Tips Memotret Foto Laporan yang Baik

JSC | 5 months ago

Pagi cerah menyapa, sekarang waktunya berangkat ke tempat kerja. Siapkan dan kenakan masker, sebelum pergi meninggalkan rumah. Tapi, dalam perjalanan, kamu menemukan ada masalah atau pelanggaran yang menurutmu harus segera ditindaklanjuti. Masalah yang dimaksud bisa berupa kerusakan fasilitas, parkir liar, hingga pelanggaran protokol kesehatan yang sedang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Sebagai Smartcitizen, ketika kamu melihat ada masalah seperti itu, jangan dipendam di dalam hati, ya. Karena kamu pastinya juga sudah tahu dan kenal dengan fitur JakLapor yang ada di aplikasi JAKI. Namun, mungkin kamu masih ragu, karena ini pertama kalinya kamu membuat laporan di JAKI. Kamu juga mungkin bertanya, seperti apa sih caranya memotret pelanggaran yang benar? Yuk, ikuti tips-tips ringkas di bawah ini.

[Mau melaporkan pelanggaran? Unduh JAKI untuk Android atau iOS, yuk!]

Yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Mengambil Foto

Langkah pertama, tentu kamu harus membuka aplikasi JAKI pada telepon pintarmu. Klik tombol bergambar kamera pada bagian bawah tengah layar menu, untuk mengakses fitur JakLapor dan memulai proses pembuatan laporan atau aduan. Nah, sampai di sini, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terlebih dulu, seperti:

Pastikan Fitur GPS Aktif

Agar laporanmu mendapat tanggapan yang cepat dan diproses oleh petugas secara tepat,  pastikan fitur GPS pada perangkatmu sudah aktif. Atau, kamu bisa juga menyalakan fitur penanda lokasi pada kameramu, agar data lokasi dari foto yang kamu unggah bisa ditampilkan, sehingga bisa digunakan oleh petugas untuk mengetahui di mana masalah atau pelanggaran terjadi. 

Jangan Mengambil Foto Saat Berkendara

Ketika kamu melihat pelanggaran terjadi di depanmu, jangan terburu-buru untuk langsung memotret, apalagi kalau kamu sedang berkendara. Jadi, sebelum kamu membuka fitur JakLapor, cari terlebih dulu tempat yang aman untuk berhenti. Pastikan juga tempat yang kamu pilih merupakan tempat yang memang diizinkan untuk memberhentikan kendaraanmu. 

Jadi, ingat ya Smarcitizen, jangan mengambil foto saat berkendara atau ketika kamu berhenti di tengah jalan. Karena, kalau kamu tertangkap menggunakan telepon pintar saat mengendarai mobil atau motor, bisa-bisa justru kamu yang akan dilaporkan oleh pengguna JAKI lain.

Tidak Mengambil Foto Data Pribadi 

Foto yang kamu unggah di JakLapor akan ditampilkan secara publik di fitur pemantauan laporan JakRespons (nama dan nomor telepon sang pelapor tetap dirahasiakan oleh JAKI). Oleh karena itu, kamu juga harus menjaga kerahasiaan data milik pribadi atau orang lain dengan tidak mengambil foto-foto yang berisi informasi sensitif, seperti Kartu Tanda Penduduk, Paspor, atau Kartu Keluarga. 

Jika ada data sensitif yang secara tidak sengaja tertangkap dalam foto,  kamu bisa menutup informasi-informasi sensitif tersebut dengan memberi blok warna, atau menyamarkannya dengan fitur blur yang ada di perangkatmu sebelum mengunggah.

Cara Memotret Pelanggaran yang Benar

Kalau kamu sudah memahami dan meresapi tips-tips yang disebutkan di atas, berarti langkah selanjutnya adalah mengambil foto pelanggaran yang terjadi. Tapi ingat nih, Smarcitizen, pengambilan foto untuk laporan juga nggak bisa dilakukan secara asal. Karena foto atau gambar yang kamu kirimkan akan menjadi acuan utama bagi petugas, dalam menanggapi permasalahan yang kamu laporkan. Oleh karena itu, kamu juga perlu mengikuti panduan atau tata cara pengambilan gambar yang benar, untuk mendukung laporan yang kamu buat di JakLapor.   

Fokuskan Foto pada Pelanggaran

Langkah penting yang harus kamu lakukan dalam pembuatan laporan di JAKI adalah memastikan gambar yang kamu ambil secara jelas memperlihatkan pelanggaran yang sedang terjadi. Sebagai contoh, kamu melihat ada orang yang tidak memakai masker di tengah keramaian. Maka yang perlu kamu fokuskan dalam fotomu adalah orang yang melakukan pelanggaran tersebut. Cara ini nggak sebatas pada pelanggaran aja lho, Smartcitizen. Hal yang sama juga berlaku jika misalnya ada fasilitas umum yang rusak. Pastikan benda yang kamu harap akan diperbaiki sudah terlihat secara jelas dalam foto yang kamu unggah dengan JakLapor.

Tunjukkan Lokasi Sekitar

Saat kamu melihat ada permasalahan yang ingin kamu laporkan, jangan lupa juga untuk menunjukkan tempat atau lokasi sekitar. Meskipun alamat mungkin sudah kamu cantumkan, langkah ini perlu kamu lakukan agar petugas bisa mengidentifikasi secara pasti di mana pelanggaran terjadi. Misalnya, kamu ingin melaporkan pelanggaran parkir liar, pastikan foto yang kamu ambil jangan hanya memperlihatkan kendaraannya saja. Ambil jarak sedikit, agar sudut pengambilan gambar bisa lebih luas dan objek atau gedung sekitar yang akan menjadi acuan bagi petugas juga terlihat.

Tetap Berhati-hati

Ketika kamu sedang membidik kamera untuk mengambil foto pelanggaran, kamu tidak boleh lupa pula keamanan dan keselamatan diri sendiri. Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, kamu tidak diperbolehkan membuat laporan saat sedang mengendarai mobil atau motor. Bila kamu sedang berjalan kaki, perhatikan lingkungan sekitarmu. Apakah kamu berdiri di dekat pagar pembatas jembatan? Apakah ada lubang pengerjaan proyek di dekatmu? Hal-hal seperti itu akan sangat berguna untuk kamu ingat, agar saat membuat laporan kamu tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kehati-hatian dari sudut pandang sosial juga perlu kamu perhatikan. Perilaku setiap manusia tentu berbeda-beda. Jika kamu merasa tidak nyaman mengambil foto seorang atau sekelompok pelanggar, maka kamu bisa melakukannya secara diam-diam dan dari jarak yang sedikit lebih jauh.

JAKI, JakLapor, PSBB, Jakarta, CRM

Nah, setelah mengambil foto, yang perlu kamu lakukan berikutnya adalah memberikan deskripsi dan kategori yang sesuai. Pastikan semua informasi sudah terisi dengan lengkap dan benar, sebelum kamu menekan tombol kirim. Laporan yang kamu buat akan membantu Pemprov DKI dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota kita. Selain itu, di tengah masa pandemi seperti saat ini, kedisiplinan masyarakat juga dibutuhkan agar masa depan Jakarta yang kembali sehat bisa segera tercapai. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

 

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

Menjaga Stok Bahan Pangan dengan Controlled Atmosphere Storage

Kunci kestabilan harga pangan adalah stok yang selalu terjaga. Hal tersebut menjadi masalah jika bahan pangan tersebut produksinya dipengaruhi oleh musim atau cuaca. Contohnya, harga cabai yang ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City