Intip Aplikasi Peringatan Bencana Dari Negara Lain

JSC | 6 days ago

Gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, longsor, hingga angin topan merupakan fakta kehidupan yang harus diterima manusia di mana pun berada. Bencana-bencana ini sulit dicegah atau dihentikan oleh manusia. Jadi, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah memastikan kesiapan sebanyak mungkin orang dalam menghadapi faktor alam yang tak terelakkan ini. Karena kesiapsiagaan seringkali menjadi penentu keselamatan kita ketika menghadapi bencana alam. 

Pada masa sekarang, proses sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai bencana alam sangat dipermudah melalui teknologi komunikasi informasi. Dengan kecanggihan yang terus berkembang seiring kurun waktu, bencana alam dapat diprediksi sebelum terjadi dan dikomunikasikan secara cepat kepada masyarakat. Bahkan sebelum bencana berpotensi terjadi, masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mempelajari apa saja yang perlu dilakukan bila bencana tersebut datang.

Metode ini digunakan negara-negara yang terutama letak geografisnya berada di wilayah rawan bencana, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Indonesia juga termasuk salah satunya. Dengan banyak gunung berapi yang tersebar di Nusantara, risiko aktivitas vulkanik, gempa bumi, serta tsunami menjadi tinggi. 

Wilayah ibu kota pun kerap dilanda banjir saat musim hujan. Saat ini, DKI Jakarta memiliki sistem penanganan banjir melalui data peta banjir dari BPBD serta fitur JakPantau dan JakLapor di aplikasi JAKI. Tapi kali ini, mari kita pelajari situs web dan aplikasi penanganan bencana alam di negara-negara lain yang patut dijadikan contoh oleh Indonesia, termasuk Jakarta.

Aplikasi American Red Cross (Amerika Serikat)

Amerika Serikat adalah negara besar yang mengalami iklim dan cuaca beragam serta bencana alam yang berbeda-beda pula. Agar semua warga dari seluruh penjuru negara bisa aman selama terjadi bencana, American Red Cross menyiapkan empat aplikasi berbeda untuk empat jenis bencana alam: badai (Hurricane), angin topan (Tornado), gempa bumi (Earthquake), dan banjir (Flood). Walaupun begitu, keempat aplikasi ini memiliki fungsi yang sama secara garis besar. Pengguna aplikasi-aplikasi ini bisa memantau kondisi lingkungan sekitar dan mendapat push notification bila bencana diprediksi terjadi. Instruksi apa yang perlu dilakukan sebelum, saat, serta setelah bencana tersedia untuk dibaca dan dipahami. Memperluas wawasan mengenai pencegahan bencana juga dapat dilakukan melalui permainan kuis interaktif. Pengguna bisa menemukan peta lokasi pengungsian milik Red Cross terdekat dan dapat mem-posting status ‘Aku aman’ ke media sosial melalui aplikasi ini setelah mencapai lokasi yang aman.

MyShake (Amerika Serikat)

Pemerintah California di Amerika Serikat merilis aplikasi peringatan gempa bumi bernama MyShake. Aplikasi  ini merupakan hasil kerja sama California Governor's Office of Emergency Services (Cal OES) dan sejumlah organisasi non-pemerintah, untuk mengintegrasikan MyShake dengan jaringan sensor bawah tanah yang terletak di sekitar California. Ketika sensor mendeteksi getaran, data tersebut akan dipancarkan. Dengan demikian, pengguna MyShake mendapat notifikasi peringatan agar bersiap menghadapi guncangan yang akan segera terjadi. Aplikasi MyShake juga memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan informasi mengenai seberapa parah getaran yang dirasakan dan berbagi informasi tentang kerusakan setelah gempa bumi.

Situs Portal Japan Meteorological Agency (Jepang)

Sebagai negara yang sangat sering dilanda bencana alam, protokol menghadapi gempa bumi atau tsunami sudah menjadi pengetahuan umum bagi warga Jepang. Situs jma.go.jp milik Japan Meteorological Agency merupakan salah satu contoh baik situs informasi bencana, karena informasi rinci yang disediakannya. Di halaman beranda, terdapat peta serbaguna yang menunjukkan berbagai informasi, dari peringatan dini, perkiraan cuaca, temperatur udara, arah dan kecepatan angin, hingga curah hujan untuk seluruh wilayah Jepang. Dengan membuka link peta tersebut, kamu akan dibawa ke halaman peta yang lebih rinci, berisi data lengkap setiap kota atau prefektur yang dipilih. Di samping peta digital, halaman beranda juga memiliki portal berita terbaru serta link menuju halaman peringatan dini aktivitas vulkanik dan tsunami. Selain itu, jma.go.jp juga memiliki halaman khusus publikasi resmi dari Japan Meteorological Agency yang berisi brosur dan panduan bencana.

Yurekuru Call (Jepang)

 

Aplikasi yang satu ini juga berasal dari Jepang dan dikembangkan oleh RC Solution Co. Yurekuru Call memiliki fungsi utama sebagai peringatan dini gempa bumi dan tsunami melalui notifikasi smartphone. Dengan mengimplementasikan data yang disediakan oleh Japan Meteorological Agency, Yurekuru Call dapat memberikan peringatan dini yang sangat akurat hingga hitungan detik. Notifikasi yang dimunculkan oleh aplikasi akan menunjukkan tingkat intensitas gempa bumi serta hitungan mundur sampai guncangan terjadi. Pengguna aplikasi dengan maskot ikan lele ini juga bisa mengirim laporan tentang seberapa kuat guncangan yang dirasakan dengan menggunakan sistem rating dari satu sampai lima, selain melihat rating yang dilaporkan oleh pengguna lain. Dalam fitur ‘+sonae’ pengguna juga bisa mempelajari informasi seputar pencegahan bencana, lengkap dengan ilustrasi yang mudah dimengerti.

crisis.nl (Belanda)

crisis.nl adalah situs portal informasi resmi Pemerintah Belanda yang berisi berbagai informasi kesiapan bencana, seperti gempa bumi, banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrim. Apa yang perlu dilakukan selama, sebelum, serta sesudah terjadi bencana tertera dengan singkat, padat, dan jelas. Karena dikembangkan oleh Nationaal Coördinator Terrorismebestrijding en Veiligheid (NCTV) yang merupakan satuan kontra-terorisme, criris.nl tak hanya mencakup bencana alam, tapi juga bencana yang disebabkan oleh manusia, termasuk aksi terorisme, masalah jaringan listrik, atau insiden radiasi. crisis.nl juga memanfaatkan interkonektivitas smartphone dengan fitur NL-Alerts, yang akan mengirimkan notifikasi peringatan resmi kepada seluruh perangkat di wilayah terdampak bila terjadi bencana.

Sistem Peringatan Dini NCEMA (Uni Emirat Arab)

National Crisis & Emergency Management Authority (NCEMA) merupakan badan penanganan bencana di Uni Emirat Arab. Sebagai salah satu inisiatif pencegahan bencana, NCEMA mengembangkan National Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang ditujukan kepada seluruh penduduk. Ketika sebuah keadaan darurat atau krisis terjadi, petugas pemberi peringatan akan memberi peringatan berisi instruksi tindakan yang perlu diambil oleh warga. Pesan tersebut dialihkan dan ditampilkan di layar smartphone. Selain itu, ponsel akan bergetar dan memainkan nada peringatan yang keras untuk menarik perhatian. Peringatan ini akan muncul dalam Bahasa Arab serta Bahasa Inggris. Selain smartphone, infrastruktur EWS juga ada di papan iklan elektronik, televisi, radio, dan pengeras suara di masjid-masjid.

Itulah beberapa contoh situs serta aplikasi peringatan dini yang setiap tahun menyelamatkan nyawa masyarakat di berbagai negara saat menghadapi berbagai bencana alam. Sebagai warga Jakarta, kamu juga bisa bersiap  menghadapi banjir dengan fitur JakPantau di aplikasi JAKI yang dapat diunduh dari App Store atau Google Play Store. Selain itu, fitur JakLapor pun bisa kamu gunakan untuk melaporkan kondisi banjir atau genangan yang kamu lihat agar bisa segera ditindaklanjuti. Smartcitizen, mari kita menjaga keselamatan bersama selama musim hujan ini!

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Kerjasama Unit Pengelola Jakarta Smart City dengan Microsoft untuk Meningkatkan Literasi Digital di Ibukota

Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten dari piranti digital secara ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City