05 Jan 2024

Upaya Jakarta Menuju Kota Global

Oleh:Amira Sofa

Editor:Ramdan Malik Batubara, Aditya Gagat Hanggara

05 Jan 2024

Pada 2024 mendatang, Jakarta tak lagi menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI). Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022tentang Ibu Kota Negara, ibu kota Indonesia akan berpindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, Jakarta yang telah sekian lama menjadi ibu kota dan menerapkan ekosistem kota cerdas, akan berpindah status menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dan berperan sebagai kota global. 

Setelah menyandang peran baru tersebut, Jakarta akan tetap sebagaii kota cerdas yang melibatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan sinergi antarpemangku kepentingan. Hanya saja, sekarang seluruh upaya implementasi kota cerdas itu selaras dengan visi dan misi Jakarta untuk menjadi kota global. 

Lalu, apa yang dimaksud dengan kota global? Apa saja upaya yang telah dilakukan Jakarta, khususnya Jakarta Smart City, untuk menjadi kota cerdas berskala global? Yuk, cari tahu lebih lanjut. 

Mengapa Jakarta Menjadi Kota Global?

Menurut laporan Membangun Jakarta sebagai Kota Cerdas Berskala Global yang dipublikasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, kota global merupakan kota yang memiliki peran penting dalam pengintegrasian ekonomi transnasional (menjadi primary node dalam jaringan ekonomi dunia) yang mampu menarik modal, barang, sumber daya manusia, gagasan, serta informasi secara global.

Kelayakan Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global ini bukan tanpa alasan. Per 2022, Jakarta memiliki 10,7 juta jiwa atau setara dengan 3,9% populasi nasional. 71,27% di antaranya merupakan penduduk usia produktif yang berjumlah 7.613.510 jiwa. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta pun mencapai Rp 3.200 triliun, atau 16,6% share nasional dengan detail kontribusi PDRB tertinggi sebagai berikut:

  • Jasa Keuangan dan Asuransi 10,78%
  • Konstruksi 10,81%
  • Industri Pengolahan 11,72%
  • Informasi dan Komunikasi 13,42%
  • Perdagangan Besar dan Eceran 15,75%

Jika melihat peta di bawah, sebagian besar wilayah kota Jakarta juga telah menerapkan mixed-use development. Artinya, kawasan yang dibangun dengan mengintegrasikan tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fungsi perkotaan lainnya. Pengintegrasian beragam sektor di suatu wilayah ini menyebabkan peningkatan aglomerasi masyarakat Jakarta. Didukung pula dengan gambaran pergerakan masyarakat yang tampak intens pada malam hari dalam Peta Night Time Light

Gambaran Aglomerasi dan Peta Night Time Light Jakarta Menuju Kota Global

Gambaran potensi Jakarta untuk menjadi kota global

 

Selain itu, sepanjang 2022, realisasi penanaman modal asing mencapai US$ 3,7 juta atau sekitar Rp 53,8 triliun.Seluruh faktor ini membuat Jakarta siap menggaungkan dirinya sebagai kota global. 

Saat ini, Jakarta telah menduduki peringkat ke-45 dari 48 kota dalam Global Power City Index (GPCI), peringkat ke-152 dari 183 kota dalam Cities in Motion Index, peringkat ke-139 dari 173 kota dalam Economic Intelligence Unit (EIU) Livability Index, serta peringkat ke-69 dari 156 kota dalam Global City Index (GCI). Semangat untuk meningkatkan taraf kota global ini yang akan diupayakan pada 2024. 

Langkah-langkah Jakarta Mewujudkan Kota Global

Jakarta memiliki sejumlah potensi menjadi kota global. Namun, apa saja upaya yang sudah pemerintah lakukan untuk mencapainya? Sebelum mengetahui upaya yang telah dilakukan Jakarta untuk menjadi kota global, Smartcitizen perlu tahu apa saja hal-hal yang perlu dimiliki sebuah kota global.

Merujuk kepada Bappeda Provinsi DKI Jakarta, terdapat enam indikator kota global, yaitu sektor ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global, kapasitas riset dan inovasi yang baik dan terus-menerus, nyaman untuk dihuni, cultural value yang menarik untuk dikunjungi, lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan, serta terkoneksi secara intra dan inter-kota. 

Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan berbagai upaya untuk memenuhi setiap karakteristik kota global tersebut. Berikut ini uraiannya. 
 

  1. Sektor ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global

Dalam menciptakan sektor ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global, suatu kota perlu untuk memiliki top 500 perusahaan dunia. Untuk mencapai hal tersebut, Jakarta mengembangkan ekosistem startup digital. Salah satu caranya lewat sinergi dengan startup dalam membangun pelayanan publik digital. Lewat hackathon Hack4ID misalnya, para startup dengan inovasi berbasis TIK melakukan brainstorming dan dibimbing oleh para pakar, agar dapat menciptakan inovasi yang tepat guna untuk membantu warga Jakarta menyelesaikan permasalahan industri. Dalam program ini, para pendiri startup juga dapat berjejaring dengan sesama pendiri, investor, dan pihak pemerintahan. Selanjutnya, startup-startup tersebut akan masuk inkubator yang membantu untuk pengembangannya. 

Selain berupaya memiliki top 500 perusahaan dunia dengan mengembangkan ekosistem startup, Jakarta pun berupaya memenuhi indikator kota global ini dengan memiliki tenaga kerja yang terampil. Jakarta Smart City turut berperan dalam hal ini dengan mengadakan JSC Hands On Workshop, Data Science Trainee, dan JSC Goes to School. Kegiatan tersebut membekali talenta muda dengan kemampuan digital dan mempersiapkan mereka untuk terjun ke industri. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta memiliki program JakNaker, untuk membekali anak-anak muda dengan pelatihan kerja serta portal untuk mencari pekerjaan. Situs JakNaker sudah diintegrasikan pula ke dalam aplikasi JAKI (Jakarta Kini), sebagai bentuk perwujudan tenaga kerja yang terampil di Jakarta.

  1. Kapasitas riset dan inovasi yang baik dan terus-menerus

Untuk dapat meningkatkan kapasitas riset dan inovasi, Jakarta perlu membuktikan keunggulan dalam performa akademis dengan mempublikasikan jurnal-jurnal ilmiah. Ini dilakukan Jakarta Smart City dengan merilis lamanJournal of Future Cities dalam situs Jakarta Smart City. Laman tersebut memuat esai seputar kota cerdas terbaru dari JSC, termasuk yang dipublikasi dalam jurnal terindeks Q1 dan konferensi bergengsi seperti IEEE International Smart Cities Conference (ISC2).

Tak hanya itu, publikasi tulisan ilmiah dalam jurnal internasional tersebut juga bertujuan untuk menarik perhatian pelajar internasional maupun peneliti, agar Jakarta bisa meningkatkan kapasitas riset. Selain itu, menerima kunjungan dari negara lain ke Future City Hub dilakukan, supaya pelajar dan periset dari luar negeri dapat mempelajari ekosistem kota cerdas di Jakarta beserta produk-produknya. Jakarta Smart City kerap pula mengikuti pameran berskala internasional seperti Tech in Asia dan Indonesia International Smart City Expo & Forum, agar dapat menarik perhatian pakar dari negara lain. 

Kemudahan research and development menjadi nilai penting, agar kapasitas riset dan inovasi suatu kota bisa baik dan terus-menerus. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki situs Open Data Jakarta yang memuat data dari seluruh Satuan dan Unit Kerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal yang serupa pun dilakukan oleh Jakarta Smart City dengan menyajikan dasbor data terbuka terkait banjir, mitigasi kemiskinan, kewilayahan/kelurahan, stunting, Cepat Respons Masyarakat, Peta Jakarta Kini, Kelas Bersama, dan City Data. 


  1. Nyaman untuk Dihuni 

Suatu kota global juga perlu menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni warga-warganya dari berbagai sektor. Pertama, kota global perlu menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni dan mudah akses. Hal ini coba diwujudkan Pemprov DKI Jakarta dengan program JakSehat yang menyediakan layanan kesehatan digital seperti antre faskes secara online, konsultasi kesehatan mental, hingga cek stok dan donor darah di PMI. Untuk mempermudah akses warga terhadap JakSehat, Jakarta Smart City mengintegrasikan layanan-layanan JakSehat ke JAKI lewat fitur Jakarta Sehat. Selain itu, ada pula dasbor stunting yang dikembangkan oleh Jakarta Smart City agar warga bisa mengetahui jumlah balita dan posyandu dengan permasalahan gizi, sebaran data permasalahan gizi di tingkat kota/kabupaten, kategori kondisi balita, dan data visualisasi terkait stunting lainnya. 

Kedua, perlu ada fasilitas pendidikan yang memadai dengan kualitas baik di sebuah kota global. Untuk itu, Jakarta Smart City menyediakan layanan Wi-Fi gratis melalui JAKI di taman kota, permukiman padat penduduk, dan ruang publik lainnya. Layanan Wi-Fi gratis tersebut dapat dimanfaatkan untuk para pelajar belajar secara mandiri dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Fasilitas pendidikan yang memadai di Jakarta didukung pula kegiatan JSC Goes to School dari Jakarta Smart City ke sekolah-sekolah di Jakarta. Melalui kegiatan ini, tim Jakarta Smart City membekali para pelajar dengan ilmu dan gagasan terkait pekerjaan di industri digital yang bisa menjadi rujukan setelah lulus sekolah. 

Ketiga, hunian layak dan terjangkau, pasokan air bersih, dan listrik yang memadai pun perlu diperhatikan oleh kota global. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman memiliki program Sirukim yang mencakup hal ini. Program tersebut menawarkan layanan permukiman online, seperti pendaftaran untuk menghuni rumah susun sewa (rusunawa) di Jakarta. Jakarta Smart City turut mengintegrasikan aplikasi ini ke JAKI, agar masyarakat semakin mudah mengaksesnya. 

Keempat, Jakarta juga perlu menjamin keamanan kota. Karena itu, Jakarta Smart City menyediakan fitur Kontak Darurat di aplikasi JAKI. Fitur ini memuat informasi nomor-nomor darurat yang perlu diketahui dan dihubungi warga jika mengalami kejadian darurat. Warga pun dapat menghubungi langsung nomor darurat dari fitur tersebut. Serupa tapi tak sama, terdapat pula integrasi aplikasi Jakarta Aman di JAKI yang menyediakan layanan panggil bantuan saat kondisi darurat. 

Kelima, kota global yang nyaman untuk dihuni perlu memberikan akses bagi warga untuk mendapatkan informasi. Jakarta Smart City merealisasikan ini lewat aplikasi JAKI. Beberapa fitur di JAKI memungkinkan warga untuk mendapat informasi terakurat soal Jakarta melalui fitur Berita. Terdapat pula fitur Peta Jakarta Kini yang memuat informasi titik koordinat ruang-ruang publik di Jakarta untuk membantu warga mengeksplorasi kota.

4.Cultural value yang menarik untuk pengunjung 

Dari segi budaya, kota global juga menawarkan nilai-nilai yang menarik bagi warga serta turis yang berkunjung. Jakarta memenuhi indikator ini karena memiliki banyak pilihan objek wisata berkualitas internasional yang menarik bagi wisatawan. Untuk semakin mendukung kemudahan akses terhadap objek wisata ini, Jakarta Smart City mengintegrasikan fitur Jakcation di JAKI untuk mencari destinasi wisata, event, hotel, transportasi, kuliner, hingga paket tur. JAKI menawarkan Panduan Keliling Jakarta di aplikasi JAKI untuk turis yang ingin mengeksplor kota. Aplikasi JAKI pun dapat diakses dalam Bahasa Inggris, untuk semakin memudahkan turis mancanegara mengakses informasi dan layanan. 

Untuk memenuhi indikator ini, kota global juga perlu menyelenggarakan acara internasional yang aman dan nyaman. Hal ini diwujudkan Jakarta Smart City melalui penyelenggaraan kegiatan dan kunjungan internasional ke Future City Hub serta kerja sama segitiga Jakarta dengan sister city-nya, yakni Berlin dan Bangkok.

Kota global pun memiliki ekosistem yang mendukung perkembangan seni dan budaya. Dengan ragam etnis serta budaya di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sering mengangkat kebudayaan lokal dalam kegiatan yang diadakan di Jakarta. Mendukung hal ini, Jakarta Smart City melakukan diseminasi informasi serta ajakan kepada masyarakat untuk turut meramaikan kegiatan-kegiatan kesenian dan budaya melalui kanal media sosial dan pesan bernotifikasi di JAKI.


  1. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan

Supaya bisa menjadi kota global yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, Jakarta harus memiliki kualitas lingkungan perkotaan (udara, air, lahan) yang baik. Karena itu, Jakarta Smart City mengembangkan fitur terkait lingkungan, seperti Kualitas Udara, Pantau Banjir, dan Daftar, cek lokasi dan hasil uji emisi di aplikasi JAKI. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan Flood Control System (FCS) untuk mengendalikan banjir di Jakarta serta sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM) yang bisa digunakan untuk melapor pelanggaran maupun permasalahan lingkungan di Jakarta. 

  1. Terkoneksi secara intra dan inter-kota

Kota yang memenuhi indikator terkoneksi secara intra dan inter-kota perlu memiliki mode share transportasi publik lebih dari 50%. Mode atau modal share merupakan persentase turis menggunakan suatu jenis transportasi atau jumlah perjalanan mereka menggunakan jenis transportasi tersebut. Untuk meningkatkan persentase modal share ini, Jakarta Smart City mengembangkan fitur Transportasi Publik di JAKI. Lewat fitur ini, warga Jakarta bisa melihat rute, jadwal, dan tarif MRT, LRT, Transjakarta, serta Mikrotrans. Berbagai sosialisasi mengenai fitur Transportasi Publik juga dilakukan lewat media sosial dan JAKI. 

Selain itu, kota global yang terkoneksi secara intra dan inter-kota pun memiliki ICT Readiness Score yang tinggi. ICT Readiness Score merupakan skor tingkat kesiapan suatu kota untuk menerapkan TIK dalam penataan kota. Jakarta memenuhi syarat ini dengan mengimplementasikan serta memanfaatkan TIK berdasarkan komponen berikut:

  • Akses infrastruktur: Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City menyediakan layanan Wi-Fi Gratis di ruang-ruang publik Jakarta yang bisa diakses lewat JAKI;
  • Aksesibilitas digital: Pemprov DKI Jakarta dan Jakarta Smart City menyediakan layanan Wi-Fi gratis dan platform layanan digital publik terintegrasi melalui aplikasi JAKI, supaya warga dapat mengakses teknologi digital dengan mudah;
  • Kompetensi pengguna: Jakarta Smart City menyelenggarakan kegiatan JSC, Hands on Workshop, Reading Group, A Cup of Tea, JSCLab Sharing, JSC Community Talkshow, hackathon, dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan literasi serta keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi masyarakat;
  • Penggunaan ICT: Jakarta Smart City mengadakan program JSC Goes to School untuk mengukur seberapa luas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di berbagai sektor, terutama pendidikan;
  • Inovasi teknologi: Jakarta Smart City mendirikan Future City Hub sebagai laboratorium inovasi dan sinergi bagi pemerintah, industri, startup, akademisi, serta individu kreatif dalam rangka meningkatkan kemajuan dan adopsi inovasi teknologi di Jakarta.

3 Poin Inti Pengembangan Kota Global Jakarta 

Seluruh indikator kota global dipenuhi oleh Jakarta. Namun, dalam pembangunan kota global, Pemprov DKI Jakarta menitikberatkan pada tiga poininti, yaitu sebagai berikut.

  • Kelayakan huni: mencakup aspek perumahan hingga kesehatan bagi warga;
  • Lingkungan: mencakup fasilitas pengolahan sampah, sanitasi, dan air limbah;
  • Aksesibilitas: mencakup aspek pembangunan transportasi umum dan jaringan jalan.

Untuk mencapai ketiga poin tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan wilayah perkotaan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023-2043. Upaya-upaya pengembangan tata kota inilah yang akan digencarkan hingga 2043, yang mana Jakarta sudah diproyeksikan tak lagi menjadi ibu kota negara dan sudah sepenuhnya menjadi kota global. 

Pengembangan Tata Wilayah Jakarta Menuju Kota Global

Arahan pengembangan tata ruang wilayah Jakarta menuju kota global
 

Semangat Jakarta menuju kota global tak hanya diperlihatkan dari penerapannya dalam penataan kota dan layanan publik. Dalam sejumlah kegiatan, semangat kota global ini turut digemakan. Misalnya, dalam acara puncak Jakarta Smart City Forum 2023, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyatakan, pembangunan kota global Jakarta memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan. “Pemerintah bisa membuat beragam inovasi smart city untuk Jakarta menjadi kota global. Tapi, tanpa komunitas dan partisipasi berbagai pihak, hasilnya tak akan maksimal,” ujarnya. Dalam acara tersebut, pembangunan dan pengembangan Jakarta sebagai kota global menjadi topik diskusi mengenai Transformasi Digital menuju Smart City: Pengalaman dan Pembelajaran dari Jakarta yang melibatkan para ahli.

Selain itu, semangat kota global disuarakan pula melalui kegiatan malam tahun baru yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta pada 31 Desember 2023 lalu, yakni Festival Malam Muda-Mudi: Jakarta Kota Global. Dengan konsep car free night, festival ini diselenggarakan sepanjang Jalan M. H. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Diisi dengan panggung hiburan yang diramaikan oleh artis ibu kota, parade Jakarnaval, Kirana Jakarta, Gemilang Silang Monas, dan video mapping.

Itu tadi upaya-upaya yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, khususnya Jakarta Smart City, untuk mewujudkan kota global pada 2024. Kamu juga bisa loh mendukung Jakarta menjadi kota global dengan lebih sering menggunakan transportasi umum dan memanfaatkan layanan publik digital dari Pemprov DKI Jakarta, termasuk aplikasi JAKI. JAKI bisa kamu unduh melalui  Google Play Storeatau Apple App Storesecara gratis! Next, apa lagi nih yang kepengin kamu tahu tentang kota global? 

Artikel Smart Governance Lainnya

Pada 2023, ada beberapa pencapaian yang diraih JSC. Lihat selengkapnya di Laporan Tahunan ini, yuk!

Jakarta Smart City mendapat sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 terkait pengelolaan keamanan informasi. Baca selengkapnya di sini.

Kota global Jakarta perlu kapasitas riset yang baik dan terus-menerus. Salah satunya penyajian open data melalui dashboard-dashboard ini.

Inilah smart governance, pilar smart city yang bersinergi dengan warga dan mendorong kota global. Baca selengkapnya di sini, ya!

Tahun ini, 30 tahun Jakarta dan Berlin bersinergi sebagai sister city. AsiaBerlin, merayakannya lewat acara Jakarta x Berlin.

Apa itu kota global? Apakah Jakarta salah satu contohnya? Yuk, cari tahu di sini!