Jajal Fitur Buku Tamu Digital JAKI di Sini, Yuk!

JSC | 29 days ago

Smartcitizen, sebagian dari kamu tentu sudah mendengar Jejak yang sekarang menjadi fitur baru di aplikasi JAKI. Ya fitur baru ini dikembangkan oleh Jakarta Smart City bersama Cartenz sebagai buku tamu digital berbasis kode QR yang bisa digunakan oleh pengelola dan tamu gedung untuk menjaga kapasitas aman di tengah masa pandemi Covid-19. Namun, agar fitur ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan seoptimal mungkin, sejak Kamis (10/12) lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan sosialisasi publik tentang tata cara penggunaan buku tamu digital ini. Tipe lokasi yang terpilih untuk acara sosialisasi ini pun beragam, mulai dari bioskop, kantor, museum, restoran, sampai gedung pemerintahan. Untuk menjajal fitur ini, kamu bisa mampir ke tempat-tempat berikut ini:

  1. Museum Sejarah Jakarta;

  2. Museum Seni Rupa dan Keramik;

  3. Museum Wayang;

  4. Tokyo Belly Kuningan City;

  5. The People's Cafe Kuningan City;

  6. Fitness First Pacific Place;

  7. Cinepolis Pluit Village;

  8. Cinepolis Plaza Semanggi;

  9. CGV Green Pramuka Mall;

  10. CGV Transmart Cempaka Putih;

  11. CGV Aeon Mall JGC;

  12. PT Damai Indah Golf, Tbk;

  13. Gedung Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta;

  14. Gedung Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta;

  15. Gedung Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta;

  16. Kantor Wali Kota Jakarta Pusat;

  17. Kantor Kecamatan Sawah Besar;

  18. Kantor Kelurahan Karang Anyar;

  19. Kantor Wali Kota Jakarta Utara; 

  20. Kantor Kecamatan Penjaringan;

  21. Kantor Kelurahan Sunter Agung;

  22. Kantor Wali Kota Jakarta Barat;

  23. Kantor Kecamatan Palmerah;

  24. Kantor Kelurahan Cengkareng Barat;

  25. Kantor Wali Kota Jakarta Selatan;

  26. Kantor Kecamatan Kebayoran Lama;

  27. Kantor Kelurahan Cilandak Barat;

  28. Kantor Wali Kota Jakarta Timur;

  29. Kantor Kecamatan Matraman;

  30. Kantor Kelurahan Pulo Gebang;

  31. Kantor Bupati Kepulauan Seribu;

  32. Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara;

  33. Kantor Kelurahan Pulau Pari.

JAKI, Jejak, contact tracing Jakarta, Covid-19 Jakarta

[Begini cara fitur Jejak di JAKI cegah kluster baru]

JAKI, Jejak, contact tracing Jakarta, Covid-19 Jakarta

Jejak Bantu Upaya Surveilans Kesehatan

Sebelum fitur Jejak atau buku tamu digital ada, Pemprov DKI Jakarta memang sudah menginstruksikan kepada setiap  pengelola gedung atau tempat umum yang diizinkan beroperasi selama masa transisi untuk menggunakan buku tamu dalam urusan pencatatan serta pengawasan pergerakan keluar-masuk pengunjung maupun staf gedung. Selain mendukung Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 101 Tahun 2020, pemerintah menilai langkah ini bertujuan untuk memudahkan upaya surveilans kesehatan, khususnya terkait keperluan pelacakan kontak (contact tracing) apabila salah satu tamu atau staf terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, mengingat pada waktu itu sistem buku tamu ini masih berupa buku tamu biasa, maka pemantauan kapasitas gedung hanya bisa dilakukan secara manual. Selain itu, ada beberapa celah lain yang membuat risiko virus Corona di dalam gedung tetap ada. Misalnya tamu yang sengaja atau tidak sengaja memberikan nomor telepon yang salah, sehingga pelacakan akan sulit dilakukan. 

Oleh sebab itu, kehadiran fitur buku tamu digital di JAKI menjadi kabar baik bagi tamu dan juga pengelola gedung. Karena mereka bisa merasa lebih aman berkegiatan di dalam gedung, berkat pemantauan kapasitas yang dilakukan secara real-time dan otomatis serta sudah terintegrasi dalam sistem.

Kepala BLUD Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha, meyakini fitur Jejak merupakan solusi tepat untuk meningkatkan efektivitas upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah timbulnya klaster penyebaran baru.

“Uji coba fitur Jejak di beberapa lokasi di Jakarta, pertama adalah untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dalam pengaturan dan pengendalian kapasitas gedung serta ruangan di lingkungan Pemprov atau tempat-tempat umum lainnya. Kemudian, pemanfaatan ini juga akan membantu Pemprov DKI dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan surveilans epidemiologi, sehingga kami bisa mengetahui klaster-klaster yang terdampak Covid-19 lebih tepat dan cepat,” terang Yudhistira.

JAKI, Jejak, contact tracing Jakarta, Covid-19 Jakarta

Cara Gampang Tetap Aman dalam Gedung

Jadi, kamu sudah tahu kan bahwa fitur buku tamu digital JAKI memiliki tujuan utama mencegah klaster penyebaran Covid-19 baru melalui pengendalian kapasitas di tempat umum. Mungkin kamu sekarang penasaran tentang cara memakainya. Untungnya, buku tamu digital JAKI mudah untuk digunakan agar kamu tetap aman beraktivitas dalam gedung.  Karena fitur Jejak sekarang sudah terintegrasi secara native, jadi kamu nggak perlu lagi mengunduh aplikasi baru di luar ekosistem JAKI.

Alasan mengapa fitur Jejak begitu mudah digunakan terletak pada teknologi kode QR yang hanya membutuhkan akses kamera di smartphone-mu. Jadi, setelah membuka aplikasi JAKI dan kemudian memilih fitur Jejak, yang perlu kamu lakukan cukup mengambil gambar kode QR di pintu masuk gedung yang sudah disebutkan di atas. Cara seperti ini juga membantu pengelola gedung atau petugas yang berjaga mengawasi pintu masuk dan keluar dengan lebih mudah. Melalui buku tamu digital, proses verifikasi sudah dilakukan secara otomatis dan mereka nggak perlu khawatir salah mencatat nama serta nomor telepon setiap pengunjung.

“Jejak sangat memudahkan para tamu karena mereka bisa terpantau dengan scan, tanpa perlu kontak tangan atau kontak fisik langsung dengan kami untuk meminjamkan alat tulis kemudian bersentuhan dengan buku tamu biasa. Jadi sangat mudah sekali dan menurut saya efektif untuk mencegah penularan Covid-19,” kesan Rika, salah satu petugas yang berjaga di Kantor Walikota Jakarta Pusat, setelah menyaksikan sosialisasi dan uji coba fitur Jejak di aplikasi JAKI.

[Lihat bagaimana fitur buku tamu digital di JAKI bekerja]

Pengembangan hingga akhirnya peluncuran serta sosialisasi buku tamu digital merupakan bukti kelanjutan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan solusi permasalahan yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah bagi masyarakat di kala pandemi. Ke depannya, diharapkan fitur ini dapat diimplementasikan secara lebih luas di tempat-tempat umum yang saat ini diizinkan beroperasi, agar warga bisa berkegiatan secara lebih aman tanpa perlu merasa khawatir. 

Meskipun begitu, bila kamu hendak memasuki gedung, jangan lupa ya Smartcitizen untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, agar rantai pandemi Covid-19 di Jakarta bisa segera berakhir.

JAKI, Jejak, contact tracing Jakarta, Covid-19 Jakarta

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

Rute Baru Tanpa Transit, Perjalanan Menjadi Lebih Cepat

Untuk peningkatan layanan kepada pelanggan, Transjakarta membuka rute-rute langsung. Dengan rute langsung ini akan mempercepat waktu perjalanan pelanggan Transjakarta. Karena tidak berpindah koridor ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City