Lakukan Hal Ini untuk Cegah Perubahan Iklim dari Rumah

Oleh:Amira Sofa

Editor:Aditya Gagat Hanggara

07 Des 2021

Akhir-akhir ini, isu perubahan iklim menjadi pembahasan utama pada skala global. Perubahan iklim itu sendiri merupakan suatu perubahan signifikan pada iklim, suhu udara, dan curah hujan selama periode dasawarsa hingga jutaan tahun. Hal ini terjadi karena kenaikan konsentrasi gas karbondioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas memicu timbulnya gas rumah kaca. Gas rumah kaca itulah yang membuat lapisan berlebihan di sekitar bumi. Semakin banyak lapisan, kian banyak pula panas yang terserap oleh bumi. Bumi yang panas ini mengakibatkan banyak fenomena, dari kekeringan panjang, penyebaran wabah penyakit, gelombang badai besar, peningkatan suhu panas di lautan, tudung es mencair di kutub, bencana banjir di berbagai negara, hingga cuaca ekstrem. 

Sebagai isu global, tentulah perubahan iklim turut meresahkan kita, warga Jakarta, yang semakin hari kian merasakan dampaknya. Contohnya saja cuaca yang tak dapat ditebak. Pada suatu waktu, hujan turun sangat deras. Namun, tak beberapa lama kemudian, cuaca dapat terasa kering kerontang. Nah, bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggapi hal ini? Apa pula yang bisa Smartcitizen lakukan untuk berkontribusi meminimalkan perubahan iklim dari rumah? Yuk, simak selengkapnya.

Jakarta Menuju Kota Berketahanan Iklim 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, suhu udara di Jakartakini 1,4 derajat lebih panas daripada suhu rata-rata global. Hal ini menandakan bahwa Jakarta sendiri sudah terdampak perubahan iklim. Oleh sebab itu diperlukan langkah intensif untuk meminimalkan dampak perubahan iklim di Ibu Kota. Berkenaan dengan ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 mengenai Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah (RPRKD). Jakarta juga dicanangkan menjadi kota berketahanan iklim. Sejumlah aksi yang akan dilakukan berupa efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan dan bahan bakar ramah lingkungan, peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi menjadi transportasi umum, serta pengolahan air dan limbah.

Kontribusi yang Bisa Kamu Lakukan dari Rumah 

Sederet aksi telah dicanangkan oleh pemerintah. Namun, langkah mitigasi pemerintah saja belum cukup untuk menjaga Jakarta dari dampak perubahan iklim. Kamu sebagai warga Jakarta juga bisa kok berkontribusi. Ada beberapa tips meminimalkan perubahan iklim yang dapat kamu lakukan dari rumah. Simak baik-baik, ya.

  1. Menghemat ataupun mengganti sumber energi.

Penggunaan energi yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan merupakan salah satu faktor timbulnya emisi gas rumah kaca. Karena itu, menghemat energi listrik dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Ketika kamu berada di rumah, coba perhatikan lagi sekitarmu. Apakah ada peralatan listrik yang tidak sedang digunakan? Jika ada, matikan peralatan dan cabut kabelnya agar lebih hemat energi. Bila memungkinkan, kamu pun bisa memilih perangkat elektronik yang efisien energi. Bisa juga dengan beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, seperti panel surya. 

  1. Mengurangi limbah air.

Seperti yang sudah dijelaskan, perubahan iklim dapat mengakibatkan kekeringan. Untuk meminimalkan potensi terjadinya hal ini, kamu bisa mulai lebih bijak dalam menggunakan air. Ada beberapa hal yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi limbah air, misalnya tidak lupa mematikan keran saat sedang tidak dibutuhkan, membangun sumur air di rumah untuk cadangan air, dan lainnya. Menghemat air seperti ini akan membuat orang lain dapat menikmati air bersih, sehingga terhindar dari kekeringan.


  1. Mengurangi limbah makanan.

Menurut Emissions Gap Report 2018 UN Environment, sistem pangan berpotensi mengurangi hingga 6,7 gigaton karbon dioksida. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi di sektor pangan, termasuk dari rumah. Sesederhana tidak membuang ataupun membeli makanan secara berlebihan, sudah termasuk langkah mitigasi kecil, loh. Dengan begitu, akan ada lebih sedikit limbah makanan, sehingga lebih sedikit pula jumlah emisi karbon dan dampak yang disebabkan olehnya. 


  1. Melakukan 3R (
Reduce, Reuse, Recycle). 

Kamu familier dengan istilah 3R? Reduce, reuse, dan recycle dapat kamu lakukan untuk mengatasi pemanasan global lho. Reduce dengan mengurangi penggunaan plastik dan produk kemasan. Reuse dengan menggunakan kembali barang-barang yang sudah dipakai. Misalnya, kamu bisa memodifikasi cup plastik menjadi tempat alat tulis dan sebagainya. Sedangkan recycle merupakan proses daur ulang limbah menjadi berguna kembali. Contohnya, mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. 


  1. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Penggunaan kendaraan bermotor menghasilkan emisi yang menjadi salah satu pemicu perubahan iklim. Untuk mengurangi risiko tersebut, kamu bisa mulai menggunakan kendaraan umum, beralih pada transportasi ramah lingkungan seperti sepeda, atau bahkan berjalan kaki. Bagi kamu yang tidak memungkinkan untuk melakukan alternatif tersebut, memakai kendaraan bermotor tidak masalah. Hanya saja pastikan kendaraan kamu lolos uji emisi, ya. 

Itu dia rekomendasi hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi menjaga lingkungan dari perubahan iklim. Masalah ini merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, jangan sampai informasi penting ini berhenti di kamu. Sebarkan kesadaran untuk lebih menjaga lingkungan kepada orang-orang terdekatmu. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak seputar ketentuan uji emisi untuk kendaraan bermotor di Jakarta, baca pertanyaan yang paling banyak ditanya

Artikel Smart Environment Lainnya

RDF Plant Jakarta di Rorotan merupakan tempat pengelolaan sampah, mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif. Yuk, intip inovasi dari Jakarta ini!

Sungai di Jakarta merupakan sumber kehidupan warga. Untuk itu, kamu perlu tahu tiga pencemar utama sungai. Baca juga cara meminimalkannya di sini.

Bertransformasi menjadi kota global, Jakarta perlu terus menjaga lingkungannya. Inilah hal-hal yang dilakukan supaya emisi karbon berkurang.

Musim hujan di Jakarta bikin lingkungan rentan terhadap banjir. Inilah yang dilakukan Pemprov DKI supaya warganya tetap aman.

Curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir. Memasuki musim hujan, ini cara mencegah banjir yang perlu kamu tahu.

Tata kelola suatu smart city berjalan berkat salah satu pilarnya, Smart Environment. Dari sini, lahir pula inovasi-inovasi yang membantu warga.