Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dari Pergub No. 80 Tahun 2020

JSC | 2 months ago

PSBB Masa Transisi Tahap I diperpanjang hingga 10 September 2020. Pertimbangan perpanjangan PSBB Masa Transisi dilakukan melalui evaluasi yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama pihak terkait, seperti pakar kesehatan khususnya epidemiolog. Hal ini tentunya dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Selama proses perpanjangan PSBB Masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat segala kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di ruang publik.

Ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan selama PSBB Masa Transisi sesuai dengan Pergub No. 80 Tahun 2020. Simak, Yuk!

Kapasitas 50% di Tempat Kegiatan

Selama PSBB Masa Transisi, kapasitas setiap kegiatan dibatasi dengan jumlah maksimal 50 persen. Ini berlaku di setiap tempat kegiatan seperti transportasi, tempat beribadah, swalayan, rumah makan, tempat kerja dan tempat lainnya yang bisa menimbulkan kerumunan. Khusus di tempat kerja, perusahaan diwajibkan memberlakukan pembagian jam kerja bagi para karyawan, sehingga akan meminimalisasi kerumunan di tempat kerja.

Pada moda transportasi umum, pembatasan penumpang dilakukan dengan memberikan jarak di setiap tempat duduk, halte, atau peron stasiun. Jika kamu masih menemukan kerumunan, segera laporkan melalui JakLapor di JAKI, ya.

[Kenapa Kamu Harus Melapor Lewat JakLapor Selama Pandemi?]

Ganjil Genap untuk Sepeda Motor Belum Berlaku

Sejak 3 Agustus 2020, Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta mulai diberlakukan kembali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang meningkat sehingga menimbulkan keramaian di ruang publik serta pembatasan kapasitas di tempat kerja yang tidak terlaksana dengan baik. Kebijakan Ganjil Genap dilakukan di 25 ruas jalan Jakarta dengan skema ketentuan yang sama dengan sebelumnya. 

Meskipun pada pasal 7 ayat (2) disebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip Ganjil Genap, saat ini penerapan Ganjil Genap masih diberlakukan untuk kendaraan beroda empat atau lebih. Saat ini kebijakan Ganjil Genap pada kendaraan roda dua masih dalam pengkajian oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan akan berlaku setelah terdapat Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Jadi, jika tidak dalam kondisi mendesak, tetap di rumah aja, ya.

Penggunaan Transportasi Sepeda

Smartcitizen, kamu termasuk pengguna transportasi sepeda? Ada kabar baik nih untuk kamu. Pemprov DKI Jakarta mendukung dengan menyediakan jalur sepeda di setiap ruas jalan serta fasilitas parkir khusus sepeda. Sejak PSBB Masa Transisi, peningkatan jumlah pesepeda meningkat. Kini, sepeda bukan hanya digunakan saat berolahraga namun juga sebagai moda transportasi menuju tempat tujuan.

Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta meminta sejumlah fasilitas publik di Jakarta menyediakan parkir khusus sepeda sebanyak 10 persen dari lahan parkir yang tersedia. Fasilitas publik yang dimaksud di antaranya pusat perbelanjaan, perkantoran, stasiun, halte, terminal, dan pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan untuk para pesepeda.

Sekarang sudah tahu kan hal yang harus kamu perhatikan selama PSBB Masa Transisi? Jangan lupa juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menerapkan 3M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) saat sedang di luar rumah atau di  tempat umum, ya. Kepedulian sesama serta kedisiplinan kamu bisa membantu mencegah penyebaran Covid-19, lho! 

 

 

------

Tiffany Aisyah Septiana

Artikel lainnya

Babak Final Sepuluh Besar Startup di Future City Hackathon

“Sebagai orang yang cukup sering berhadapan dengan startup, mata saya semakin terbuka dengan apa yang sudah disajikan teman-teman semua.” Begitulah kesan pembuka Gatot Hendra Prakoso, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City