Ini Cara JAKI Jaga Privasi Data Pelapor Pelanggaran PSBB

JSC | 3 months ago

Sejak 14 September 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali berlaku di Jakarta menyusul angka infeksi pandemi Covid-19 yang melonjak selama masa transisi. Masyarakat kembali diimbau untuk membatasi pergerakan di luar rumah sekaligus mematuhi secara ketat peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan. Mulai dari pembatasan layanan di tempat makan, pembatasan rute dan jam operasional transportasi umum, pembatasan kapasitas tempat kerja, sampai pelaksanaan protokol-protokol kesehatan seperti tidak membuat kerumunan dan kewajiban memakai masker saat berkegiatan di luar. 

[Poin-Poin Penting Pemberlakuan PSBB Kedua di Jakarta]

Supaya semua kebijakan ini berjalan dengan efektif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk ikut berperan secara aktif dalam pengawasan peraturan PSBB. Salah satu cara bagi warga untuk bisa berpartisipasi adalah dengan memanfaatkan 14 kanal aduan Cepat Respon Masyarakat (CRM) milik Pemprov DKI untuk membuat laporan pelanggaran. 

Saat ini, bagi kamu yang sudah terbiasa menggunakan smartphone, maka cara paling praktis untuk mengirim laporan adalah dengan menggunakan aplikasi JAKI yang dikembangkan oleh Unit Pengelola Jakarta Smart City. Jadi, pada masa PSBB kedua ini, warga bisa memanfaatkan fitur JakLapor yang ada di JAKI untuk mengambil foto pelanggaran, menulis deskripsi, memilih kategori, dan melaporkan pelanggaran dalam waktu singkat. 

[JSC Talks Vol. 10: Pengawasan PSBB dan Pemanfaatan Data JakLapor]

Namun, di tengah inovasi dan kemudahan yang ditawarkan, masih ada beberapa warga yang khawatir identitas mereka akan tersebar ke pihak luar. Menanggapi kekhawatiran ini, Pemprov DKI sudah membuat beberapa panduan mengenai cara membuat laporan secara aman. Tidak hanya itu, JAKI baru-baru ini juga mendapat pembaruan serta peningkatan fitur yang menjamin anonimitas serta privasi data pelapor. Bagaimana JAKI melindungi informasi pribadimu saat melapor? Simak poin-poin berikut ini.

Akun Pelapor Tidak Terlihat di JakRespons atau Fitur JAKI Lainnya

Laporan permasalahan atau pelanggaran yang dibuat melalui JAKI akan tertampung dalam sebuah wadah bernama JakRespons. Fitur ini bisa kamu manfaatkan untuk memantau serta menilai proses tindak lanjut dari para petugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  Mengingat JakRespons juga menampilkan laporan-laporan dari pengguna lain, mungkin ada sebagian dari kamu yang khawatir identitasmu bisa terungkap melalui penelusuran nama akun atau profil di JAKI. Untuk mencegah hal tersebut, setiap laporan yang ada di JakRespons ataupun fitur-fitur JAKI lainnya, kini tidak akan memperlihatkan detail akun sang pembuat laporan. Jika kita melihat contoh laporan di bawah ini, kita bisa tahu JakRespons hanya memperlihatkan informasi-informasi non-sensitif seperti nomor, tanggal pembuatan laporan, kategori laporan, dan sumber kanal aduan. 

Data Pelapor Tidak Dibuka ke Publik

Melanjutkan poin sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta selalu berupaya untuk menyediakan kanal-kanal aduan di mana masyarakat bisa melaporkan permasalahan atau pelanggaran dengan nyaman dan tenang. Maka, dibutuhkan sebuah jaminan bahwa data pelapor akan terjaga kerahasiaannya dan tidak dapat diketahui pihak luar. Aplikasi JAKI menjunjung tinggi aspek keamanan data, sehingga tidak ada cara bagi pengguna lain ataupun publik untuk mengakses data pelapor. Selain tidak terlihat di fitur-fitur JAKI, data pelapor juga tidak akan tertera di laporan yang tersimpan dalam situs pengaduanwarga.jakarta.go.id.

Komentar Anonim

Bila kamu ingin menambahkan informasi atau keterangan untuk membantu kinerja petugas OPD dan mempercepat proses tindak lanjut, kamu bisa melakukannya dengan menuliskan komentar dalam fitur diskusi laporan. Seperti saat membuat laporan, mungkin kamu sempat merasa takut nama akun atau profilmu ikut terlihat di komentar yang kamu tulis.  Tenang, Smartcitizen, karena dalam penulisan komentar, JAKI sudah menjamin anonimitas pengguna, sehingga identitasmu tidak akan terungkap. Anonimitas ini berlaku baik untuk pelapor maupun pengguna lain yang ingin ikut memberikan tanggapan. 

Detail Profil Hanya Bisa Diakses oleh Pemilik Akun

Dengan data akun yang sudah terjaga kerahasiaannya, maka akses untuk melihat dan mengubah informasi profil otomatis hanya bisa dilakukan oleh pemilik akun itu sendiri. Sesuai dengan ketentuan aplikasi JAKI, data yang kamu cantumkan, seperti nomor telepon dan alamat e-mail, hanya dapat digunakan oleh petugas untuk membantumu dalam mempercepat proses penyelesaian masalah atau pemberian layanan. Sementara pengguna lain atau publik sama sekali tidak memiliki cara untuk membuka dan mengetahui informasi-informasi tersebut.

Begitulah langkah-langkah yang sudah diterapkan JAKI untuk menjaga privasi dan keamanan data akun di fitur JakLapor. Jadi, jangan ragu lagi ya untuk membantu pemerintah dalam mengawasi peraturan PSBB, dengan aktif melaporkan pelanggaran melalui aplikasi JAKI yang bisa kamu unduh di Google Play Store dan Apple App Store

Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika kamu ingin menjaga keamanan informasi pribadimu lebih lanjut, pelajari juga panduan-panduan pembuatan laporan yang dapat kamu baca di kanal-kanal media sosial Pemprov DKI Jakarta. Khususnya mengenai tata cara mengambil foto pelanggaran yang baik dan benar. Hindari juga menulis informasi ataupun data sensitif saat membuat laporan. Ayo, kita saling jaga kedisiplinan untuk mewujudkan masyarakat yang tertib, aman, dan sehat, demi Jakarta yang bebas dari pandemi.

 

 

-----

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

5 Negara Ini Berhasil Kendalikan Pandemi dengan Contact Tracing

Sebagai penyakit yang menular lewat interaksi jarak dekat antarmanusia, Covid-19 dapat dicegah dengan menjaga jarak aman sejauh 1.5 meter antara diri sendiri dengan orang lain. Metode pencegahan ini ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City