STA 2021: Masa Depan Transportasi Berkelanjutan di Jakarta

JSC | 18 days ago

30 Oktober 2020 lalu, DKI Jakarta dielu-elukan sebagai juara Sustainable Transport Awards (STA) 2021 dalam konferensi virtual MOBILIZE 2020. Ajang tahunan yang diselenggarakan sejak 2005 ini menganugerahkan penghargaan kepada kota-kota di dunia yang telah menunjukkan komitmen, kemauan politik serta visi dalam bidang transportasi perkotaan berkelanjutan selama dua tahun terakhir. Setelah mendapatkan Honorable Mention pada STA 2020, Jakarta kali ini berhasil meraih posisi nomor satu mengalahkan 27 kota kandidat lainnya termasuk Addis Ababa, Bogota, Auckland, Braga, Buenos Aires, Frankfurt, dan São Paulo. Warga ibu kota pun dapat berbangga hati ketika penghargaan ini diberikan secara resmi pada acara “Transport Research Board Annual Meeting” yang akan diselenggarakan di Washington, DC pada Januari 2021 mendatang. 

Tentunya komite STA memilih pemenang secara ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem transportasi serta fungsionalitas jalan raya di Jakarta telah berkembang dengan pesat, dari Transjakarta hingga kedatangan MRT dan LRT. Ditambah lagi dengan inisiatif mengubah pola hidup masyarakat ibu kota dengan mensosialisasikan pengutamaan bersepeda. Tak heran penghargaan STA tahun ini jatuh ke tangan Jakarta. Namun kemenangan ini hanyalah sebuah awal yang patut kita gunakan sebagai motivator untuk mendorong kemajuan transportasi Jakarta pada tahun-tahun yang akan datang. Kali ini, mari kita melihat ke belakang, yakni hal apa saja yang sudah Jakarta lakukan untuk memajukan sistem transportasinya, sekaligus ke depan tentang rencana dan harapan apa yang akan membuat moda transportasi Jakarta benar-benar berkelanjutan.

[Jakarta juara dunia dalam transformasi transportasi berkelanjutan!]

Evolusi Transportasi Jakarta Menuju STA 2021

Smart Mobility atau mobilitas cerdas adalah salah satu tiang bagi sebuah kota cerdas. Bila kita memandang beberapa tahun terakhir, terlihat jelas bahwa Jakarta pun sangat menjunjung tinggi nilai ini. Pengintegrasian moda transportasi umum yang beragam menjadi salah satu faktor penting dalam pertimbangan para juri komite STA saat memilih Jakarta sebagai pemenang. Berkat Jak Lingko, semua transportasi umum Ibu Kota dari bus Transjakarta hingga angkot atau mikrotrans, MRT, dan LRT, bisa diakses hanya dengan satu buah kartu, sehingga mempermudah proses transit di sekeliling Jakarta. Perjalanan menuju lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh Transjakarta pun bisa dengan mudah dilanjutkan menggunakan mikrotrans. Layanan ini juga diintegrasikan dengan KRL Commuter Line yang empat stasiunnya, yakni Tanah Abang, Pasar Senen, Sudirman, serta Juanda, sudah berhasil ditata rapi tahun ini.

(Source: staward.org)

Didorong oleh pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk membudayakan bersepeda sebagai moda transportasi alternatif yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan. Inisiatif untuk mengesampingkan kendaraan bermotor ini mendapatkan pujian dari Heather Thompson, Chief Executive Officer (CEO) Institute for Transportation and Development Policy  (ITDP) yang merupakan bagian dari komite STA. Ia juga mengajak kota-kota negara lain untuk memandang Jakarta sebagai inspirasi dalam menghadapi krisis. Pergub No. 51 Tahun 2020 yang memunculkan pop-up bike lane dan jalur khusus pejalan kaki, serta mewajibkan parkir khusus sepeda di tempat-tempat umum, dianggap sukses menghidupkan budaya bersepeda bagi masyarakat luas. Setahun terakhir ini, jumlah pengguna sepeda di Jakarta naik sebanyak 500%, bahkan hingga 1.000% di kawasan padat seperti Jalan Sudirman dan Stasiun Dukuh Atas.

Kemenangan Menjadi Bibit Perkembangan

Walaupun penghargaan ini sangat membanggakan, perjalanan transportasi Jakarta tidak berakhir di sini. Harapan untuk tahun-tahun mendatang sudah dipetakan dari sekarang, sehingga kita perlu mengambil langkah-langkah untuk meraih sasaran tersebut. Dalam waktu dekat, Jakarta diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah konferensi MOBILIZE 2021.

“Sustainable Transport Award adalah bentuk apresiasi dari 11 komite STA terhadap usaha Pemprov DKI Jakarta yang telah berinovasi dalam bidang transportasi berkelanjutan, dengan upaya integrasi antarmoda selama 2 tahun ke belakang ini,” tutur Faela Sufa, Direktur ITDP Asia Tenggara, “Meski begitu, tentunya penghargaan ini bukan titik akhir, dalam waktu dekat Jakarta masih harus menyiapkan diri untuk MOBILIZE, konferensi sustainable transport yang diselenggarakan untuk merayakan kemenangan kota peraih STA. Jakarta, sebagai tuan rumah MOBILIZE, tahun depan akan mengundang para individu serta lembaga transportasi untuk melihat sendiri, inovasi dan perkembangan transportasi yang diajukan Jakarta dalam pendaftaran STA,” tambahnya.

Selain mengumumkan pemenang STA tahun berikutnya, Jakarta sudah merencanakan target-target yang perlu dicapai dalam satu dekade mendatang, dengan terus meningkatkan fasilitas yang sudah ada serta menciptakan kenyamanan-kenyamanan baru untuk warga Ibu Kota. Dimulai dari jalur sepeda sepanjang 63 km yang sudah diuji coba tahun ini, rute ini akan terus diperpanjang hingga mencapai 500 km. Transjakarta juga mulai mengembangkan armada bus listrik yang diujicobakan tahun ini dan mempunyai target untuk mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030.

[Transjakarta transportasi massal kebanggaan Jakarta]

“Pekerjaan rumah di bidang transportasi berkelanjutan pun masih banyak. Jakarta masih harus terus mengembangkan jaringan transportasi publik, sehingga dapat menjangkau seluruh warga Jakarta dengan standar level pelayanan yang baik, peningkatan fasilitas pejalan kaki dan pesepeda yang lebih masif, penerapan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi seperti manajemen parkir dan ERP (Electronic Road Pricing), hingga implementasi mobilitas inklusif yang dapat diakses secara mandiri oleh teman-teman disabilitas,” lanjut Faela.

Sambil berbangga ria, kamu juga bisa turut mempromosikan dan berkontribusi dalam pengembangan moda transportasi berkelanjutan di Jakarta. Sebelum naik mobil atau motor pribadimu, coba pikirkan alternatif lain yang bisa kamu gunakan. Cobalah menggowes sepeda atau bepergian menggunakan Transjakarta lalu disambung dengan mikrotrans. Banyak sekali opsi transportasi yang bisa kamu pilih, jadi mulailah memanfaatkan ragam kendaraan dan fasilitas yang telah tersedia di Jakarta!

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Bersepeda Gratis di Jakarta dengan Bike Sharing

Bike Sharing adalah sebuah sistem penyediaan sepeda di tempat umum yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh masyarakat. Bike sharing telah populer digunakan di kota-kota besar dunia seperti London, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City