27 Jul 2022

JAKI: Jawaban dari Integrasi Ribuan Aplikasi

Oleh:Amira Sofa

Editor:Aditya Gagat Hanggara

27 Jul 2022

Kalau Smartcitizen rajin baca berita, pasti tahu keluhan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dibuat pusing oleh lebih dari 24.000 aplikasipemerintah beberapa waktu lalu. Pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, Menkeu mengungkap bahwa lebih dari 24.000 aplikasi pemerintah tersebut bekerja masing-masing, sehingga tak semua membuat pekerjaan lebih efisien maupun digunakan dengan benar. Sementara, anggaran dalam nominal besar telah dikeluarkan. 

Menindaklanjuti kekhawatiran ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menginformasikan bahwa pemerintah telah membuat suatu aplikasi super sebagai pengganti 2.400 aplikasi tersebut. Pertanyaan  yang mungkin timbul di benakmu, apakah bisa menggantikan aplikasi-aplikasi yang telah ada dengan satu super apps saja?

Berkaca dari JAKI: Integrasikan 50 Aplikasi untuk Warga Jakarta

Tentu saja bisa! Buktinya, Jakarta sudah menerapkan pengintegrasian data dan layanan untuk masyarakat sejak 2019 melalui JAKI (Jakarta Kini). JAKI merupakan super apps yang mengintegrasikan lebih dari 50 aplikasi milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Alhasil, seluruh layanan dalam berbagai aspek bisa diakses warga melalui satu pintu. Misalnya, dalam upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, pengguna JAKI dapat melihat data Covid-19 harian, uji risiko mandiri Covid-19, cek jadwal vaksinasi, hingga mendaftarkan diri untuk divaksin. Berkat JAKI, Pemprov DKI Jakarta dapat menghadapi tantangan seperti inefisiensi birokrasi yang sebelumnya dialami. Warga pun bisa merasa lebih dekat dengan layanan yang dibutuhkan, sedekat dengan gadget mereka.

Bagaimana JAKI Bekerja?

JAKI dikembangkan dengan tiga transformasi, yakni Kebijakan Open API, Kolaborasi Pengembangan Sistem, dan Integrasi Layanan. Jakarta punya jutaan data dari berbagai instansi pemerintah maupun masyarakat. Sebelum ada JAKI, setiap dinas harus mengumpulkan data-data di berbagai server yang tidak terstandarisasi tersebut. Dinas-dinas ini juga mengembangkan layanan publik secara terpisah tanpa adanya kolaborasi antar satu sama lain. Pemprov DKI Jakarta kemudian menstandarisasi dan mengintegrasikan seluruh data ini, lalu menyediakan Open API agar dapat diakses seluruh instansi dan masyarakat. Tak hanya bekerja sendiri, Pemprov DKI berupaya mewujudkan kota kolaborasi, dengan mengajak pengembang sistem untuk membuat layanan publik, baik pengembang dari dalam maupun luar pemerintahan. Dengan kolaborasi ini, Pemprov DKI dapat lebih cepat mengembangkan layanan masyarakat. Barulah nantinya, layanan ini akan diintegrasikan ke dalam layanan mobile yang terintegrasi. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang minim kendala dan saling terhubung, agar warga bisa mendapatkan akses layanan publik yang lebih baik. 

Dampak JAKI: Bangun Jakarta Lebih Baik 

Kehadiran JAKI membawa perubahan bagi Jakarta, terutama dalam akses layanan publik dan transparansi informasi.

Daftar Vaksinasi Covid-19 dalam Satu Genggaman

Pada awal pelaksanaan vaksinasi Covid-19, warga yang ingin divaksin harus mendaftar langsung ke lokasi vaksinasi. Tentunya ini memakan waktu dan mengeluarkan usaha yang tak sedikit. Sistem harus datang ke lokasi pun ternyata membuat beberapa informasi vaksinasi tak sampai kepada mereka yang tak ada di lokasi. Karena itu, ketika ada inisiasi percepatan vaksinasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City sigap mengembangkan fitur Pendaftaran Vaksinasi Covid-19. Dengan fitur ini, warga dapat mendaftar vaksinasi dalam 2-3 menit saja. Hingga 22 Juli 2022, sebanyak 923.316 warga telah mendaftarkan diri untuk divaksin melalui JAKI, sehingga mengantarkan Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mencapai target vaksinasinya.

Kirim Laporan Permasalahan Kota melalui JakLapor

Dengan JAKI, partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota juga menjadi lebih efisien dan signifikan. Biasanya, pelaporan masalah di sekitar tempat tinggal bisa diadukan kepada Ketua RT atau sejenisnya. Barulah kemudian Ketua RT dapat menindaklanjuti laporan warganya. Tetapi, dengan keterbatasan wewenang, sistem pelaporan seperti ini sedikit kurang efisien. Bahkan, ada beberapa permasalahan yang membuat warga bingung harus melapor kepada siapa. Namun, setelah ada JAKI, masyarakat bisa melaporkan permasalahan kota yang ada di sekitarnya, seperti pungutan liar, genangan air, pelanggaran protokol Covid-19, dan sebagainya, dengan memotret masalah serta mengirim deskripsinya. Hanya butuh waktu berkisar 3-5 menit, dan laporan akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas. Tak perlu takut, identitasmu akan otomatis anonim, sehingga keamanan pelapor terjaga. Laporan yang kamu kirim bisa dilacak pula secara real-time statusnya melalui fitur JakRespons.

Berikan Akses Internet Gratis JakWifi

Tak bisa dipungkiri, setelah pandemi Covid-19 melanda, peradaban manusia pun berubah, termasuk budaya digital. Seiring dengan pembatasan mobilitas, masyarakat dituntut untuk berkegiatan secara daring, misalnya sekolah atau bekerja. Namun, di sisi lain, akses internet di Jakarta pada awal pandemi belum merata. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta melengkapi JAKI dengan satu fitur bernama JakWifi. Lewat fitur ini, kita dapat mengetahui lokasi titik Wi-Fi gratis yang tersebar di lima wilayah Kota Administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Lokasi-lokasi yang dipilih diupayakan merata, dengan prioritas pada lingkungan dengan masyarakat menengah ke bawah dan padat penduduk. 


 

Kini, dua tahun lebih setelah pandemi, JakWifi mulai dikembangkan untuk memfasilitasi warga Jakarta bekerja dari mana saja dan kapan saja, melalui program Digital Nomad Jakarta. Pemprov DKI memaksimalkan ruang publik di Jakarta dan Kepulauan Seribu dengan akses Wi-Fi gratis, transportasi, hingga akomodasi. 

JakWarta Bagikan Informasi Terakurat dan Anti telat

Selama pandemi Covid-19 penting untuk memastikan bahwa sumber berita yang kamu akses akurat. Dengan begitu, kamu tak akan mudah termakan hoaks mengenai Covid-19 ataupun informasi lainnya di Jakarta. Perkembangan kasus juga berjalan begitu cepat, membuat kamu harus mengakses sumber dengan informasi yang up-to-date. Di JakWarta, semua kebutuhan ini terpenuhi. Informasi-informasi penting, seperti data kasus harian Covid-19, peta persebaran kasus, jadwal vaksinasi, informasi bantuan sosial, sampai informasi non-Covid-19 lain semisal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  dan prediksi cuaca, bisa kamu dapatkan. Beberapa berita yang mendesak juga dihadirkan dengan push notification, sehingga kamu tak perlu takut ketinggalan informasi. 


 

Keberhasilan JAKI Bantu Jutaan Warga Jakarta

Hingga saat ini, lebih dari dua juta orang telah mengunduh aplikasi JAKI. Sejumlah penghargaan juga telah disabet oleh aplikasi ini, membuktikan kesuksesannya di kancah nasional maupun internasional. Sebut saja Gold Medal Kategori Sektor Publik pada ASEAN ICT Awards 2021, Runner-Up E-Government Category pada WSIS Prizes 2021, Best Future of Digital Innovation pada IDC Smart City Asia Pacific Awards 2021, Gold Medal e-Government Category pada National Competition IdenTIK, TOP Digital Implementation 2020 Province Government Level Starts 5 pada TOP Digital Awards 2020, dan lainnya. 

Prestasi yang berhasil diraih JAKI menjadi awal babak baru dalam pengembangan aplikasi JAKI. Ke depannya, fitur-fitur tersebut akan terus dikembangkan. Selain itu, sederet fitur baru akan bergabung mengisi super apps ini seperti, fitur pelayanan penyediaan darah. Bersama para kolaborator, fitur-fitur ini akan terus dikembangkan Pemprov DKI Jakarta, sehingga memberikan layanan terpersonalisasi dalam JAKI sebagai one-stop-service bagi setiap warga yang menggunakannya.

Kesimpulannya, jika berkaca pada integrasi lebih dari 50 fitur di JAKI, bukan tidak mungkin hal ini dapat diterapkan di skala nasional. Dengan data dan layanan yang terpusat nantinya, semoga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Terkait aplikasi yang akan menjadi terpusat dan terpadu, kita tunggu berita berikutnya, ya! 

Artikel Smart Governance Lainnya

Sehubungan dengan musim hujan, berikut laporan warga terkait banjir dan tidak lanjutnya periode Januari-Februari 2024.

Pada 2023, ada beberapa pencapaian yang diraih JSC. Lihat selengkapnya di Laporan Tahunan ini, yuk!

Jakarta Smart City mendapat sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 terkait pengelolaan keamanan informasi. Baca selengkapnya di sini.

Kota global Jakarta perlu kapasitas riset yang baik dan terus-menerus. Salah satunya penyajian open data melalui dashboard-dashboard ini.

Inilah smart governance, pilar smart city yang bersinergi dengan warga dan mendorong kota global. Baca selengkapnya di sini, ya!

Tahun ini, 30 tahun Jakarta dan Berlin bersinergi sebagai sister city. AsiaBerlin, merayakannya lewat acara Jakarta x Berlin.