Lima Cara Mudah Mengelola Sampah

Oleh:Muhammad Raedyan Kahfi

Editor:Ramdan Malik Batubara, Aditya Gagat Hanggara

10 Mei 2023

Halo, Smartcitizen. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sampah tak terlepas dari kehidupan kita. Terlebih saat bepergian ke tempat wisata, berbagai sampah menumpuk jadi satu, dari sampah pengunjung sampai pedagang. Semakin ramai tempat itu, maka kian banyak pula volume sampah yang terkumpul. Musim liburan seperti Lebaran lalu membuat ramai tempat wisata, alhasil sampah pun menumpuk. 

Pada 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan survei bersama komunitas mahasiswa pecinta alam. Hasil dari penelitianitu menunjukkan terdapat 453 ton sampah di delapan destinasi wisata taman nasional. Sampah itu dihasilkan oleh 150.688 pengunjung setiap tahun. Mirisnya, 53% di antaranya sampah plastik yang sulit terurai.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2018 juga mencatat, banyak sampah laut di 18 lokasi seluruh Indonesia. Jumlahnya mencapai 0,27 sampai 0,59 juta ton per tahun. Pembuangan sampah sembarangan yang tidak bertanggung jawab dan pengelolaan sampah yang minim menjadi salah satu alasannya. Hal ini memprihatinkan, apalagi mengingat pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas pendorong kemajuan ekonomi nasional. Namun, lingkungan yang indah menjadi rusak karena sampah. 

Oleh karena itu, langkah-langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk lingkungan sangat berarti. Seperti mengurangi sampah di sekitar kita dan mengelolanya dengan baik. Tapi, bagaimana caranya, ya? Yuk, simak beberapa tips berikut.

Memilah Sampah

Langkah pertama dan sederhana adalah mengenal jenis sampah, sehingga akan memudahkan kita untuk memilahnya. Sampah terbagi menjadi tiga jenis, yakni:

  • Sampah organik, merupakan tipe sampah yang dapat membusuk dan terurai, sehingga bisa diolah menjadi kompos. Misalnya, sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain.
  • Sampah anorganik, merupakan sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai. Namun, sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat, seperti botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan lain-lain.
  • Sampah B3, adalah sampah yang merupakan bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, makhluk lain, dan lingkungan hidup, seperti kaleng bekas racun serangga, baterai bekas, lampu bekas, serta bekas masker.
     

Tempat Sampah Sesuai Jenis

Setelah mengenal dan memilah jenis sampah, menyediakan tempat sampah yang sesuai jenisnya adalah langkah selanjutnya. Menghadirkan tiga tempat sampah berbeda di rumah lalu memberikan tandanya, dapat mempermudah kita dalam memisahkan sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari. Sampah organik berwarna hijau, sampah anorganik kuning, serta sampah B3 merah. Dengan demikian, membuang dan memilah sampah jadi makin mudah.

Menerapkan Zero Waste

Smartcitizen pernah belanja di warung? Nah, setiap kali belanja di warung dan kita tidak membawa kantong belanja, biasanya pemilik warung akan memberikan kantong belanja berupa plastik. Dalam konsep zero waste, penggunaan plastik sekali pakai harus dikurangi dan menggantinya dengan tas belanja kain.

Zero waste merupakan konsep yang disuarakan agar kita peduli dengan alam, diwujudkan dengan menggunakan barang-barang yang tidak habis pakai. Dengan membawa tas kain setiap kali belanja, aksi kamu dapat memberikan dampak yang berarti bagi bumi dan alam. Saat ini, sudah mulai banyak tas kain yang dapat dilipat-lipat menjadi kecil dengan desain yang menarik, sehingga mudah dibawa ke mana pun dan kapan pun. 

Baca juga: Kiat-Kiat Mengurangi Sampah Medis
 

Membersihkan Tempat Sampah

Setelah tempat sampah di rumah kita pisahkan dan tandai, jangan lupa juga untuk menjaga kebersihannya ya. Hal ini menjadi penting untuk mencegah bakteri dan penyakit muncul, pun agar tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap. Membuang sampah setiap hari keluar dari rumah dan mengalasi tempat sampah dengan plastik ramah lingkungan bisa menjadi solusinya, sehingga kebersihannya tetap terjaga setiap saat.

Menerapkan 3R

Mengelola sampah yang benar adalah salah satu cara penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah cara yang cukup efektif untuk mengurangi volume sampah dan memanfaatkannya kembali sehingga dapat didaur ulang. Hayo, Smartcitizen sudah familiar dengan istilah itu, belum? Kita kenalan lagi ya!

  • Pertama, Reduce (Mengurangi) jumlah sampah yang dihasilkan dan menggantinya dengan kantong belanja yang dapat digunakan kembali. 
  • Kedua, Reuse (Gunakan Kembali) yakni memanfaatkan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan, seperti  botol kaca atau botol plastik yang bisa untuk menyimpan kembali makanan atau minuman. 
  • Ketiga, Recycle (Daur Ulang) adalah proses pengolahan kembali sampah menjadi bahan baru yang dapat digunakan untuk membuat suatu produk. 

Sebelum mengolah dan mendaur ulang sampah, pastikan pula kemasan seperti kaca, botol, serta kertas memiliki logo daur ulang, agar lebih aman untuk digunakan kembali dengan fungsi berbeda, tanpa khawatir muncul reaksi kimia berbahaya.

Nah, mengelola sampah itu mudah, kan? Yuk, jaga bersama lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, dengan membuang sampah pada tempatnya. Jangan lupa juga ikuti media sosial @jsclabuntuk mendapatkan berbagai info menarik dan tips bermanfaat lainnya.


 

Artikel Smart People Lainnya

Selain mendapat pengalaman, para peserta Data Science Trainee bisa membantu Jakarta menjadi lebih baik. Bahas keseruannya di sini!

Kamu yang suka eksplor Jakarta, mari merapat! Ada bus wisata Transjakarta Monas Explorer baru yang cocok untukmu. Simak selengkapnya di sini.

Abdi Bahasa Kepulauan Seribu menjadi kolaborasi Jakarta Smart City dan Kemendikbudristek untuk berbagi literasi digital di Pulau Tidung. Cek di sini!

Di JSCLab Sharing #7, kita belajar tentang kekuatan yang dimiliki oleh SEO. Ayo, bahas sekarang!

Pengguna transportasi umum, mari merapat! Ada protokol kesehatan baru di transportasi umum, termasuk penggunaan masker. Baca selengkapnya di sini.

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta 2023 sudah dimulai! Ini syarat, mekanisme, hingga jadwal untuk tiap jenjang pendidikan.