Siaga Selama Libur Panjang, Mending di Rumah Aja

JSC | 3 months ago

Pekan ini, masyarakat Indonesia menikmati libur panjang pada penghujung Oktober 2020. Dimulai dari cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad pada 29 Oktober, serta dilanjutkan libur akhir pekan pada 31 Oktober dan 1 November 2020. Warga dapat menikmati liburan selama lima hari berturut-turut di tengah situasi pandemi yang masih berkelanjutan. Smartcitizen pun mungkin merasakan hal yang serupa, bersenang hati atau bahkan sudah mulai merencanakan aktivitas yang akan dilakukan selama lima hari tersebut. Tapi tunggu dulu, libur panjang kali ini bukanlah libur biasa. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, Indonesia masih berada di tengah pandemi Covid-19. Jumlah kasus positif terus meningkat, walaupun sudah mulai melandai sejak penerapan kembali protokol PSBB. Kelandaian kurva inilah yang perlu kita pertahankan, apalagi kalau kita bandingkan dengan libur panjang yang sudah berlalu tahun ini, yakni libur Lebaran di akhir bulan Mei dan Tahun Baru Islam di bulan Agustus.

Belajar dari Libur Panjang yang Lalu

Di minggu-minggu setelah libur panjang lebaran dan tahun baru Islam, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan mingguan sebanyak 69% hingga 93% dalam rentan waktu dua pekan setelah liburan Idulfitri yang jatuh pada tanggal 22-25 Mei. Sama halnya dengan minggu-minggu setelah libur Tahun Baru Hijriah tanggal 20-23 Agustus, yang juga menghadapi kenaikan jumlah kasus harian setinggi 58% sampai 118%. Fakta ini juga terbukti dalam rekap data yang dicatat di situs corona.jakarta.go.id dalam grafik berikut.

Dalam kedua visualisasi data tersebut, terlihat jelas lonjakan tajam yang terjadi sekitar minggu kedua bulan Juni serta minggu terakhir bulan Agustus. Dua kenaikan ini terjadi tepat setelah libur panjang. Hal ini dapat diakibatkan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah perpindahan warga dalam jumlah besar. Dalam rangka libur panjang, masyarakat cenderung melihatnya sebagai kesempatan untuk bepergian, terutama dalam arus pulang kampung sebelum dan sesudah Idulfitri. Pergerakan inilah yang berpotensi besar menyebarkan virus Corona lebih lanjut. Oleh karena itu, saat libur panjang kali ini, marilah lebih berhati-hati bila perlu bepergian. Lebih baik lagi menghabiskan liburan ini di rumah saja bersama keluarga, karena memang inilah cara terbaik dan termudah untuk menghindari penularan Covid-19. 

Tetap Siaga Selama Libur Panjang

Liburan tidak berarti kita harus selalu bepergian, dan banyak juga hal yang bisa dilakukan bersama di rumah untuk menghabiskan waktu. Walaupun begitu, meninggalkan rumah boleh dilakukan bila ada keadaan darurat, selama tetap menerapkan peraturan-peraturan PSBB yang masih berlaku. Ada baiknya kita selalu mengingat 3M, yaitu: Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Jangan pernah keluar dari rumah tanpa mengenakan masker kain lapis tiga, lebih baik lagi jika ditambah dengan face shield. Kedua produk ini dapat dipesan melalui toko online dengan harga yang terjangkau. Selalu ingat untuk menjaga jarak minimal 1.5 meter dari orang lain, terutama saat duduk atau berpapasan di jalan, serta hindari kerumunan.

Bila memungkinkan, gunakan kendaraan pribadi untuk bepergian dan hindari transportasi umum. Pastikan hand sanitizer selalu siap dalam saku atau tas agar bisa mencuci tangan dimana saja. Mencuci tangan harus dilakukan secara rutin dengan hand sanitizer atau sabun. Lakukanlah sebelum memasuki dan setelah meninggalkan sebuah lokasi, juga jika menyentuh barang yang banyak dipegang seperti gagang pintu. Jika tips-tips penting ini dilakukan secara disiplin oleh semua orang yang perlu bepergian saat liburan ini, diharapkan tidak akan terjadi kenaikan kasus positif lagi dan kurva akan tetap landai. Namun cara paling efektif agar aman selama libur panjang tetap dengan tidak pergi kemana-mana. Bila tidak ada kebutuhan mendesak, lebih baik di rumah saja. Ayo belajar dari pengalaman. Smartcitizen, bersama kita bisa melandaikan kurva dan menjaga kesehatan sesama di libur panjang mendatang ini!

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Fasilitas Park and Ride, Pendukung Konsep Smart Mobility untuk Kota Pintar

Setelah upaya sterilisasi jalur bus Transjakarta diperketat, perjalanan menggunakan moda transportasi ini makin diminati warga. Sayangnya, lokasi pemukiman yang tidak selalu berada di dekat halte ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City