16 Agt 2023

Perjalanan Raih Impian Menjadi Wirausaha bersama JAKI

Oleh:Amira Sofa

Editor:Ramdan Malik Batubara, Aditya Gagat Hanggara

16 Agt 2023

“Pemenang kategori UMKM kuliner terbaik tahun ini jatuh kepada..” 

Hingga sebelum kalimat itu terlontar dari pembawa acara, ruang serbaguna tempatku berada gegap gempita. Namun kini, suasana hening seketika. Waktu terasa berjalan lambat. Semua tampak menanti-nanti nama pemenang dengan penuh harap, termasuk aku yang usahaku masuk nominasi ajang kompetisi ini.

“...Dapoer Prima!”, seru pembaca nominasi lantang.

Aku tercekat. Butuh sekitar lima detik sampai akhirnya kusadari seisi ruang menatapku. Pembawa acara di atas panggung kembali berujar, “Perwakilan UMKM Dapoer Prima silakan naik ke atas panggung.”

Kulempar senyum tipis kepada audiens lain, lalu dengan gugup berjalan menuju panggung. Sesampai aku di sana, perwakilan penyelenggara acara menyerahkan tanda kemenangan kepadaku. 

Kilas Balik Merintis Usaha

Acara penghargaan yang diselenggarakan JakPreneur sudah berakhir beberapa jam lalu. Aku pun sudah kembali pulang ke rumah agar bisa mempersiapkan bahan dagangan untuk besok. Tapi, pikiranku masih bergulat dengan kemenangan usahaku, mengingat-ingat awal aku merintis usaha. 

Sejak kecil, aku memang ingin menjadi wirausaha. Mulanya, itu hanya sekadar cita-cita yang tumbuh dari melihat anggota keluarga sukses membangun usaha. Setelah beranjak dewasa, barulah aku menemukan alasan kuat menjadi wirausaha: ingin menciptakan lapangan kerja untuk sesama

Namun, merintis usaha tak semudah yang kukira. Aku tidak punya bekal apa-apa, belum pernah membuka usaha maupun mengenyam pendidikan formal di bidang bisnis. Sempat juga kesulitan menentukan usaha apa yang ingin kurintis. Hingga salah satu teman yang pernah menyicipi masakanku mengatakan nikmat. Aku pun memutuskan untuk membuka usaha makanan.

Perjalanan Menjadi Wirausaha Bersama JAKI

Awalnya, aku hanya berjualan online saja. Jenis dan jumlah makanan yang kumasak hanya berdasarkan pesanan. Pelanggan pun tak banyak, rata-rata teman dan saudara. Untungnya, meski tak banyak, selalu ada yang memesan setiap hari. Aku tak bisa begini terus, pikirku suatu ketika. Aku memang cukup puas dengan pesanan, testimoni pelanggan, serta pemasukan yang kudapat. Tetapi, itu belum sesuai dengan cita-citaku sejak dulu. Karena itu, kuputuskan untuk mengembangkan usahaku lebih jauh. Dengan pengalaman, modal, dan jejaring yang minim waktu itu, rasanya memang sangat sulit. Sampai akhirnya, pada 2022, aku mengulik aplikasi JAKI. 

JAKI Wujudkan Cita-cita Jadi Wirausaha

JAKI, super-app Pemprov DKI Jakarta, memang sudah lama kudengar menyediakan layanan publik untuk warga maupun turis Jakarta. Tapi, aku cukup kaget ketika menemukan beberapa layanan yang dirancang khusus untuk wirausaha dan orang-orang yang ingin merintis usaha di Jakarta sepertiku. Pada 2022 lalu, layanan-layanan tersebut tergabung dalam fitur bernama JakPreneur.

JakPreneur merupakan sebuah fitur pintasan dari program JakPreneur atau Jakarta Entrepreneur. Sementara program JakPreneur adalah platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan  Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) melalui ekosistem kewirausahaan yang berada di bawah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta. Lewat fitur JakPreneur dalam JAKI, aku dapat tersambung ke layanan-layanan JakPreneur, seperti lihat jadwal pelatihan usaha, daftar pendampingan wirausaha, daftar perizinan usaha, pemodalan usaha, cek info kegiatan JakPreneur, serta beli berbagai produk UMKM. 

Bermodal rasa nekat, kudaftarkan diri menjadi anggota JakPreneur. Sejak saat itu, aku mengikuti agendanya satu per satu. Kumulai dengan ikut pelatihan secara online. Dalam platform JakPreneur, terdapat video-video pembelajaran untuk UMKM di bidang kuliner. Kupelajari satu per satu, hingga akhirnya aku mendapat inspirasi untuk menu-menu baru usahaku. Kreasi menuku ternyata mendapat tanggapan positif dari tester masakanku. Aku mulai percaya diri untuk menjual lebih banyak jenis masakan, sehingga tak hanya masak berdasarkan pesanan saja.

Yakin dengan usaha yang akan kurintis, aku pun mengajukan perizinan UMKM di JakPreneur lewat JAKI. Izin usaha sudah di tangan, tapi kemudian aku menyadari bahwa membangun bisnis tak bisa dengan mengandalkan pemasaran kecil-kecilan saja. Pada skala yang lebih besar, pemasaran usaha yang kulakukan melalui WhatsApp dan lewat mulut ke mulut tidak lagi efektif. Karena itu, aku juga mengikuti program pendampingan usaha bersama JakPreneur. Melalui program ini, aku mendapat bimbingan langsung dari mentor berpengalaman, mulai pembuatan strategi pemasaran, ide-ide kreatif, sampai laporan keuangan. Hingga akhirnya, aku bisa mempromosikan daganganku melalui konten di media sosial, menggunakan testimoni pelanggan untuk menarik lebih banyak lagi pelanggan, dan mengelola sendiri laporan keuangan secara digital. 

Kurang dari setahun, Dapoer Prima yang kurintis berkembang pesat. Kini, aku sudah memiliki tiga karyawan dan tak hanya berjualan secara online saja. Aku membuka lapak kecil-kecilan di dekat rumah dan beberapa kali ikut bazar maupun festival kuliner yang dikelola JakPreneur. Sampai saat ini, aku juga masih bergabung dengan JakPreneur. Sesekali cek informasi kegiatan JakPreneur dari JAKI untuk melihat kegiatan apa yang bisa Dapoer Prima ikuti. Salah satunya JakPreneur Awards yang baru saja kumenangkan. 

“Bu, ada bahan lain yang masih kurang?”

Suara pegawaiku membuyarkan lamunan. Saking terbuai dalam kenangan masa-masa merintis usaha dulu, aku jadi lupa mempersiapkan bahan masakan untuk besok. Bergegas aku bangkit dari duduk dan mempersiapkan daftar belanjaan untuk pegawaiku. 

JAKI 3.0 Makin #BikinGampang Wirausaha 

Seperti biasa, aku baru bisa bersantai setelah selesai mempersiapkan jualan buat esok hari. Teringat dengan kisah masa laluku saat awal merintis usaha, kubuka aplikasi JAKI. Aku sedikit kaget saat beranda JAKI menyambutku. Ternyata, selama seminggu belum mengaksesnya, aplikasi JAKI punya tampilan baru. Didominasi warna putih dan sedikit biru, aplikasi JAKI yang sekarang tampak lebih segar dan enak dipandang. 

Aku tak melihat fitur JakPreneur yang kucari. Tapi, kutengok ada search bar yang sebelumnya tak ada di JAKI tampilan lama. Kuketik “JakPreneur” di sana dan yang kutemukan hanya layanan rekomendasi Cek Info Kegiatan JakPreneur. Lalu, aku kembali ke Beranda untuk mencari layanan JakPreneur lainnya. 

Kugulir beranda JAKI ke bawah. Tiba-tiba, mataku menangkap satu bagian baru di beranda JAKI, yakni Cari Fitur yang Paling Pas Buat Kamu. Bagian itu memuat lima persona: pelajar/mahasiswa, pekerja kantoran, pencari kerja, wirausaha, dan pengelola rumah tangga. Ini dia, batinku ketika menemukan persona wirausaha. Kuketuk persona tersebut. Seketika, aplikasi JAKI menampilkan rekomendasi fitur dan layanan yang dapat menunjang wirausaha di Jakarta. Terdapat fitur Perizinan untuk bantu urus perizinan di Jakarta, selain layanan JakPreneur seperti Lihat Jadwal Pelatihan Usaha dan Cek Info Kegiatan JakPreneur. 

Masih penasaran dengan layanan-layanan lain dari program JakPreneur yang belum kutemukan, kuulik lagi aplikasi JAKI versi terbaru. Beberapa saat kemudian, barulah aku menemukan layanan-layanan tersebut dalam kategori layanan Karier dan Usaha. Memang, layanannya terkesan tersembunyi. Tapi, kalau sudah tahu letaknya, gampang untuk mencarinya. Caranya, pada bagianlist fitur di beranda JAKI, klik Semua. Kemudian, pillih bar Kategori, klik kategori Karier dan Usaha. Fitur Perizinan untuk mengurus perizinan di Jakarta; fitur Karier di Jakarta untuk mencari lowongan, pelatihan, dan beasiswa; fitur Usaha di Jakarta; serta layanan pintasan menuju situs Perizinan Terpadu dalam Satu Pintu akan muncul. 

Fitur Usaha di Jakarta inilah yang merupakan fitur JakPreneur di versi lama aplikasi JAKI. Aku baru menyadarinya, karena fitur Usaha di Jakarta memuat layanan sebagaimana fitur JakPreneur dulu, seperti lihat jadwal pelatihan, daftar pendampingan wirausaha, daftar izin usaha, cari pemodalan usaha, cek info kegiatan JakPreneur, serta beli berbagai produk UMKM. 

Jujur, aku kagum dengan inovasi JAKI yang sekarang. Ada banyak perubahan yang kutemukan, mulai dari tampilan yang bikin lebih nyaman mata, kategorisasi layanan, hingga personalisasi layanan. Terlebih untuk personalisasi layanan, rasanya inovasi ini tak hanya membuat wirausaha sepertiku menjadi lebih mudah mengakses layanan, tapi juga merasa kehadiran kami diakui dan patut diakomodasi kebutuhannya. 

Aku sudah jadi satu dari sekian banyak pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan kehadiran fitur Usaha di Jakarta dalam JAKI. Karena JAKI, aku yang tak punya latar belakang bisnis apapun mampu meraih impian untuk menjadi wirausaha. Apa kamu juga punya mimpi yang serupa denganku? Kalau iya, coba main ke layanan-layanan persona Wirausaha di JAKI. Aku tunggu berita baik dari usaha rintisanmu, ya. 

 

Disclaimer: Nama UMKM pada artikel ini bersifat fiktif untuk menggambarkan pemberdayaan UMKM di Jakarta lewat JAKI. 

Artikel JAKI Lainnya

Mudik pas Lebaran butuh perhatian khusus. Mau liburan di Jakarta? Bisa pakai JAKI. Yuk, cek semua tipsnya di sini!

Selamat Tahun Baru 2024! JAKI bisa #bikingampang meraih resolusi-resolusi kamu, lo. Begini caranya!

Ada yang baru dari JAKI! Sebagai kado ulang tahun untuk Jakarta, JAKI merilis versi terbaru. Yuk, kenalan dan intip tampilannya!

Meski jarang dilaporkan, kelima kategori permasalahan ini kerap kamu temukan dan perlu dilaporkan lewat JAKI, loh. Apa saja? Simak berikut ini.

Perlu menghubungi kontak darurat saat keadaan genting? JAKI punya fitur yang membantu kamu. Cek di sini, ya!

Kegiatan utama Hack4ID x JAKI rampung minggu lalu! Selama dua hari, startup founders berinovasi mengembangkan JAKI. Simak keseruannya di sini.