Intip Mekanisme Penanganan Banjir di Jakarta

JSC | 11 months ago

Letak Jakarta yang berada di wilayah dataran rendah membuat ibu kota ini sangat rentan banjir. Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi banjir. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Pemprov DKI Jakarta menerapkan strategi penanganan, pengendalian, serta pencegahan banjir. Salah satu strategi jangka pendeknya dengan memanfaatkan pompa air. Simak yuk, bagaimana mekanisme penanganan banjir Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta! 

Pemanfaatan Teknologi Informasi

Dalam menangani banjir di ibu kota, DSDA DKI Jakarta memanfaatkan beberapa teknologi informasi, di antaranya sensor tinggi muka air di 21 titik lokasi yang bisa diketahui masyarakat lewat situs web posko banjir, CCTV yang terpasang di sejumlah pintu air dan pompa air di Jakarta, serta bekerja sama dengan Jakarta Smart City melalui aplikasi JAKI.

CCTV tersebut menampilkan kondisi tinggi muka air secara real time dan titik-titik banjir yang ada di Jakarta. “Selain menggunakan sensor tinggi muka air, kita menggunakan informasi yang ada pada CCTV. Data dari CCTV tersebut langsung kita kirimkan ke command center melalui aplikasi WhatsApp, lalu setelahnya dikirim ke command center Jakarta Smart City untuk segera diinfokan ke masyarakat,” kata Juaini Yusuf, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

“Melalui CCTV ini pula kita mengambil kebijakan atau keputusan apa saja saat kondisi sudah siaga, misalnya saat pantauan ketinggian muka air di beberapa CCTV sudah memasuki status Awas. Maka petugas dan satgas kita langsung turun ke lapangan sesuai peranannya masing-masing,” tambahnya. CCTV ini juga bisa diakses langsung oleh masyarakat di sejumlah titik banjir, dengan demikian akan mengurangi informasi hoaks yang tidak bertanggung jawab.

Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan

Sistem informasi menjadi salah satu hal penting dalam penanganan banjir di Jakarta. Sistem informasi yang baik memudahkan DSDA DKI Jakarta dalam mengambil keputusan atau mitigasi penanganan banjir. Salah satu sistem informasi yang digunakan adalah laporan perkiraan cuaca yang diinfokan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG). Setelah mengetahui perkiraan curah hujan deras akan terjadi di Jakarta, Tim DSDA segera mengerahkan satgas agar standby di titik lokasi rawan banjir. 

Selain itu, sensor tinggi muka air juga memudahkan DSDA DKI Jakarta untuk bersiaga menyiapkan pintu pompa dan mengatur buka-tutup  pintu air, serta memanfaatkan Early Warning System (EWS) agar masyarakat bersiap siaga.

Manajemen Pompa Air

Hingga saat ini, DKI Jakarta memiliki 478 pompa air yang tersebar di 176 titik. Pompa air dioperasikan sesuai tingkat ketinggian muka air yang berbeda di setiap pintu air. Adapun pengoperasian pompa air disesuaikan dengan beberapa kondisi yang ada,  di antaranya:

  • pada kondisi tinggi muka air Normal, manajemen pompa air akan dikelola oleh Kepala Seksi;

  • pada kondisi tinggi muka air  Waspada, Kepala Suku Dinas bertanggung jawab dalam proses buka-tutup pompa air;

  • pada kondisi tinggi muka air Awas, tanggung jawab buka-tutup pompa air dipegang oleh Kepala Bidang Pengendalian Banjir;

  • memasuki kondisi Siaga 1 dan 2, pengoperasian pompa air akan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas.

Saat memasuki kondisi Siaga, Kepala Dinas harus segera melapor kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera menentukan kebijakan selanjutnya.

Antisipasi Dini lewat JAKI 

Dalam menangani banjir di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta tidak bisa bekerja sendiri, sehingga peran masyarakat untuk mencegah dan menangani banjir juga dibutuhkan. Pada aplikasi JAKI, terdapat fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan antisipasi dini atau mitigasi bencana. Jika kamu menemukan genangan banjir di Jakarta, segera laporkan melalui fitur JakLapor. Melalui JakLapor, laporanmu akan segera ditindaklanjuti oleh petugas dalam waktu singkat. 

Selain itu, masyarakat juga bisa memantau langsung pintu air, kondisi pompa air, serta info banjir di beberapa titik rawan melalui fitur JakPantau. Bukan hanya itu, jika kamu mengaktifkan notifikasi, JAKI akan memberikan Early Warning System (EWS), sehingga bisa memberikan informasi Siaga.  

Nah, sekarang jadi tahu kan mekanisme penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta? Kalau kata orang, sedia payung sebelum hujan. Maka jangan lupa gunakan JAKI juga ya, Smartcitizen. Unduh JAKI di App Store atau Google Play Store.

 

 

------

Tiffany Aisyah Septiana

Artikel lainnya

Mencari Produk Hukum di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

Informasi di genggaman cocok untuk menggambarkan upaya Pemprov DKI Jakarta mempermudah akses berbagai data. Salah satunya adalah akses dokumen-dokumen produk hukum. Pemprov DKI Jakarta menyediakan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City