Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Keluar Rumah Saat Pandemi

JSC | 11 days ago

Tak terasa hampir tujuh bulan Jakarta terkurung oleh pandemi Covid-19, sejak ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) April lalu. Dalam jangka waktu tersebut, semua warga diimbau untuk melaksanakan semua aktivitas dari rumah masing-masing. Tak heran bila banyak orang yang merasa jenuh dan tak sabar untuk kembali bepergian ke luar rumah. Mungkin kamu pun salah satu dari mereka. Namun, sejak Jakarta kembali ke fase PSBB Transisi, pembatasan-pembatasan sedikit dilonggarkan, sehingga masyarakat mulai keluar rumah. Jika kamu keluar rumah sekarang dan memandang jalan-jalan ibu kota, kamu akan melihat para pejalan kaki bermasker melintasi trotoar, serta mobil dan motor berlalu-lalang di jalan raya. 

Kelihatannya semua sudah kembali normal. Sayangnya, faktanya belum begitu. Walaupun grafik kasus aktif mulai melandai, masih ada sekitar 1.000 kasus baru setiap hari di Jakarta. Pada 17 November, 7.000 orang masih dirawat atau diisolasi karena Covid-19. Oleh karena itu, kita semua masih perlu waspada ketika beraktivitas di luar rumah. Jadi ayo kita pelajari apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum keluar rumah, menurut informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Pelajari Potensi Risiko Jika Keluar Rumah

Walaupun terlihat aman, risiko penularan di lokasi-lokasi umum tidak pernah nol. Sebab itu, sangat penting bagi kamu yang berencana keluar rumah untuk menilai seberapa besar risiko yang akan kamu ambil bila kamu beraktivitas di luar. Cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  • Apakah Covid-19 sudah menyebar ke lingkungan sekitarmu dan seberapa banyak? 

  • Apakah kamu sedang sakit atau rentan terhadap penularan? 

  • Apakah kamu akan berkontak dekat dengan orang yang sakit atau tidak mengenakan masker? 

  • Hal apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mencegah penularan?

Faktor-faktor inilah yang harus dipertimbangkan sebelum meninggalkan rumah. Masalahnya, setiap lokasi akan memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu bisa menggunakan fitur Zonasi di aplikasi JAKI. Fitur yang merupakan bagian dari Jakarta Tanggap Covid-19 ini, dapat segera memperlihatkan apakah kamu berada dalam daerah berisiko tinggi (zona merah), serta berapa kasus terkonfirmasi yang ada di kelurahan-kelurahan terdekat. Manfaatkanlah fitur Zonasi untuk mengetahui tingkat risiko di lingkunganmu.

Hindari Kontak Erat dengan Banyak Orang

Dengan banyak pembatasan yang ditetapkan dalam beberapa bulan terakhir ini, mungkin pesannya sudah jelas bagi kamu. Semakin dekat kamu berinteraksi dengan orang lain dan kian lama interaksi tersebut, makin tinggi risiko penyebaran Covid-19. Jadi ada beberapa hal yang perlu dipikirkan. Misalnya pastikan jumlah orang yang akan berinteraksi denganmu saat beraktivitas, terutama jika mereka tidak mengenakan masker atau penjarakan fisik tidak memungkinkan. Berkontak dekat dengan orang lain dari rumah tangga yang berbeda juga sangat meningkatkan risiko. Terakhir, jangan lupa bahwa pembawa virus Corona tidak selalu menunjukkan gejala. Seseorang yang tidak batuk atau bersin tetap bisa menularkan Covid-19 melalui droplet saat berbicara, inilah pentingnya mengenakan masker.

Selain faktor jumlah, ada pula faktor ruang dan waktu. Ke manakah lokasi tujuanmu? Berinteraksi dengan banyak orang di dalam ruangan lebih berisiko dibandingkan di luar ruangan, apalagi jika penjarakan fisik tidak bisa terlaksana dengan tertib atau bila ventilasi udara tidak memadai. Jarak 1.5 meter antara setiap orang sangatlah penting, terutama untuk orang yang lebih rentan terhadap penularan seperti orang tua atau orang dengan kondisi medis. Lalu pikirkan berapa lama aktivitas tersebut akan berlangsung. Lebih lama kamu berada dalam lokasi umum bersama orang lain, lebih tinggi risiko penularan.

Jika kamu perlu masuk ke lokasi umum selama bepergian, ada baiknya kamu melakukan contact tracing dan checkpoint monitoring. Contact tracing atau pelacakan kontak akan membantumu merekam siapa saja yang telah berkontak erat denganmu selama bepergian. Ini akan mempermudah tim tanggap Covid-19 untuk mengetahui individu-individu yang berisiko terdampak bila ditemukan klaster penularan baru, sehingga bisa segera menghubungi mereka untuk melakukan isolasi sebelum menularkan lebih lanjut. Contact tracing bisa kamu lakukan dengan aplikasi PeduliLindungi yang juga bisa diakses lewat JAKI. Dengan menggunakan sinyal Bluetooth perangkatmu, setiap orang yang berkontak erat denganmu dan menggunakan aplikasi tersebut akan terekam. Fitur checkpoint monitoring juga tersedia di JAKI. Hanya dengan memindai kode QR, kamu bisa merekam lokasi mana saja yang telah kamu kunjungi, sehingga pengelola lokasi tersebut pun bisa memonitor jumlah pengunjung.

Tetap di Rumah Jika Sakit

Kalau kamu merasa tidak enak badan, usahakanlah untuk tidak meninggalkan rumah sama sekali. Tidak hanya karena kamu akan lebih rentan terhadap penularan jika sedang sakit, tapi ada kemungkinan pula kamu sudah membawa virus Corona dan berisiko menularkannya kepada orang lain. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mirip dengan Covid-19, tindakan terbaik adalah isolasi mandiri. Kalau masih tidak yakin, kamu bisa mengambil tes gejala mandiri Corona Likelihood Metric (CLM) di JAKI. Dengan mengisi semua pertanyaan dengan jujur, CLM bisa memberitahu seberapa besar risikomu terinfeksi Covid-19 serta apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.

Itulah secuplik hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pergi keluar rumah. Pelajarilah baik-baik semua faktor risiko tersebut saat memutuskan apakah aman untuk beraktivitas di luar. Jangan lupa juga untuk selalu siap dengan perlengkapan seperti tisu disinfektan dan hand sanitizer, selain aplikasi JAKI yang selalu siap membantu. JAKI bisa diunduh di Apple App Store atau Google Play Store. Yuk, bersama kita tetap sehat selama pandemi!

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Mengajukan Izin Penelitian Jadi Lebih Mudah dengan Tanda Tangan Elektronik

Suatu kota pintar perlu terus berkembang. Baik untuk penerapan teknologi sehingga makin memudahkan warganya, juga perkembangan dalam hal lain seperti penyediaan fasilitas publik dan penanganan masalah ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City