07 Des 2021

Lindungi Data Pribadi dengan Bijak di Medsos

Oleh:Teresa Simorangkir

Editor:Aditya Gagat Hanggara

07 Des 2021

Saat ini hampir tidak ada orang yang tak memiliki akun media sosial. Banyak hal bisa dilakukan: menonton Si Oren untuk mengisi waktu luang, membangun koneksi, hingga mengejar pekerjaan impian bisa dimulai dari media sosial. Berbagai fitur menarik yang diciptakan menjelma tren baru yang asyik untuk diikuti, contohnya fitur Add Yours terbaru dari Instagram. Dengan Add Yours, pengguna dapat melempar pertanyaan atau memulai tantangan yang kemudian direspons oleh pengguna lain. Satu pertanyaan bisa mendapat respons berantai dari banyak pengguna dan respons kamu bisa dilihat oleh publik. Seperti tujuan fitur-fitur yang lain, fitur Add Yours menjadi salah satu jalur untuk membangun interaksi antarsesama pengguna Instagram. Institusi maupun individu yang ingin meningkatkan jumlah followers atau membangun brand awareness dapat memanfaatkan fitur tersebut.

Stiker Add Yours di Instagram. Sumber: @Instagram

Sekilas, ini terlihat aman-aman saja. Memangnya, apa yang berbahaya dengan merespons pertanyaan? Nah, mari kita perhatikan baik-baik. Untuk pertanyaan-pertanyaan umum seperti musik favorit sih, sah-sah saja untuk kita sebarkan ke banyak orang. Tapi, hal ini mulai aneh ketika pertanyaan seperti “Variasi panggilan nama kamu” atau “Nama ibu kandung kamu” bermunculan, dibuat oleh orang yang tidak jelas. Coba kamu ingat-ingat, info ini biasanya digunakan untuk kegiatan privat, seperti pembukaan rekening bank, kan? Nama lengkap merupakan bagian dari data pribadi yang riskan untuk dibagikan di media sosial. Pencuri data bisa saja mengintai di balik pertanyaan tersebut lalu menyalahgunakan datamu. Jadi, apa saja dos and don’ts agar data pribadi tetap aman saat bermedia sosial? Yuk, kita bahas!

Ketahui Apa Saja yang Termasuk Data Pribadi

Saat menggunakan media sosial, kita harus menyadari batasan informasi diri yang layak untuk dibagikan kepada publik. Data pribadi seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta alamat, tidak boleh diumbar begitu saja. Menurut SAFEnet, data pribadi atau PII (Personally Identifiable Information) adalah informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, melacak, atau merujuk individu tertentu secara spesifik. Lalu, apa saja yang termasuk data pribadi? Lihat tabel yang dirilis oleh SAFEnet berikut:

Selain itu, dokumen-dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, SIM, tiket perjalanan/boarding pass juga “haram” untuk disebarluaskan di media sosial karena memuat data pribadi.

Apa yang Bisa Dilakukan Pencuri Data dengan Data Pribadi Kita?

Perkembangan pesat teknologi diiringi juga dengan pesatnya kejahatan di dunia maya. Data pribadi yang bocor di publik dapat dimanfaatkan oleh pencuri data untuk profiling, yaitu proses konstruksi atau membangun identitas seseorang berdasarkan informasi yang tersedia di media sosial. Pencuri data kemudian bisa saja menggunakan data pribadi tersebut untuk pendaftaran pinjaman online ilegal, penipuan atas nama kamu, hingga pencurian saldo rekening.

Selektif Membagi Informasi di Media Sosial

Menggunakan media sosial akan tetap menyenangkan selama kita selektif membagikan informasi dan cermat ketika beraktivitas di sana. Sadarilah bahwa apapun yang kita bagikan di media sosial bisa sampai ke tangan siapapun. Jadi pikirkan baik-baik apakah post yang kita buat aman dari penyalahgunaan data. Di dunia nyata, kita tentu tidak pernah memberi tahu nama lengkap atau tanggal lahir kita kepada orang lain, tanpa alasan yang jelas. Terasa aneh, kan? Begitu pun di media sosial, kita tak seharusnya menyebarkan data pribadi ke sembarang orang, apalagi yang tidak kita kenal sama sekali. Ingat! Data pribadi itu mahal dan berharga, lho. Jadi, jaga baik-baik, ya!

Penulis dan Editor

Artikel Smart People Lainnya

Selain mendapat pengalaman, para peserta Data Science Trainee bisa membantu Jakarta menjadi lebih baik. Bahas keseruannya di sini!

Kamu yang suka eksplor Jakarta, mari merapat! Ada bus wisata Transjakarta Monas Explorer baru yang cocok untukmu. Simak selengkapnya di sini.

Abdi Bahasa Kepulauan Seribu menjadi kolaborasi Jakarta Smart City dan Kemendikbudristek untuk berbagi literasi digital di Pulau Tidung. Cek di sini!

Di JSCLab Sharing #7, kita belajar tentang kekuatan yang dimiliki oleh SEO. Ayo, bahas sekarang!

Pengguna transportasi umum, mari merapat! Ada protokol kesehatan baru di transportasi umum, termasuk penggunaan masker. Baca selengkapnya di sini.

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta 2023 sudah dimulai! Ini syarat, mekanisme, hingga jadwal untuk tiap jenjang pendidikan.