JAKI X PeduliLindungi: Melacak Kontak Erat Covid-19

JSC | 21 days ago

Setelah lebih dari setengah tahun, Smartcitizen pasti sudah jenuh menghadapi situasi pandemi ini. Mungkin keluarga dan teman kita, serta warga Jakarta lainnya pun merasakan hal yang sama. Segala peraturan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang mengurangi kesempatan kita untuk beraktivitas seperti biasa, atau menghabiskan waktu bersama teman dan kerabat. Maklum, Covid-19 merupakan penyakit yang menyebar melalui kontak dekat, sehingga protokol-protokol kesehatan dibutuhkan untuk memutus rantai penularan virus yang sekarang masih menjalar di seluruh penjuru dunia. Ini juga yang menyebabkan pelacakan kontak (contact tracing) menjadi topik hangat kini. Smartcitizen mungkin pernah mendengar istilah tersebut, tapi apa sih sebenarnya contact tracing itu? 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), “Pelacakan kontak adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan mengelola orang-orang yang telah terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan lebih lanjut. Orang-orang itu disebut kontak erat. Pelacakan kontak erat untuk Covid-19 meliputi upaya identifikasi orang yang mungkin terpapar SARS-CoV-2, yaitu virus yang menyebabkan Covid-19, dan pemantauan harian atas kontak erat setiap hari selama 14 hari. Tujuannya adalah untuk menghentikan penularan virus dengan mengurangi jumlah orang pembawa virus yang berkegiatan.”

Jadi, contact tracing melacak orang-orang yang selama 14 hari terakhir telah berhubungan dekat (dalam jarak 1 meter setidaknya selama 15 menit) dengan seorang pasien terkonfirmasi Covid-19. Proses pelacakan kontak bertujuan untuk mencegah penularan lebih lanjut, dengan mengisolasikan dan memantau orang-orang kontak dekat tersebut. Bila sebuah kasus atau klaster baru ditemukan, pelacakan kontak harus dilakukan sesegera mungkin. Fokusnya pada kontak yang rentan, seperti kontak rumah tangga dan tempat tertutup yang berisiko tinggi (misalnya asrama, panti, rumah perawatan, dan fasilitas berjangka panjang lainnya).

Pada masa yang serba elektronik ini, pelacakan kontak pun dapat dilaksanakan secara digital berkat aplikasi baru yang bernama PeduliLindungi, yang bisa diakses dari fitur Jejaki di aplikasi JAKI. Dikembangkan oleh Kemenkominfo, aplikasi ini bertujuan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan kontak untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Kegunaan PeduliLindungi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang memakai aplikasi ini. Cukup dengan mengunduh PeduliLindungi, kamu pun bisa membantu menghentikan penyebaran virus Corona. Secara sederhana, PeduliLindungi akan menggunakan sinyal Bluetooth serta lokasi perangkatmu untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Informasi ini kemudian bisa digunakan untuk melacak dan mengidentifikasi individu yang berkontak erat dengan kasus aktif Covid-19.

Cara Menggunakan PeduliLindungi

JAKI, Jejaki, Lapor PSBB, PeduliLindungi

PeduliLindungi bisa diakses dari aplikasi JAKI. Caranya, buka fitur Jejaki di halaman utama, lalu pilih fitur Contact Tracing. Kamu pun akan dibawa ke aplikasi PeduliLindungi, untuk meng-install terlebih dahulu. Setelah berhasil di-install, kamu bisa membuka aplikasinya. 

JAKI, Jejaki, Lapor PSBB, PeduliLindungi

Setelah menekan tombol ‘Jadi Partisipan’, kamu akan diminta untuk mendaftar dengan menyediakan nama lengkap serta nomor handphone. Isilah informasi dengan sesuai, lalu tekan ‘Kirim OTP’. 

JAKI, Jejaki, Lapor PSBB, PeduliLindungi

Kamu akan langsung menerima SMS berisi one-time password (OTP) yang terdiri dari enam angka. Masukkan enam angka tersebut, lalu tekan ‘Verifikasi’. OTP hanya akan berlaku selama satu menit. Jika waktu habis, tekan ‘Kirim ulang’ untuk mendapatkan SMS baru.

JAKI, Jejaki, Lapor PSBB, PeduliLindungi

Selanjutnya, kamu akan dibawa ke halaman Syarat dan Ketentuan. Ada baiknya bagian ini dibaca dengan seksama, sebelum menekan tombol ‘Saya Setuju’.

JAKI, Jejaki, Lapor PSBB, PeduliLindungi

Yang berikut ini adalah bagian terpenting. Jangan lupa untuk menyalakan Bluetooth dan layanan lokasi perangkatmu, agar aplikasi bisa berfungsi dengan benar. Berikan izin ketika PeduliLindungi ingin mengakses Bluetooth dan lokasi perangkat.

Dengan beberapa langkah sederhana, kamu pun sudah menjadi partisipan dalam membantu mencegah penyebaran Covid-19. Sebuah notifikasi akan muncul untuk memberitahu bahwa kamu sedang berpartisipasi. Ingat, PeduliLindungi hanya akan berjalan jika Bluetooth dan layanan lokasi perangkatmu menyala. Jadi, jika kamu ingin terus berpartisipasi, pastikan kedua fitur tersebut selalu dalam keadaan menyala. Selain membantu pelacakan kontak, PeduliLindungi juga akan menggunakan lokasi untuk mengingatkanmu jika kamu memasuki wilayah yang terdata ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif (Zona Merah) dengan mengirim notifikasi. 

Bagaimana Cara Kerja PeduliLindungi?

PeduliLindungi menggunakan data yang diproduksi oleh perangkatmu dengan Bluetooth aktif untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Ketika ada perangkat lain dalam radius sinyal Bluetooth yang juga terdaftar di PeduliLindungi, maka akan terjadi pertukaran ID anonim yang akan direkam oleh gadget masing-masing.

PeduliLindungi selanjutnya akan mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau Suspek/PDP dan Probabel/ODP. Hal ini akan sangat membantu ketika orang tersebut tidak dapat mengingat riwayat perjalanan dan telah berkontak dengan siapa saja.

Kamu tidak perlu mengkhawatirkan privasimu ketika menggunakan PeduliLindungi. Data yang dikirim dari perangkatmu akan disimpan secara aman dalam format terenkripsi dan tidak akan dibagikan kepada orang lain. Data tersebut hanya akan diakses bila kamu dalam risiko tertular Covid-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.

Begitulah keajaiban teknologi. Hanya dengan menghidupkan fitur di smartphone-mu, kamu bisa membantu menurunkan jumlah orang yang tertular Covid-19, dan menjaga kesehatan diri sendiri serta orang-orang di sekitarmu. Ayo ikut berpartisipasi dalam upaya pelacakan kontak Pemprov DKI! PeduliLindungi bisa kamu akses dari fitur Jejaki di aplikasi JAKI.

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Pilah Sampah ke dalam 3 Jenis Sampah Berikut!

Pengelolaan sampah semakin hari menjadi semakin penting. Bagaimana tidak, setiap harinya rata-rata sampah yang diangkut ke TPA Bantar Gebang sekitar 7400 ton sampah tahun 2018 atau mengalami kenaikan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City