Begini Cara Menghadapi Cuaca Panas Jakarta

Oleh:Amira Sofa

Editor:Ramdan Malik Batubara, Aditya Gagat Hanggara

10 Mei 2023

Setuju enggak,Smartcitizen, kalau beberapa waktu terakhir Jakarta sedang panas-panasnya? Kamu mungkin merasakan sengatan matahari yang ekstrem ini saat sedang berjalan kaki atau menunggu transportasi umum. Ternyata, cuaca ekstrem ini tak cuma terjadi di Jakarta saja loh, tapi juga di beberapa daerah di Indonesia. Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas yang melanda Indonesia saat ini disebabkan oleh gerak semu matahari yang biasa terjadi setiap tahun. Tahun lalu pun kita pernah mengalami kondisi serupa. 

Baca juga: Tips Mengatasi Hawa Panas Jakarta

Terus, apa aja nihyang bisa kita lakukan buat menghadapi  cuaca ekstrem di Jakarta? Gimana pula upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memitigasi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir? Yuk, cari tahu selengkapnya. 

Kondisi Terkini Cuaca Panas Jakarta

Sebelum mencari tahu beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi cuaca panas, ada baiknya menengok sedikit kondisi cuaca panas Jakarta beberapa waktu terakhir. Siklus gerak semu matahari memicu kenaikan suhu pada April 2023. 

Pada 5 Mei 2023, prakiraan cuacaBMKG menyatakan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu akan cerah berawan pagi ini. Sedangkan pada siang hari, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, serta Kepulauan Seribu akan tetap cerah berawan, namun Jakarta Barat dan Jakarta Timur hujan sedang, serta Jakarta Selatan hujan petir. Sementara pada malam hari, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diperkirakan hujan ringan serta Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu cerah berawan. Pada dini hari, seluruh kota administrasi diprediksi cerah berawan. Dari prakiraan cuaca ini, dapat disimpulkan kalau cuaca Jakarta mudah berubah-ubah, seiring dengan transisi dari musim hujan ke kemarau. Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei hingga akhir September.
 

Lalu, mengingat cuaca panas Jakarta saat ini disebabkan oleh gerak semu matahari, apakah ada hubungannya gelombang panas? Seperti diketahui, fenomena 2023 Asia Heatwave atau Gelombang Panas Asia 2023 telah melanda dan mempengaruhi banyak negara Asia sejak bulan April. Misalnya India, Bangladesh, Cina, Thailand, dan Vietnam. Kabar baiknya, BMKG mengonfirmasibahwa cuaca panas yang terjadi di Indonesia, termasuk Jakarta, tidak tergolong gelombang panas, baik dilihat dari karakteristik fenomena maupun indikator statistik. Suhu maksimum harian di Jakarta pun sudah mulai turun.

Tips Menghadapi Cuaca Panas 

Cuaca panas yang ekstrem berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan dalam beraktivitas. Untuk meminimalkan hal tersebut, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut: 

  1. Minum air mineral yang cukup.

Supaya tak mengalami dehidrasi, kamu perlu memerhatikan asupan air, terlebih saat cuaca panas seperti sekarang. Disarankan untuk mengonsumsi dua liter air per hari dan mengurangi konsumsi kafein, alkohol, serta minuman manis. Sedikit tips agar penyerapan air ke dalam tubuh maksimal, kamu bisa minum air dalam jumlah yang sedikit, tetapi perbanyak frekuensinya. 

Menghadapi cuaca panas dengan minum air mineral yang cukup

  1. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat.

Kalau kamu banyak berkegiatan di luar ruangan atau ruangan tanpa pendingin, pastikan memakai pakaian berbahan dingin dan menyerap keringat, misalnya katun. Hindari pula warna pakaian yang gelap, karena hanya akan semakin menyerap panas. 

  1. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari.

Jika memungkinkan, kamu bisa hindari paparan sinar matahari yang berlebihan dengan beraktivitas di dalam ruangan atau membatasi waktu aktivitas di luar ruangan. Tapi jika tidak bisa, kamu tetap dapat beraktivitas dengan memakai topi atau payung.

Menghadapi cuaca panas dengan memakai payung

  1. Atur rumah agar tak terasa panas.

Buat kamu yang banyak beraktivitas di rumah, penting untuk mengatur rumah agar tidak terasa panas. Selain menggunakan Air Conditioner (AC) atau kipas angin, kamu juga bisa menutup pintu atau jendela pada siang hari agar panas matahari tak masuk.
 

  1. Pakai
sunscreendengan proteksi UV.

Cuaca panas tak hanya membuat kurang nyaman untuk berkegiatan, tapi juga bisa mengancam kesehatan, termasuk kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan berpotensi mengusamkan kulit dan membuat iritasi. Bahkan, paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari bisa mengakibatkan kanker kulit jika intensitasnya tinggi. Karena itu, hindari potensi tersebut dengan memakai sunscreen atau sunblock pada wajah dan tubuh, baik saat di luar maupun dalam ruangan. Untuk penggunaan sunscreen pada wajah, disarankan untuk pakai SPF (Sun Protection Factor) minimal 30 dan maksimal 50, ya. 

Menghadapi cuaca panas dengan memakai sunscreen

Berbagai Upaya Pemprov DKI Atasi Cuaca Panas

Jika dilihat dari kacamata yang lebih luas, cuaca panas bisa saja diakibatkan oleh perubahan iklim. Isu yang lebih besar ini tak hanya memerlukan partisipasi Smartcitizen dalam menghadapi dampak cuaca panas, tapi juga pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi. Berikut ini ragam upayaPemprov DKI Jakarta dalam memitigasi perubahan iklim: 

  1. Membangun Ruang Terbuka Hijau.

Beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI Jakarta intens membangun Ruang Terbuka Hijau, seperti taman dan hutan kota. Per Oktober 2022, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta mencatat, lebih dari 420 taman dibangun dan direvitalisasi, serta lebih dari 200.000 pohon ditanam. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengupayakan agar masyarakat dapat mengakses taman dan hutan kota dalam radius 800 meter hanya dengan berjalan kaki. Dengan lebih inklusif dan merata Ruang Terbuka Hijau, diharapkan dapat menyerap karbondioksida, menghasilkan lebih banyak oksigen, menurunkan suhu panas, dan memberikan udara sejuk bagi Jakarta. 

Mengatasi cuaca panas dengan membangun Ruang Terbuka Hijau

  1. Memberdayakan Pejalan Kaki dan Pesepeda.

Dalam upaya memitigasi perubahan iklim, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan Jakarta sebagai kota transit yang memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda. Per Oktober 2022, terdapat trotoar sepanjang 265 kilometer, 103 kilometer jalur sepeda, dan 67 spot untuk bike sharing. Selain itu, beberapa ruang publik di Jakarta, seperti Kota Tua dan Tebet Eco Park dibangun dengan menerapkan konsep Low Emission Zone (LEZ). Konsep LEZ ini membatasi akses beberapa jenis kendaraan berpolusi agar lebih ramah lingkungan. Sebagai alternatif, kawasan LEZ diintegrasikan dengan berbagai moda transportasi publik, supaya tetap mudah dijangkau masyarakat. 

Mengatasi cuaca panas dengan memberdayakan pejalan kaki dan pesepeda

  1. Mengintegrasikan Moda Transportasi.

Mendukung peralihan kendaraan pribadi ke transportasi umum, Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi di bawah naungan JakLingko. Sistem integrasi yang dilakukan meliputi dari stasiun hingga tarif. Sebut saja stasiun MRT Jakarta yang terhubung dengan Halte Transjakarta dan Stasiun KRL, kemudian integrasi ruang yang terdiri dari sembilan simpul integrasi antarmoda, 14 jembatan penyeberangan orang (JPO) baru, dan revitalisasi serta interkoneksi bawah tanah pertama MRT.

Mengatasi cuaca panas dengan mengintegrasikan moda transportasi

Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi cuaca panas Jakarta beserta beberapa upaya Pemprov DKI dalam memitigasinya. Buat kamu yang ingin berkontribusi lebih lanjut dalam mencegah perubahan iklim, JAKI punya fitur Daftar, cek lokasi dan hasil uji emisi untuk pesan uji emisi kendaraan, serta cek hasil dan lokasi tempat uji emisi. Belum punya JAKI? Download melalui Google Play Storeataupun Apple App Store. Yuk, ambil langkah untuk bantu menghadapi dan meminimalkan cuaca panas di  Jakarta!

Artikel Smart Environment Lainnya

Memiliki kawasan pesisir, Jakarta Utara menjadi lokasi NCICD. Proyek ini berguna sebagai solusi banjir dan peningkatan kualitas hidup warga.

RDF Plant Jakarta di Rorotan merupakan tempat pengelolaan sampah, mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif. Yuk, intip inovasi dari Jakarta ini!

Sungai di Jakarta merupakan sumber kehidupan warga. Untuk itu, kamu perlu tahu tiga pencemar utama sungai. Baca juga cara meminimalkannya di sini.

Bertransformasi menjadi kota global, Jakarta perlu terus menjaga lingkungannya. Inilah hal-hal yang dilakukan supaya emisi karbon berkurang.

Musim hujan di Jakarta bikin lingkungan rentan terhadap banjir. Inilah yang dilakukan Pemprov DKI supaya warganya tetap aman.

Curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir. Memasuki musim hujan, ini cara mencegah banjir yang perlu kamu tahu.