JSC Talks Vol. 07: Beri Solusi Pasca Pandemi melalui Virtual City Hackathon

JSC | 17 days ago

Kolaborasi adalah benih dari inovasi dan solusi. Ketika sejumlah pikiran cerdas dipertemukan dalam satu ruangan, maya sekalipun, terciptalah ide-ide baru yang dapat menyelesaikan berbagai masalah. Pada zaman modern ini, kita tak kekurangan orang-orang kreatif yang penuh jawaban inventif untuk memecahkan segala kesulitan yang dihadapi warga dunia, tak terkecuali di tengah pandemi global ini. Dengan penuh semangat mereka merealisasikan ide-ide briliannya, seringkali lewat ketertarikan dalam membangun usaha startup sebagai cikal bakal wirausahawan sukses. 

Pada 2019, Indonesia merupakan negara kelima dengan jumlah usaha startup terbanyak di dunia dengan lebih dari 2.000 usaha. Dari jumlah tersebut, seperempatnya berbasis di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi (Jabodetabek).

Melihat potensi yang besar ini, ajang Future City Hackathon dengan kolaborasi bersama Jakarta Smart City ingin memberikan kesempatan bagi para wirausahawan ibu kota, dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi Jakarta pada era Covid-19. Kompetisi ini bertujuan untuk mengajak inovator lokal dan global yang cerdas untuk mengajukan solusi yang dapat membantu keluarga, teman, tetangga, dan semua orang yang menghadapi krisis, untuk tetap kuat, aman, serta nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Satu pemenang akan diberi hadiah uang tunai sejumlah €1,500 yang dikontribusikan oleh State Government of Berlin yang bekerja sama dengan Jakarta Smart City. Sebagai bagian dari program Smart Change, ajang ini diimplementasikan secara bersama oleh Pemprov DKI Jakarta dan State Government of Berlin untuk menguatkan hubungan kemitraan kedua kota ini.

Dalam episode JSC Talks kali ini yang dibawakan oleh Rayhan Muamar, kedua pembicara yakni Raedi Fadil dari Jakarta Smart City dan Surya Darmadi dari Berlin Senate Department for Economics, Energy, and Public Enterprise, mengenalkan kita kepada Future City Hackathon, agar kamu pun bisa berpartisipasi dalam ajang ini.

Tema Enam Indikator Future City

Selain mengeratkan jalin hubungan antara Jakarta dan Berlin, Mas Surya Darmadi menjelaskan bahwa kompetisi ini juga bertujuan untuk membuat Jakarta lebih tangguh dan aman. Tak hanya saat melawan pandemi, namun seterusnya hingga masa-masa mendatang. Tujuan ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi antara banyak pihak, terutama kecerdasan dan inovasi para peserta. Dari ajang ini, peserta akan mendapat pelatihan dari profesional, sehingga menjadi batu loncatan menuju oportunitas-oportunitas lainnya.

Sejauh ini, Hackathon telah mendapatkan sejumlah ide dari peserta yang sudah mendaftar, antara lain tentang tempat sampah, metode pembayaran tanpa kontak, serta aplikasi belanja dari rumah. Tema Hackathon kali ini adalah enam indikator future city, yaitu: Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. Misalnya, kamu bisa mengusulkan metode transportasi pengiriman tanpa kontak untuk mendorong konsep Smart Mobility, atau menemukan cara bagi masyarakat untuk mendapat perawatan medis dari rumah untuk mempromosikan tema Smart Living. Tentunya, proposal yang kamu ajukan tidak terbatas hanya untuk situasi Covid-19, tapi bisa apa saja yang dapat membantu warga Jakarta. Dengan mengimplementasikan indikator-indikator ini, peserta dapat meraih kemenangan dan mendapat uang tunai sebesar €1,500. Tidak hanya itu, pemenang juga akan berkolaborasi dengan Jakarta Smart City untuk merealisasikan ide yang sudah mereka ajukan.

Jika kamu sudah punya ide yang ingin dilombakan, namun belum yakin apakah sudah sesuai dengan tema enam indikator tersebut, kamu bisa mengikuti enam webinar yang masing-masing akan membahas salah satu indikator Smart City. Webinar ini akan tayang satu per satu setiap hari sejak 27 Juli 2020, tanpa dikenakan biaya apapun. Kamu bisa mendaftar untuk webinar dengan mengikuti link berikut.

Empat Prinsip Jakarta Smart City

Selanjutnya, Mas Raedi Fadil merincikan konsep Jakarta Smart City dengan empat prinsip: Mobile First, System and Data Driven Tech, Digital Experience, dan Smart Collaboration. Prinsip yang pertama, Mobile First, diimplementasikan untuk merespons smartphone yang semakin aksesibel bagi warga Jakarta, terutama dibanding perangkat digital lain seperti laptop atau PC. Untuk inilah Jakarta Smart City mengembangkan aplikasi JAKI, layanan satu pintu dengan berbagai fitur yang dapat memenuhi aneka kebutuhan masyarakat Jakarta. Dalam rangka kolaborasi dengan Jakarta Smart City, ide yang diajukan oleh pemenang Hackathon dapat diimplementasikan ke dalam aplikasi JAKI sebagai fitur terbaru yang akan digunakan oleh lebih dari 300,000 penduduk Jakarta.

Smart Collaboration adalah prinsip yang paling berhubungan dengan Hackathon kali ini. Sebab ajang ini tidak hanya merupakan kompetisi, tapi juga kanal kolaborasi. Smart Collaboration mendorong konsep sebuah kota cerdas di mana pemerintah dan masyarakat adalah kolaborator yang bekerjasama secara setara dalam pembangunan kota. Dalam Hackathon, para pengelola usaha startup dapat bertemu dengan pengusaha dan pemerintah untuk mengajukan ide-ide mereka, serta berdiskusi bagaimana ide mereka dapat menjadi kenyataan dan membantu keseharian warga Jakarta. 

Apakah kamu seorang wirausahawan atau pengusaha startup yang ingin membantu mengatasi masalah-masalah Jakarta dengan ide dan inovasimu? Ingin mendapat kesempatan memenangkan hadiah tunai serta bekerjasama dengan Jakarta Smart City untuk merealisasikan ide-idemu? Kamu bisa langsung daftar untuk Future City Hackathon di futurecity.jakarta.go.id. Pendaftaran akan ditutup pada 4 Agustus 2020, jadi tunggu apa lagi?

Jangan lupa ikuti kanal YouTube Jakarta Smart City untuk menonton diskusi JSC Talks selanjutnya!

 

 

------

Nadhif Seto Sanubari

Artikel lainnya

Bersepeda Gratis di Jakarta dengan Bike Sharing

Bike Sharing adalah sebuah sistem penyediaan sepeda di tempat umum yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh masyarakat. Bike sharing telah populer digunakan di kota-kota besar dunia seperti London, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City