amerika Serikat

Kesuksesan California dalam mengatasi masalah pencemaran udara membuat standar emisinya diikuti oleh 12 negara bagian lain dan ibu kota Amerika Serikat, Washington, D.C. Berdasarkan peraturan setempat, D.C. atau District of Columbia mengharuskan setiap kendaraan bermotor untuk mendapat sertifikat lolos inspeksi, salah satunya melibatkan proses uji emisi. 

Terdapat tiga metode pemeriksaan sesuai dengan umur kendaraan. Pertama adalah tes idle dengan mengukur tingkat Karbon monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan Karbon dioksida (CO2) dalam dua kondisi rpm (rotasi per menit) yang berbeda. Berikutnya adalah IM 240, di mana mobil diletakkan dalam sebuah dynamometer (biasa disingkat dyno) untuk pemeriksaan yang berlangsung selama 240 detik. Sementara yang terakhir adalah tes dengan menggunakan On-Board Diagnostics untuk memonitor kendaraan melalui DLC atau Data Link Connector.

Uji emisi jakarta, uji emisi gratis, uji emisi negara lain 

Melalui kebijakan ini, D.C. berhasil menekan jumlah polutan, khususnya PM (Particulate Matter) 2,5. PM 2,5 adalah partikulat atau partikel halus di udara dengan ukuran 2,5 mikron atau kurang. Bila terhirup oleh manusia, partikel yang 30 kali lebih kecil dari lebar sehelai rambut manusia ini dapat menyebabkan masalah pada mata dan saluran pernapasan. 

Data di atas menampilkan hasil pengukuran tahunan yang dilakukan di tiga distrik di D.C.: River Terrace, Hains Point, dan McMillan. Dapat kita lihat bahwa pada 2002, tingkat PM 2,5 di ketiga distrik tersebut masih melebih ambang batas nasional. Namun, berkat upaya pengendalian emisi yang berkelanjutan, tingkat polutan dapat ditekan secara signifikan.

Selandia Baru

Pada 2007, Kementerian Transportasi Selandia Baru  menerbitkan “Land Transport Rule: Vehicle Exhaust Emissions” yang mengatur tentang pengendalian emisi gas buang dari kendaraan/transportasi darat. Dokumen ini merupakan bagian dari kebijakan legislatif Pemerintah Selandia Baru untuk meningkatkan kualitas udara, dengan mengurangi emisi berbahaya yang berasal dari proses pembakaran dalam mesin di kendaraan bermotor.  Di dalamnya juga tercantum ambang batas atau standar untuk pelaksanaan uji emisi.

 

Kendaraan (Bahan bakar bensin atau LPG)Karbon monoksida (CO)Hidrokarbon (HC)
Kendaraan bermotor bermesin empat langkah atau rotary1%300 ppm
Kendaraan bermotor bermesin dua langkah4,5%7.800 ppm

*ppm = parts per million atau bagian per sejuta

Setelah menetapkan standar emisi di atas, Selandia Baru mengumumkan progres perkembangan kualitas udara dalam dokumen berkala “Our Air” (Udara Kita), dengan edisi terakhir diterbitkan pada 2018. Berdasarkan informasi Kementerian Lingkungan Selandia Baru itu, emisi gas buang dari kendaraan bermotor merupakan penyumbang non-biomassa terbesar untuk jenis polutan PM. Kemudian, melalui pengukuran emisi kendaraan yang dilakukan antara kota Auckland dan Takapuna didapatkan bahwa tingkat polutan PM 2,5 menurun selama periode 2008-2016. Ini membuktikan, standar emisi yang telah ditetapkan bekerja dengan baik.

Hong Kong

Hong Kong merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia (7.140 orang per km2). Dengan jumlah kendaraan pribadi yang banyak, masalah kemacetan menjadi bagian dari keseharian hidup warga. Oleh karena itu, pemerintah setempat menaruh perhatian tinggi pada pengendalian emisi gas buang untuk menjaga kualitas udara.  Salah satu program yang diimplementasikan adalah pemasangan sensor di sisi jalan untuk mendeteksi kendaraan dengan jumlah emisi yang berlebih. 

Seperti laporan yang diterbitkan di Selandia Baru pada contoh sebelumnya, studi yang dilakukan Pemerintah Hong Kong juga mengungkapkan transportasi darat sebagai penyumbang emisi terbesar. Namun, berkat pengendalian serta pengawasan yang ketat, Hong Kong berhasil menurunkan jumlah emisi sepanjang 2010-2018. Kita bisa melihat lewat grafik di bawah ini, jumlah polutan yang berkurang, meski jarak tempuh kendaraan meningkat setiap tahun.

Uji emisi jakarta, uji emisi gratis, uji emisi negara lain

Eropa

Sejak 1992, Uni Eropa sudah memberlakukan standar emisi ketat yang biasa dikenal sebagai standar ‘Euro’. Dimulai sejak 1 September 2015, semua mobil terbaru harus sudah memenuhi versi terbaru dari standar ini, yakni Euro 6. Mobil berstandar Euro 6 menghasilkan emisi yang jauh lebih sedikit dibandingkan mobil dengan standar Euro 1. 

Sebagai gambaran, standar Euro 6 menetapkan 0,06 g/km sebagai ambang batas emisi Nitrogen Oksida (NOx) dari kendaraan berbahan bakar bensin. Sementara untuk standar Euro 1, ambang batas NOx berada di angka 0,97 g/km.

Efektif sejak September 2017, metode baru uji emisi bernama Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) juga dikenalkan kepada seluruh negara anggota Uni Eropa. Pemeriksaan ini ditujukan untuk model mobil terbaru yang tidak dilakukan secara statis, melainkan dalam kondisi bergerak dengan jarak 23,1 kilometer. 

Disusun sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif dan kondisi lalu lintas modern, prosedur WLTP ini memberikan hasil uji emisi yang lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya, New European Driving Cycle (NEDC), yang dikenalkan sekitar 20 tahun silam.

Seperti terlihat pada grafik di bawah, upaya pengendalian emisi ini membuat tren jumlah polutan dari sektor transportasi di Eropa menurun secara konsisten sejak 1990-an, khususnya untuk unsur CO, NOx, dan PM 2,5.

Uji emisi jakarta, uji emisi gratis, uji emisi negara lain

Setelah membaca kisah sukses dari negara dan kota lain, tak bisa dipungkiri bahwa pengendalian emisi memang merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga lingkungan dan membuat udara di sekitar kita lebih bersih. Maka dari itu, yuk, kita dukung program uji emisi yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Jika kendaraan milikmu, baik motor maupun mobil, sudah berusia lebih dari tiga tahun, maka sudah saatnya bagi kamu mendatangi tempat uji emisi terdekat, agar menjadi bagian dari gerakan Smart Environment untuk Jakarta yang lebih sehat!

[Kenapa Kita Harus Uji Emisi Kendaraan?]

Artikel Smart Environment Lainnya

Bertransformasi menjadi kota global, Jakarta perlu terus menjaga lingkungannya. Inilah hal-hal yang dilakukan supaya emisi karbon berkurang.

Musim hujan di Jakarta bikin lingkungan rentan terhadap banjir. Inilah yang dilakukan Pemprov DKI supaya warganya tetap aman.

Curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir. Memasuki musim hujan, ini cara mencegah banjir yang perlu kamu tahu.

Tata kelola suatu smart city berjalan berkat salah satu pilarnya, Smart Environment. Dari sini, lahir pula inovasi-inovasi yang membantu warga.

Ada alasan ilmiah di balik cuaca panas saat ini. Simak penyebab dan cara menghadapinya, yuk!

Bakar sampah bisa menjadi tindakan ilegal dan kamu bisa melaporkannya. Namun, bagaimana caranya ya? Bahas di sini, yuk!