Prosedur Isolasi Terkendali di Fasilitas Milik Pemprov DKI Jakarta

JSC | 7 days ago

Melalui pemberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala BesarTransisi (PSBB Transisi), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya untuk melandaikan kurva penyebaran pandemi Covid-19. Ini dikarenakan angka jumlah infeksi di Ibu Kota sempat melonjak. Agar penularan tidak meluas, Pemprov juga telah menerapkan strategi fencing (isolasi/pembatasan gerak).

Mengapa Isolasi Penting?

Tindakan fencing perlu dilakukan, agar orang yang tidak bergejala atau OTG tidak berkeliaran dan menularkan virus Corona kepada orang lain, sehingga dapat menimbulkan rantai penyebaran baru. Selain itu, apabila upaya isolasi tidak diterapkan secara optimal, maka ada kemungkinan tindakan penanganan pandemi yang lain, seperti tracing (penelusuran), semakin sulit dilakukan.

Oleh karena itu, pemerintah selalu mengimbau kepada masyarakat untuk membatasi pergerakan di luar rumah serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat, termasuk mereka yang tengah menjalani isolasi mandiri. Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta menyadari ada warga yang kesulitan atau tidak mampu untuk melakukan karantina di rumah karena berbagai hal, seperti kendala suplai makanan dan potensi stigma dari tetangga.

Atas pertimbangan tersebut, Pemprov DKI Jakarta kini mengambil inisiatif untuk menyediakan fasilitas isolasi terkendali yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang dinyatakan sebagai OTG atau Orang Tanpa Gejala. 

[Dr. Verry: Yang Harus Dilakukan Jika Kerabatmu Positif Covid-19]

Di Mana Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemprov?

Menurut Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 979 Tahun 2020 mengenai Lokasi Isolasi Terkendali Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Penanganan Covid-19 saat ini sudah ada tiga fasilitas milik Pemprov yang didaftarkan sebagai tempat pelaksanaan karantina mandiri, yaitu:

  1. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta  (Jakarta Islamic Center)

Alamat: Jalan Kramat Raya, Tugu Utara Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, 14260.

  1. Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah

Alamat: Jalan Raya TMII, Cipayung, Ceger, Kota Administrasi Jakarta Timur, 13820.

  1. Graha Wisata Ragunan

Alamat: Kompleks GOR Jaya Raya Ragunan, Jalan Harsono RM, RT 9/RW 7, Ragunan, Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan, 12550.

Pasien yang dirujuk untuk melakukan isolasi atau karantina di salah satu tempat tersebut dapat memanfaatkan fasilitas milik Pemprov DKI Jakarta secara gratis. Hal ini karena biaya perawatan akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau sumber lain yang sah dan sesuai dengan perundang-undangan. 

Syarat dan Prosedur Pengajuan

Selain tiga lokasi yang tertera dalam Kepgub No. 979 Tahun 2020, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyediakan fasilitas karantina di Fasilitas Isolasi Mandiri Kemayoran (FIMK) yang bertempat di  Wisma Atlet Jakarta. 

Perlu dicatat bahwa FIMK dan tiga lokasi yang sudah disebutkan di atas hanya menerima pasien yang tanpa gejala/gejala ringan dan non-komorbid. Sementara pasien yang mengalami gejala sedang dan komorbid, tidak bisa dirujuk untuk melakukan isolasi terkendali dari Pemprov DKI Jakarta. 

[Tracing kontak erat bersama JAKI X Pedulilindungi]

Demi mencegah pasien yang salah lokasi, Pemprov juga meminta pasien untuk tidak datang sendiri dan terlebih dulu mengecek kriteria individu yang berhak menerima layanan isolasi terkendali, seperti:

  • Terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Pasien bergejala ringan harus mendapat surat rujukan dari Puskesmas atau RS untuk isolasi mandiri;

  • Wajib menandatangani lembar kesediaan menjalani isolasi diri;

  • Wajib mematuhi prosedur dan peraturan di lokasi isolasi terkendali;

  • Tidak memiliki kapasitas isolasi pribadi sesuai protokol kesehatan.

Adapun prosedur pengajuan rujukan untuk melakukan isolasi terkendali di fasilitas milik Pemprov DKI adalah sebagai berikut:

  • Melengkapi persyaratan (Surat rujukan dari Puskesmas dengan keterangan ‘Tidak Mampu Isolasi Mandiri di Rumah’ dari RT/RW);

  • Petugas kesehatan mengonfirmasi kesediaan pasien untuk penjemputan:

  1. Jika bersedia, petugas segera merujuk.

  2. Jika bersedia, tapi menggunakan fasilitas lain (bukan milik Pemprov), petugas berkoordinasi dengan Gugus Tugas setempat untuk menilai kelayakan sesuai prosedur isolasi terkendali.

  3. Jika lokasi dinilai tidak memadai dan pasien tidak bersedia dirujuk, petugas menginformasikan ke Gugus Tugas setempat/Lurah/Camat/RT/RW yang juga ikut bersama petugas kesehatan, ambulans, Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan jemput paksa menuju lokasi isolasi terkendali.

  • Memiliki hasil lab PCR positif Covid-19;

  • Mampu beraktivitas mandiri selama isolasi;

  • Mematuhi peraturan isolasi mandiri di lokasi isolasi terkendali.

Kehadiran fasilitas isolasi terkendali yang disediakan secara gratis oleh pemerintah diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mencari tempat yang aman dan nyaman untuk melakukan karantina Covid-19. Tidak hanya itu, jika pemerintah serta masyarakat dapat bersinergi secara positif dalam menjalankan strategi fencing dan tertib melakukan pembatasan gerak, maka upaya penurunan angka jumlah penularan Covid-19 di Jakarta dapat berjalan lebih efektif. 

 

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

Paviliun Pemprov DKI Jakarta, Menjalin Sinergi dengan Warga Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempertontonkan perkembangan Jakarta baru dan inisiatif Jakarta Smart City kepada pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun ini. Pada paviliun seluas 2000 meter ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City