30 Jan 2022

Merasakan Semarak Imlek di Kawasan Pecinan Glodok

Oleh:Syora Alya Eka Putri

Editor:Aditya Gagat Hanggara

30 Jan 2022

Bulan Februari enggak cuma identik dengan Hari Kasih Sayang saja, tapi juga tahun baru yang dirayakan masyarakat Tionghoa. Ya, apalagi kalau bukan perayaan Imlek. Nah, mungkin kamu ingin menikmati suasana Imlek atau Chinatown di Jakarta. Kamu bisa banget lho berkunjung ke salah satu kawasan Pecinan paling termasyhur, tepatnya di Glodok, Jakarta Barat. Kawasan ini bukan hanya pusat perekonomian dan elektronik di Jakarta, namun kental pula dengan nilai historisnya. Jadi, tunggu apalagi? Tapi, sebelum jalan-jalan ke Glodok, simak artikel ini buat panduan kamu. 

Sumber: Tribun News

 

Kawasan Pecinan Glodok dan Sejarahnya

Sedari dulu, Glodok sudah menjadi kawasan yang terkenal dengan aktivitas ekonominya. Pada zaman kolonial, kawasan Glodok dibangun oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang Hindia Belanda, sebagai tempat tinggal orang-orang Tionghoa di Batavia. Meskipun kawasan Pecinan, nama Glodok bukan berasal dari bahasa Mandarin. Namun,dari pancuran air yang berbunyi grojok-grojok, lalu di lidah masyarakat Tionghoa dilafalkan menjadi glodok. Pada masa penjajahan Belanda, memang terdapat sebuah penampungan air di Glodok yang dikucurkan dari Kali Ciliwung melalui pancuran kayu. 
 

Menurut Adolf Heuken dalam bukunya, Tempat Bersejarah di Jakarta, Belanda membangun sebuah benteng di kawasan Glodok sebagai bentuk perlindungan dari serangan Kerajaan Mataram atau Banten. Benteng tersebut berlokasi di sekitar pertokoan Glodok Plaza. Selain itu, sejarah kelam pun sempat menyelimuti kawasan Glodok pada masa kolonial, sebelum akhirnya tumbuh menjadi sentra perdagangan seperti sekarang. Ya, pernah ada pembantaian etnis Tionghoa pada masa Gubernur Jenderal Belanda, Adriaan Valckenier. 

Karena kental dengan sejarahnya, kawasan Glodok akan ditata kembali oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat, untuk menjadi kawasan wisata Pecinan di Jakarta. Penataan tersebut berupa pembangunan trotoar dan beberapa fasilitas umum lainnya. Maklum hingga kini, Glodok memiliki beberapa tempat yang masih bernuansa Tionghoa, dari pusat perbelanjaan sampai tempat ibadah seperti vihara. 


 Spot-spot yang Wajib Dikunjungi Saat ke Glodok

 

Mendekati perayaan Imlek, kawasan Glodok menjadi salah satu destinasi favorit. Nuansa merah meriah khas Tiongkok menghiasinya. Ada juga yang sibuk berbelanja pernak-pernik atau makanankhas Tiongkok. Ada pula pasar malamImlek, pertunjukan Barongsai, dan tentu saja kekhusyukan berdoa dalam vihara. Namun, sejak pandemi melanda, perayaan Imlek tak semeriah biasanya, demi mencegah penularan virus Covid-19. 

Nah, kamu bisa menikmati suasana Imlek di kawasan Pecinan nan legendaris di Jakarta ini. Ada beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi nih! Apa saja itu? 


Petak Sembilan 

Sumber: Kemendikbud
 

Petak Sembilan terletak di Jalan Kemenangan III, Glodok. Supaya kamu bisa menikmati dengan maksimal, sangat disarankan berjalan kaki sembari mengeksplor tempat-tempat menarik di sana. Dari melihat pernak-pernik khas Tionghoa seperti lampion, obatan-obatan tradisional Cina, hingga makanan tradisional Tionghoa.  

Kamu juga bisa berkunjung ke kelenteng. Salah satu kelenteng yang tertua di sana yaitu Vihara Dharma Bhakti. Vihara ini dibangun pada 1650 oleh Letnan Tionghoa yang bernama Kwee Hoen. Kelenteng ini menjadi saksi bisu pembantaian etnis Tionghoa pada 1740. Menjelang Imlek seperti sekarang, biasanya ada beberapa acara sosial atau pertunjukan seni di Vihara Dharma Bhakti. 

Sumber: Dinas Pariwisata DKI Jakarta

 

Gang Gloria

Sumber: The Jakarta Post

 

Masih di sekitar Petak Sembilan, kamu juga bisa melipir ke Gang Gloria. Nah, di sini nih pusat kuliner, dari nasi hainan, capcay, nasi tim, bakso goreng, lumpia, sampai bacang. Selain itu, ada kari ayam atau sapi legendaris, Kopi Es Tak Kie, mie kangkung, Bakmi Amoy, Gado-gado Direksi, dan rujak Shanghai. Namun, buat kamu yang muslim, coba lebih teliti ya untuk memilih makanan di sini, sebab ada bahan-bahan makanan yang non-halal. 


 Petak Enam

Sumber: Warta Kota Tribun News



Lanjut ke spot lainnya, yaitu Petak Enam. Ini kawasan destinasi yang relatif baru di Glodok. Dahulu, kawasanini merupakan pusat perbelanjaan yang cukup tua di Jakarta. Nah, sekarang Petak Enam dirancang ulang sesuai dengan kebutuhan masa kini. Di sini, kamu bisa duduk-duduk cantik, belanja, atau ngopi-ngopi santai. Ada pula makanan tradisional peranakan, atau makanan khas lainnya dari Medan atau Cirebon, yang bisa banget dicoba. 


 Terus, bangunan di sini pun cukup unik lho, karena menggambarkan percampuran budaya. Ada ornamen khas Tiongkok, tapi ada juga unsur Belanda. Namun, aksen Tiongkok terlihat lebih dominan di jejeran toko-toko, selain lampion ada juga patung yang melambangkan shio di dekat tangga. Buat kamu yang suka mencari spot foto menarik, kawasan Petak Enam bisa menjadi salah satu objek potretmu! 



Gereja Santa Maria de Fatima

Sumber: Blog Tokopedia


Selain kelenteng, ada pula bangunan bersejarah lainnya, yaitu Gereja Santa Maria de Fatima. Gerejaini unik karena banyak ornamen Tionghoa dalam arsitekturnya. Gereja Santa Maria de Fatima dibangun pada abad ke-19 sebagai pusat pelayanan ibadah. Ada pula bangunan sekolah yang berada di kawasan gereja ini, yakni Sekolah Ricci. 

 

Nah, sampai sekarang, gereja ini masih melayani umat untuk misa dan ibadah dengan dua bahasa, Indonesia serta Mandarin. Di dekat gereja, ada rumah makan Wengkin yang menyediakan makanan khas Tionghoa atau Nasi Ulam Misjaya yang legendaris. 
 

Jalan Gajah Mada dan Jalan Pancoran

Di dua jalan ini ada beberapa gedung bersejarah dan restoran yang bisa kamu kunjungi. Pertama, Chandra Naya. Gedungini merupakan rumah tua yang bergaya oriental. Letaknya di Jalan Gajah Mada. Chandra Naya merupakan rumah mayor terakhir China di Batavia, Khouw Kim An. Mayor ini kaya raya, punya bank dan toko beras. Sempat tidak terawat, Chandra Naya kini dikelola oleh swasta, dengan supervisi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta. 

Sumber: Blog Tokopedia

 

Di Jalan Pancoran, ada restoran yang wajib kamu kunjungi. Pantjoran Tea House namanya. Restoran ini dibangun pada 2015 di sebuah gedung bersejarah. Dahulu, gedung tersebut bernama Apotek Chung Hwa yang menjual obat-obatan tradisional Tiongkok. Kini dialihfungsikan sebagai tea house untuk kamu menikmati minuman teh. Gedung ini menjadi pendukung kawasan Kota Tua Jakarta, untuk mendapatkan nominasi warisan budaya dari United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO). 

Selain minum teh, ada pula menumakanan peranakan di sini, seperti sup ikan, ayam saus,  lumpia udang kulit tahu goreng, serta kue kering. Di tempat ini juga ada tradisi patekoan yang bisa dinikmati oleh siapa saja.Patekoan merupakan tradisi yang menyediakan delapan teko berisi teh yang bisa dinikmati secara gratis oleh para pejalan kaki. Tradisiini telah berlangsung sejak Kapitan Gan Djie beserta istrinya menyediakan teh cuma-cuma bagi pedestrian. Namun, kegiatan ini dihentikan sementara, karena pandemi Covid-19. 

 

Nah, semoga beberapa rekomendasi tempat ini bisa bermanfaat buat kamu yang ingin menikmati suasana Imlek, atau hanya ingin menikmati sejarah Pecinan di Jakarta. Kamu bisa jalan-jalan di kawasan ini bersama teman, pasangan, keluarga, atau ikut tur pejalan kaki. Namun, yang terpenting, bila ingin berkunjung ke Glodok, kamu tetap menjaga protokol kesehatan 6M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari makan bersama, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta mengikuti perkembangan terkini tentang Covid-19 di Jakarta melalui aplikasi JAKIatau situs corona.jakarta.go.id, ya!

Artikel Events Lainnya

Kalau lagi nyari event-event asyik buat isi libur panjang, coba cek ini!

Hobi nonton acara kesenian dan kebudayaan? Jakarta punya banyak. Yuk, cek di sini!

Tak lagi menjadi ibu kota pada 2024, Jakarta siap menjadi kota global. Apa sajakah yang perlu dipersiapkan? Cari tahu di sini!

Kegiatan utama Hack4ID x JAKI rampung minggu lalu! Selama dua hari, startup founders berinovasi mengembangkan JAKI. Simak keseruannya di sini.

Dalam tiga hari, Berlin dan Jakarta menampilkan kesuksesan hasil kerja sama sebagai sister cities. Yuk, simak keseruannya!

Ini adalah daftar event di Jakarta yang dikuratori khusus untukmu. Enggak bakal bosan deh, minggu ini!