Ketahui Pembatasan Lalu Lintas Ganjil Genap di Jakarta

JSC | 5 years ago

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerbitkan peraturan resmi penggunaan transportasi umum selama pandemi, salah satunya dengan meniadakan pembatasan lalu lintas ganjil genap di Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019, pemberlakuan ganjil genap normalnya berlangsung dari Senin sampai Jumat pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Penentuan ganjil genap adalah pada angka terakhir nomor polisi kendaraan. Angka nol (0) dianggap genap. Untuk angka terakhir ganjil maka kendaraan boleh beroperasi pada tanggal ganjil, sedangkan angka genap untuk tanggal genap. Kebijakan ini pada mulanya dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang jalan di Jakarta. Masyarakat diharapkan beralih menggunakan transportasi umum dari kendaraan pribadi untuk mengantisipasi kemacetan. Akan tetapi, seperti kita tahu, Jakarta menerapkan PSBB selama pandemi. Kapasitas transportasi umum diperketat hingga 50% demi mencegah klaster baru penyebaran COVID-19. Sehingga, untuk sekarang, kebijakan ganjil-genap dianggap kurang efektif.

Lebih lanjut, kebijakan peniadaan ganjil-genap tertulis dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Coronavirus Disease 2020. Peraturan Gubernur (Pergub) tersebut mengatur beberapa poin yang mencakup kebijakan ganjil genap, mobilitas kendaraan pribadi, kendaraan angkutan umum massal, hingga layanan transportasi daring. 

Nah, berikut ini adalah beberapa poin Pergub yang Smartcitizen perlu ketahui mengenai kebijakan transportasi umum selama masa PSBB:

Kapasitas Maksimal Penumpang Kendaraan Pribadi Adalah 50%

Apabila Smartcitizen menggunakan kendaraan pribadi, maka jumlah orang yang boleh ikut di dalam kendaraan hanya 50% dari kapasitas normal dan dalam satu baris hanya boleh diisi maksimal 2 orang. Tetapi, apabila seluruh penumpang tinggal di rumah yang sama, kamu tidak wajib mengikuti aturan ini.

Kapasitas maksimal Penumpang Kendaraan Umum Adalah 50%

Untuk kamu yang masih bermobilitas dengan kendaraan umum, wajib memperhatikan kapasitas penumpang di moda transportasi yang digunakan. Berdasarkan Pergub, kapasitas angkut mobil penumpang, mobil bus, angkutan perairan, serta angkutan perkeretaapian paling banyak 50% dari kapasitas normal. Aturan ini juga berlaku untuk taksi online dan konvensional serta kendaraan rental.

Jika jumlah penumpang di unit kendaraan tersebut sudah agak penuh, lebih baik tunggu keberangkatan selanjutnya agar tetap aman. Plus masker jangan sampai kendor ya, Smartcitizen!

Ojek Online dan Ojek Pangkalan Diperbolehkan Angkut Penumpang

Dengan catatan, selalu patuh dengan protokol pencegahan Covid-19. Bagi penumpang, disarankan membawa helm sendiri agar lebih aman. Sementara itu, bagi ojek yang sedang memarkir kendaraannya, wajib menjaga jarak minimal satu meter dan dilarang berkerumun lebih dari lima orang.

Peniadaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day)

Selama ini Hari Bebas Kendaraan Bermotor selalu dinanti warga dengan antusias. Namun, dengan diterapkan PSBB, agenda ini diberhentikan sementara sampai keadaan kembali kondusif. Meskipun begitu, jangan sedih ya, Smartcitizen! Kamu tetap bisa berolahraga ringan di daerah sekitar rumahmu, kok!

Sanksi Bagi Pelanggar

Bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker sesuai dengan standar kesehatan ketika berada di luar rumah, dikenai sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif paling banyak Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sementara itu untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab transportasi umum (termasuk perusahaan aplikasi transportasi daring) yang tidak mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan, diberikan sanksi administratif paling banyak Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) serta pembekuan sementara izin hingga pencabutan izin bila masih melanggar.

Demikianlah poin-poin yang wajib kamu perhatikan soal transportasi umum selama masa PSBB di Jakarta, Smartcitizen! Mari bersama-sama hentikan laju penyebaran virus corona dengan cara jauhi kerumunan, gunakan masker, dan jangan lupa rajin cuci tangan, ya!

 

 

------

Teresa Simorangkir

Artikel lainnya

JSC Talks Vol. 1: Mengenal Kanal Pengaduan Masyarakat

Pada 5 Mei 2020, episode perdana JSC Talks telah tayang secara langsung via YouTube serta dari aplikasi Zoom bagi peserta yang mendaftar terlebih dahulu. Tapi sebentar, JSC Talks itu apa? Seperti yang ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City