Transjakarta, Moda Transportasi Tahan Banting di Jakarta

JSC | 1 month ago

Beberapa tahun terakhir ini, pembangunan sarana transportasi umum di Jakarta mengalami kemajuan pesat. Mulai dari Lintas Raya Terpadu (LRT) sampai Moda Raya Terpadu (MRT) yang sekaligus menjadi moda transportasi bawah tanah (subway) pertama di Indonesia. Jadi nggak heran kalau keduanya menjadi primadona untuk mobilitas masyarakat Ibu Kota. Berkat inovasi transportasi massal berkelanjutan ini, Jakarta pun terpilh menjadi pemenang di ajang Sustainable Transport Award 2021. Tetapi, tahukah kamu, di balik kesuksesan transformasi angkutan massal tersebut, ada satu moda transportasi yang mengawali segalanya dan hingga kini masih menjadi andalan bagi jutaan warga Jakarta? Ya, Transjakarta!

Memecah Kemacetan Lewat Solusi Bus Rapid Transit

Sebagai poros ekonomi Nusantara, Jakarta harus menampung jutaan pergerakan manusia setiap hari. Jumlah penduduk yang kian bertambah meningkatkan pula jumlah  kendaraan pribadi yang melintas di jalanan, baik beroda dua maupun empat. 

Namun, kapasitas jalan yang terbatas ternyata menghambat mobilitas warga. Selama bertahun-tahun masyarakat Jakarta harus berjibaku menghadapi masalah kemacetan ini. Hingga akhirnya muncul sebuah terobosan untuk merombak layanan transportasi di Ibu Kota melalui Bus Rapid Transit (BRT).

Menurut Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), BRT adalah sebuah sistem angkutan massal berbasis bus yang memiliki kapasitas besar dan melayani secara cepat dengan biaya pembangunan yang lebih terjangkau. 

Selain itu, BRT juga beroperasi dengan menggabungkan konsep jalur khusus yang terpisah, sistem pembayaran di luar bus, peron halte yang sejajar dengan pintu bus, pemberian prioritas lalu lintas, dan elemen-elemen pelayanan lain seperti pemanfaatan teknologi informasi.

Sebagai pengetahuan buat kamu nih, Smartcitizen, kota Bogota di Kolombia yang menerapkan sistem BRT pertama di dunia, dengan layanan TransMilenio yang dibuka pada 2000. Belajar dari kesuksesan yang dicapai negara Amerika Latin tersebut, Jakarta akhirnya meresmikan layanan BRT pertama di kawasan Asia Tenggara pada 2004. Seketika, layanan yang waktu itu lebih akrab dikenal sebagai busway ini mencuri hati warga Jakarta.

Setia Melayani Masyarakat Jakarta

Lebih dari satu dekade Transjakarta beroperasi. Mengawali perjalanan dengan satu koridor antara Blok M dan Kota, moda transportasi ini kini menjadi  masif dengan 13 koridor dan menjangkau hampir seluruh sudut kota Jakarta. 

Selama 16 tahun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan manajemen Transjakarta juga tak henti berinovasi dengan fasilitas-fasilitas baru. Mulai dari peluncuran layanan bus gandeng (articulated bus), pembayaran berbasis elektronik, hingga pengintegrasian antarmoda melalui program JakLingko.

[Ke Mana Pun di Jakarta jadi Lebih Mudah dengan Jak Lingko]

Alhasil, para komuter Ibu Kota bisa menikmati sejumlah keuntungan dan kelebihan dari layanan Transjakarta seperti:

  • Jalur bebas hambatan: Keunggulan utama sistem BRT yang memungkinkan armada bus Transjakarta untuk menerjang kemacetan dan melaju tanpa hambatan.

  • Harga terjangkau: Cukup bayar Rp3.500 (Rp2.000 pada pukul 5-7 pagi), kamu sudah bisa menjelajahi destinasi-destinasi menarik yang tersebar di Jakarta.

  • Bayar lebih cepat dan aman: Nggak perlu repot membayar dengan uang kertas atau koin berkat sistem pembayaran tap elektronik.

  • Mudah beradaptasi: Penerapan rekayasa rute memastikan Transjakarta tetap beroperasi di tengah kondisi darurat seperti bencana banjir ataupun insiden sosial semisal aksi kerusuhan.

  • Ramah lingkungan: Membantu menghijaukan kota dengan memindahkan penumpang kendaraan pribadi ke angkutan bus bertenaga gas yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

  • Integrasi antarmoda: Berpindah moda transportasi menjadi lebih mudah dengan dukungan layanan JakLingko dan halte yang sudah terintegrasi

Berkat keunggulan-keunggulan di atas, maka bukan sebuah kejutan ketika Transjakarta kerap menorehkan prestasi-prestasi manis. 

Contohnya saja, pada Februari 2020 lalu, Transjakarta berhasil melampaui target satu juta penumpang per hari, setelah mencatat 1.006.579 penumpang, atau naik dari 987.583 penumpang pada pekan sebelumnya. 

Tidak hanya itu. Tahukah kamu Transjakarta merupakan layanan BRT terpanjang di dunia, dengan panjang rute yang mencapai 251,2 kilometer? Kontribusi dari pelayanan Transjakarta inilah yang ikut mengantarkan Jakarta meraih penghargaan Honorable Mentions di ajang Sustainable Transportation Awards 2019.

[Jakarta Menang di Ajang Sustainable Transportation Awards!]

Tidak terlena dengan pencapaian-pencapaian tersebut, Transjakarta terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk kala situasi sulit seperti pada masa pandemi Covid-19 sekarang. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan demi menjamin keamanan para penumpang, termasuk pembatasan jumlah dan pengaturan jarak antarpenumpang, penyediaan hand-sanitizer, serta kewajiban memakai masker untuk penumpang dan petugas.

Protokol kesehatan yang berlaku di bus Transjakarta selama masa pandemi Covid-19

Bila kamu membutuhkan informasi terkini seputar layanan Transjakarta, kamu bisa menggunakan aplikasi resmi Tije yang juga dapat diakses melalui fitur JakApps di aplikasi Jakarta Kini atau JAKI. Bersama Transjakarta, ayo kita wujudkan Smart Mobility untuk pengembangan transportasi yang berkelanjutan di Jakarta!

 

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

Menggalakkan Pembayaran Non Tunai Lewat Kerja Sama dengan Tokopedia dan Go-Jek

Jakarta menjadi salah satu kota favorit bagi perusahaan-perusaahan startup digital untuk mengembangkan usahanya. Oleh sebab itu, selain menyediakan dukungan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City