Cegah Kluster Baru dengan Fitur Jejak di JAKI

JSC | 2 months ago

Bagi warga Jakarta yang masih beraktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19, banyak tindakan pencegahan yang perlu diperhatikan. Apalagi yang secara rutin berada di ruangan tertutup, seperti karyawan kantor. Dengan penerapan protokol PSBB yang tertib sekalipun, risiko kemunculan klaster penularan baru dalam lingkungan seperti gedung perkantoran akan tetap ada walaupun kecil. 

Oleh karena itu, sejumlah gedung dan area umum mulai memanfaatkan checkpoint monitoring yang mewajibkan pengunjung untuk check-in/check-out, atau mendaftarkan diri terlebih dahulu sebelum masuk serta keluar dari lokasi tersebut. Pencatatan riwayat kunjungan ini akan sangat berguna bila ditemukan klaster penularan baru. Petugas tanggap Covid-19 dapat dengan mudah menggunakan data yang terekam oleh proses checkpoint monitoring, untuk mengetahui siapa saja orang yang pernah berkunjung ke lokasi terkait dan berisiko tertular, menghubungi individu-individu tersebut, lalu mengimbau mereka untuk segera mengisolasikan diri sebelum terjadi penularan lebih lanjut.

Tetap Aman Hanya Menggunakan Kode QR dan Kamera Smartphone

Sekali lagi, Pemprov DKI Jakarta, berkolaborasi dengan Cartenz, memudahkan proses checkpoint monitoring dengan mempersembahkan fitur terbaru di JAKI: Jejak. Fitur Jejak akan memfasilitasi warga yang sering mengunjungi wilayah umum serta pengelola gedung yang kerap mendapat pengunjung. Cara kerja teknologi ini pun sangatlah sederhana, karena hanya memanfaatkan kamera smartphone dan kode QR yang bisa bekerja secara dua arah. Di lokasi yang sudah terdaftar pada Jejak, akan dipasang kode QR di pintu masuk serta keluar. Kode ini perlu dipindai menggunakan kamera smartphone-mu, sehingga kunjunganmu ke lokasi tersebut dapat dicatat. Sebaliknya, kamu juga akan diberikan kode QR unik sebagai identitas yang akan dipindai oleh petugas ketika kamu masuk dan keluar dari lokasi terkait. Tidak perlu khawatir, informasi pribadi kamu tetap rahasia dan terjamin keamanannya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Fungsi Lain Fitur Jejak

Selain untuk pemindaian kode QR, Jejak juga mempunyai sejumlah kegunaan lain. Selama kamu check-in menggunakan Jejak, semua riwayat perjalananmu dalam 14 hari terakhir akan tercatat dan dapat dilihat kembali. Salah satu fitur canggih mendatang dapat digunakan untuk mengecek berapa pengguna Jejak yang sedang berada di dalam sebuah lokasi terdaftar. Fitur ini juga akan mengetahui berapa jumlah pengguna yang berstatus normal, suspek, probable, bahkan terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan begitu, kamu bisa selalu tahu, seberapa besar risiko yang kamu ambil ketika memasuki sebuah lokasi umum.

Dengan tambahan terbaru ini, fungsi aplikasi JAKI yang sudah beragam kian banyak lagi. Bersama fitur Zonasi, contact tracing, dan tes mandiri CLM, Jejak diharapkan dapat memberikan satu lapis perlindungan kembali kepada masyarakat Jakarta dalam menghadapi pandemi. Risiko selama beraktivitas di luar rumah akan diperjelas oleh Jejak, sehingga kita dapat mencegah dan memitigasinya dengan lebih efektif. JAKI memang bikin gampang untuk tetap aman selama pandemi! Kamu bisa mengunduh JAKI sekarang dari App Store atau Google Play Store.

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Tentang Uji Kir dan Perizinan Angkutan Sewa Berbasis Aplikasi

3.482 Taksi Berbasis Aplikasi Belum Uji Kir Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, berdasarkan data yang ada, saat ini dari total 5.003 unit kendaraan, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City