Hal yang Harus Dilakukan Jika Kamu Positif Covid-19

JSC | 2 months ago

Semakin hari kita kian dekat ke akhir 2020. Namun tidak berarti semua kesulitan yang kita hadapi pada tahun ini akan langsung sirna ketika kalender berganti. Dampak pandemi Covid-19 masih sangat terasa di Jakarta serta dunia, sehingga kewaspadaan atas kesehatan tetap harus dijaga. Oleh karena itu, bagi kamu yang lupa atau bahkan yang masih kebingungan, ada baiknya kita meninjau kembali segala hal yang kita ketahui tentang Covid-19. Lalu apa saja yang perlu dilakukan jika kita atau seseorang yang kita kenal dinyatakan positif?

Lapor Diri Jika Terekspos atau Terinfeksi

Ada berbagai situasi yang berisiko menyebabkan penularan Covid-19. Namun yang paling umum dan penting untuk diperhatikan adalah melalui kontak dekat dengan pasien positif. Ini berlaku bagi para petugas kesehatan yang setiap hari merawat pasien. Begitu pula bagi masyarakat umum yang sempat berinteraksi jarak dekat atau berada dalam satu ruangan dengan teman kantor, anggota rumah tangga, serta keluarga yang kemudian dinyatakan positif Covid-19. 

Bila hal ini terjadi padamu dalam 14 hari terakhir, maka yang harus kamu lakukan pertama-tama adalah tetap tenang dan jangan panik, namun tetap waspada. Sesegera mungkin berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah kamu benar-benar tertular, dan mungkin mengambil sampel swab untuk tes PCR. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan petugas Tim Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan dengan menghubungi nomor 112 atau 081112112112, baik lewat telepon atau pesan Whatsapp. Jadi, hal terpenting yang harus kamu lakukan pertama adalah melaporkan kondisimu kepada petugas kesehatan.

Selain itu, kasus kontak dekat juga bisa terjadi bila kamu sempat berada dalam satu gedung dengan kasus positif, misalnya di kantor atau tempat umum lainnya. Kamu pun bisa mengetahui hal ini jika dihubungi oleh petugas kesehatan yang melakukan proses pelacakan kontak. Dalam kondisi ini, kamu disarankan untuk melapor kepada pimpinan kantor atau pengelola gedung, untuk kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Kecamatan setempat. Petugas kesehatan pun akan memberikan arahan sesuai dengan situasi dan kondisi. Bila perlu, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium, selain mereka yang memiliki riwayat kontak akan diminta untuk menjalani isolasi mandiri.

Lakukan Isolasi Mandiri

Jika kamu telah melakukan tes PCR atau dinyatakan positif Covid-19, segera lakukan isolasi mandiri! Hindari berkontak dengan orang lain meskipun kamu merasa baik-baik saja atau tidak timbul gejala. Namun, jika timbul gejala, seperti bentuk demam atau batuk, atau merasa tidak enak badan, hal yang terbaik untuk dilakukan adalah tidak meninggalkan rumah dan menjalankan isolasi mandiri. Pada tahap ini, kamu juga harus melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Proses ini perlu kamu jalankan selama 10-14 hari. Hal yang sama perlu kamu anjurkan untuk keluarga atau anggota rumah tangga lainnya yang merasa tidak enak badan atau memiliki riwayat kontak dengan pasien positif dalam 14 hari terakhir. 

Setelah dilaporkan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan, tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan penilaian, apakah kamu9 dapat melaksanakan isolasi mandiri di rumah atau harus dirujuk ke rumah sakit maupun lokasi isolasi mandiri yang telah disediakan. Jika isolasi dilaksanakan di rumah sendiri, jangan lupa untuk memisahkan kamar tidur, alat makan, alat mandi, dan sebagainya, untuk mencegah penularan kepada anggota rumah yang lain. Petugas kesehatan juga akan melakukan pemantauan kondisi harian dan pemeriksaan berkala untuk pasien yang diisolasi. 

Proses karantina akan selesai setelah 10-14 hari, walaupun hasil tes setelah dua minggu tersebut masih positif. Karena berdasarkan hasil penelitian terbaru, virus Covid-19 yang berusia lebih dari 10 hari tidak menular kepada orang lain. Kecuali jika kondisi gejala bertambah parah, yang berarti kamu harus langsung menghubungi fasilitas kesehatan agar bisa segera dirujuk ke rumah sakit. Perlu diingat pula, meskipun kamu pernah tertular Covid-19, melaksanakan isolasi mandiri, dan sudah dinyatakan negatif, tidak berarti kamu kebal. Faktanya, virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 memiliki beberapa tipe strain, sehingga kamu masih bisa tertular dengan strain virus yang berbeda, walaupun sudah sembuh.

Ayo tetap waspada kesehatan menyambut tahun 2021! Dengan kewaspadaan dan ketertiban kita semua, semoga kita bisa kembali produktif, aman, serta sehat pada tahun baru mendatang.

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Pemanfaatan Teknologi Informasi di Terminal Pulogebang

Transportasi merupakan salah satu penunjang kehidupan perkotaan dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi salah satunya Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City