​​​​​​​Kolaborasi Inovasi Pasca-Covid-19  di Future City Hackathon

JSC | 15 days ago

Dengan berlalu bulan Juni, kita sudah berada pada paruh terakhir tahun 2020. Enam bulan pertama mungkin telah menjadi masa yang membingungkan dan menyulitkan untuk sebagian besar dari kita akibat pandemi Covid-19. Belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Kita hanya bisa berharap, tak lama lagi masalah ini akan usai. Namun kita pun bisa memandang jauh ke masa depan, sehingga lebih progresif dan optimis. Suatu saat nanti kasus Covid-19 akan selesai dan kita semua dapat kembali hidup normal, walaupun kenormalan itu mungkin berbeda daripada sebelumnya.

Pandemi berakhir tak berarti semua masalah kita langsung hilang seketika. Akan ada tantangan-tantangan baru yang perlu dihadapi dan dipecahkan. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan State Government of Berlin mengadakan ajang Future City Hackathon, sebuah kompetisi yang mengajak para wirausahawan inovatif untuk berkumpul dan mengusulkan ide serta solusi, yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah pasca-Covid-19 yang akan dihadapi Jakarta. Tapi sebelum itu, mari kita jawab pertanyaan yang lebih luas terlebih dahulu.

Apa Itu Hackathon?

Saat pertama kali membacanya, ‘hackathon’ mungkin terkesan mirip dengan ‘marathon’. Memang tidak terlalu berbeda. Marathon adalah perlombaan lari jarak jauh yang menguji ketahanan dan kecepatan para peserta. Sedangkan hackathon adalah gabungan dari kata ‘hack’ dan ‘marathon’. Hack atau hacking merupakan aktivitas yang berupaya untuk meretas perangkat digital atau jaringan keamanan. Singkatnya, hackathon adalah acara atau kompetisi di mana banyak individu yang berpikiran teknologis seperti programmer, pengembang perangkat lunak, atau desainer grafis berkumpul untuk bersaing, berkolaborasi, dan menguji keterampilan mereka untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan itu bisa menciptakan perangkat lunak yang berguna atau memecahkan suatu masalah.

Dalam situs Hackathon Guide, Joshua Tauberer mendefinisikan hackathon secara lebih luas: “acara apa pun dengan jangka waktu berapa pun di mana orang berkumpul untuk memecahkan masalah”. Definisi inilah yang cocok untuk Future City Hackathon, di mana para empunya otak cerdas diajak untuk berkolaborasi dan mengajukan ide yang dapat membantu Jakarta pada masa depan. Pemprov DKI Jakarta dan State Government of Berlin melihat potensi yang dimiliki Jakarta sebagai salah satu kota dunia dengan jumlah startup terbanyak. Seringkali usaha-usaha startup ini dipimpin seseorang atau sekelompok individu yang dipenuhi ide-ide inovatif. Berkat menjalin kolaborasi dengan para pengusaha startup ini, mereka mendapat kesempatan untuk merealisasikan konsepnya untuk membantu Jakarta.

Indikator Smart City dalam Future City Hackathon

Sesuai dengan judul ajang ini, Future City Hackathon bertujuan untuk mendorong Jakarta menuju masa depan dan membangun sebuah kota yang cerdas dengan mengembangkan solusi yang dapat membantu keluarga, teman, tetangga, maupun semua orang yang sedang menghadapi krisis, agar tetap sehat, aman, serta produktif menghadapi kenormalan baru. Karena itu, enam indikator Smart City dipilih menjadi tema acara ini, sehingga peserta dapat menghasilkan solusi yang lebih terfokus kepada tema yang sudah ditentukan. Jadi apa saja enam indikator Smart City, lalu proyek apa saja yang bisa dihasilkan?

  1. Smart Governance

Pemerintah yang dipercaya adalah pemerintah yang terbuka, transparan, serta komunikatif. Dalam sebuah kota cerdas, pemerintah dan masyarakat menjalin hubungan seimbang sebagai kolaborator yang bekerjasama dalam pembangunan kota. Perkembangan teknologi memungkinkan adanya digitalisasi dalam setiap layanan pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke kantor pelayanan serta memungkinkan pelayanan jarak jauh. Sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) dan aplikasi Jakarta Kini (JAKI), misalnya, merupakan implementasi Smart Governance yang sudah terbukti.

  1. Smart People

Pemerintah hanyalah setengah bagian dari upaya kolaboratif sebuah kota cerdas. Bagian lainnya adalah masyarakat. Solusi yang memudahkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa menjadi proyek yang menggunakan indikator Smart People. Begitu pula proyek yang membuka peluang pendidikan, pekerjaan, serta inklusivitas penyandang disabilitas. Sebagai kota dengan branding "kota kolaborasi", Pemprov DKI Jakarta perlu memiliki suatu aplikasi/platform yang bisa menjadi penghubung antara Pemprov dengan pihak eksternal sehingga dapat tercipta suatu kolaborasi atau kerja sama kegiatan. Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan perpustakaan digital iJakarta, misalnya, merupakan contoh proyek yang mendorong indikator Smart People.

  1. Smart Living

Dalam sebuah kota cerdas, semua warga bisa hidup dengan senang, tenteram, aman, serta nyaman dalam lingkungan tempat tinggalnya. Pemprov DKI Jakarta perlu terus berinovasi meningkatkan layanan, dalam hal ini sarana layanan/konsultasi medis maupun psikis berbasis digital kepada masyarakat dalam lingkup kelurahan/kecamatan dapat dikembangkan. Jakarta juga telah menerapkan Smart Living dengan Pantau Banjir dan rumah susun terintegrasi.

  1. Smart Mobility

Transportasi merupakan aspek krusial di kota mana pun. Warga bisa bepergian dan sampai tujuan dengan cepat serta aman. Mengoptimalkan sistem transportasi sangat membantu kehidupan masyarakat. Pada masa pandemi ini, ada keperluan untuk solusi transportasi atau pengantaran contactless untuk menjaga kesehatan pengemudi dan penumpang. Jakarta pun memprioritaskan bersepeda dan berjalan sebagai moda transportasi utama, sehingga mewajibkan perkantoran serta pertokoan untuk menyediakan wilayah parkir khusus sepeda.

  1. Smart Economy

Tak ada kota yang bisa sukses tanpa ekonomi yang stabil dan berkembang. Mekarnya perdagangan membutuhkan produktivitas serta kewirausahaan yang inovatif. Jakarta membutuhkan pengebangan sistem keamanan daring bagi usaha-usaha e-commerce kecil demi memberdayakan UMKM binaan dengan menciptakan suatu platform jual-beli yang aman dan terpercaya.

  1. Smart Environment

Semua makhluk hidup merasakan pentingnya lingkungan. Kesehatan orang sangat bergantung kepada kesehatan alam. Banyak sekali solusi alternatif ramah lingkungan yang bisa diusulkan, seperti pengelolaan air limbah atau mengembangkan sumber energi terbarukan. Pemprov DKI Jakarta menginginkan adanya inovasi mengenai energi terbarukan yang dapat digunakan oleh masyarakat Jakarta dan memiliki wadah yang dapat mengintegrasikan ide-ide tersebut.

Apakah kamu sudah mulai terinspirasi? Atau mungkin kamu telah memiliki ide yang berbasis indikator Smart City? Bila kamu adalah pengusaha startup atau wirausahawan yang tertarik memperluas wawasan dan keterampilan serta membangun koneksi dengan wirausahawan lain, ikutilah Future City Hackathon. Tidak hanya itu, pemenang ajang ini juga akan mendapatkan hadiah tunai sebesar €1,500 dan berkesempatan untuk kolaborasi bersama Jakarta Smart City untuk merealisasikan solusi yang kamu ajukan! Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi futurecity.jakarta.go.id. Pendaftaran akan ditutup 4 Agustus 2020, jadi tunggu apa lagi?

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Tips Mencegah Penyebaran Covid-19 di Tempat Kerja

Berjalannya masa PSBB Transisi berarti pembukaan kembali secara bertahap untuk perkantoran, pertokoan, dan tempat-tempat umum lain di mana warga Jakarta melaksanakan kewajiban kerja mereka. Walaupun ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City