Cara Pemprov DKI Lakukan Mitigasi Banjir di Jakarta

Oleh:Syora Alya Eka Putri

Editor:Aditya Gagat Hanggara

26 Sep 2021

Cuaca hujan ekstrem kerap membuat warga Ibu Kota mengkhawatirkan banjir datang secara tiba-tiba. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan limamitigasi banjir. 

Pembangunan Tanggul untuk Mencegah Banjir Rob

Untuk mencegah banjir rob akibat pasang air laut di wilayah utara Jakarta, Pemprov menyiapkan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development). NCICD merupakan tanggul raksasa yang dapat menyimpan air dari 13 sungai di bagian utara Jakarta. Adapun lokasi prioritas pembangunan NCICD ini di Kamal Muara, Kali Blencong, Kali Adem - Muara Angke, Pantai Muara, Sunda Kelapa, dan Tanjung Priok. Saat ini, sudah terbangun sepanjang 12,6 km tanggul pantai yang akan terus dilanjutkan pembangunannya. 


 

Sumber: Berita Jakarta 


 

Pembangunan Drainase Vertikal 

Selain membangun tanggul, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sumur resapan (drainase vertikal). Drainase vertikal merupakan sistem resapan buatan yang dapat menampung dan meresapkan air ke dalam tanah. Sampai 31 Desember 2020, telah tersedia 2.974 titik drainase vertikal di 777 lokasi, seperti RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), gedung Pemda, sekolah, taman kota, dan masjid. Kegiatan membangun sumur resapan ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, karena dapat mencegah banjir pada musim hujan serta menampung cadangan air pada musim kemarau. 

 Sumber: Berita Jakarta


 

Membangun dan Melakukan Rehabilitasi Pompa Polder 

Saat memasuki musim hujan, pompa polder berperan penting untuk mengoptimalkan pengendalian banjir. Pada 2020, Provinsi DKI Jakarta memiliki pompa yang terdapat di 178 lokasi, dengan 487 unit pompa stasioner. Kapasitas pompa tersebut dalam menyedot air bervariasi, dari 4.000 hingga 5.000 liter per detik. Adapun rencana pembangunan/rehabilitasi sistem polder pada 2021-2022 pada sejumlah lokasi di antaranya:


 

Jakarta Utara

  • Pompa Kali Betik dan Pompa Artha Gading di Kelapa Gading.
  • Pompa Muara Angke dan Pompa Teluk Gong di Penjaringan.
  • Pompa Mangga Dua di Pademangan.


 

Jakarta Timur

  • Pompa Pulomas di Pulo Gadung.
  • Pompa Marunda di Cakung-Cilincing.
  • Pompa Timpala di Kampung Makassar.
  • Pompa Adhyaksa di Cipayung.

Jakarta Barat

  • Pompa Green Garden di Kembangan-Kedoya.


 

Gerebek Lumpur

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Pemprov DKI Jakarta menangani banjir juga dengan gerebek lumpur. Program ini bertujuan untuk menambah daya tampung sungai dan waduk saat musim hujan. Lokasi gerebek lumpur ini terutama dilakukan di 13 sungai yang mengaliri Jakarta, salah satunya di Kali Ciliwung. Selain sungai, gerebek lumpur pun dilakukan pada danau dan waduk di Jakarta. 


 

Sumber: Berita Jakarta


 

Buku Panduan yang Siap Membantu

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan buku panduan agar masyarakat dan pengurus wilayah dapat mengantisipasi serta siap siaga menghadapi banjir. Buku panduan ini berisi informasi mulai dari menyiapkan tas siaga bencana, tips-tips jika sudah ada potensi banjir, pada saat terjadi banjir, jika berada di lokasi pengungsian, dan apa yang perlu kamu lakukan setelah banjir. Buku panduan tersebut dapat diunduh secara gratis melalui tautan berikut.



 

Demikian beberapa cara mitigasi banjir yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, kamu bisa pula mendapatkan akses informasi terbaru seputar banjir di Jakarta melalui fitur JakPantau, atau membaca berita terkini soal cuaca ekstrem sebagai peringatan dini di fitur JakWarta. Kamu bisa mengakses fitur JakPantau dan JakWarta melalui superapp JAKI, yang bisa kamu unduh di Google Play Storeatau App Store


 

Artikel Smart Environment Lainnya

Bertransformasi menjadi kota global, Jakarta perlu terus menjaga lingkungannya. Inilah hal-hal yang dilakukan supaya emisi karbon berkurang.

Musim hujan di Jakarta bikin lingkungan rentan terhadap banjir. Inilah yang dilakukan Pemprov DKI supaya warganya tetap aman.

Curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir. Memasuki musim hujan, ini cara mencegah banjir yang perlu kamu tahu.

Tata kelola suatu smart city berjalan berkat salah satu pilarnya, Smart Environment. Dari sini, lahir pula inovasi-inovasi yang membantu warga.

Ada alasan ilmiah di balik cuaca panas saat ini. Simak penyebab dan cara menghadapinya, yuk!

Bakar sampah bisa menjadi tindakan ilegal dan kamu bisa melaporkannya. Namun, bagaimana caranya ya? Bahas di sini, yuk!