JakCLM: Syarat Baru untuk Mendapatkan SIKM

JSC | 3 months ago

Seiring dengan pemberlakuan PSBB masa transisi sejak 4 Juni 2020 lalu, beberapa kegiatan yang sebelumnya dialihkan ke rumah atau ditutup, kini secara bertahap kembali beroperasi meski masih dalam kapasitas terbatas. Hal ini membuat pergerakan atau mobilitas warga Jakarta kembali meningkat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menerapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 pada masa transisi ini. Salah satunya adalah perizinan keluar-masuk wilayah Jakarta, yang diatur melalui Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM). 

[Yang Perlu Diketahui Tentang SIKM]

Mengapa SIKM Perlu Diterapkan?

Seperti yang kita tahu, Jakarta sebagai pusat perekonomian dan ibu kota Indonesia, menyimpan segudang kesempatan dan daya tarik tersendiri. Jutaan manusia mengalir hampir setiap hari untuk bekerja, berwisata, untuk bertegur sapa dengan keluarga dan teman. Tidak hanya itu, Jakarta juga menjadi titik lebur dari banyak budaya, baik dalam negeri maupun mancanegara, sebuah fakta yang bisa kita banggakan. Namun, di tengah masa sulit pandemi seperti sekarang dibutuhkan kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan perjalanan antarwilayah.

Jika Smartcitizen rajin mengikuti perkembangan pandemi Covid-19, kamu akan mengetahui masih ada daerah atau wilayah di Indonesia dan luar negeri yang termasuk dalam zona dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, peraturan SIKM diterbitkan sebagai solusi dalam melindungi Jakarta dari potensi masuknya kasus penyebaran baru.

Kendati begitu, bukan berarti Jakarta sepenuhnya menutup diri dari daerah lain. Kehadiran SIKM justru membantu mereka yang telah memenuhi syarat untuk dapat memasuki ataupun meninggalkan wilayah jakarta.

Ikut Tes JakCLM untuk Dapat SIKM

Pertama-tama, yang harus kamu ingat, SIKM hanya diwajibkan untuk warga yang akan melakukan perjalanan antara Jakarta dan luar Jabodetabek. Jadi, jika kamu tinggal di Depok, maka kamu tidak perlu mengurus SIKM untuk masuk dan beraktivitas di Jakarta, begitu juga dengan sebaliknya. Sementara jika kamu berasal dari Bandung dan berniat untuk pulang ke Jakarta, maka kamu harus menyiapkan dokumen persyaratan untuk mendapatkan SIKM.

[Masih Perlukah Kamu Mengurus SIKM Jakarta?]

Untuk memulai proses pengurusan SIKM, kamu harus terlebih dahulu mengunjungi situs corona.jakarta.go.id dan memilih menu ‘Izin Keluar-Masuk Jakarta’. Ketentuan dan syarat untuk penerbitan SIKM sudah melewati penyempurnaan dengan keluarnya Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Di dalamnya, terdapat syarat baru yang menjadi salah satu kualifikasi untuk memperoleh SIKM, yakni hasil tes pemeriksaan JakCLM.

Sebagian dari kamu mungkin bertanya, apa itu JakCLM? JakCLM adalah fitur terbaru di aplikasi JAKI yang berisi CLM, untuk mengecek gejala Covid-19 secara mandiri dan mudah. Didukung dengan teknologi CLM (Corona Likelihood Metric) berbasis machine learning, JakCLM bisa mengolah jawaban dan informasi yang diberikan untuk menampilkan hasil, apakah pengguna terindikasi Covid-19 atau tidak.

[CLM: Aplikasi Cek Gejala Berteknologi CLM Machine Learning]

Jika setelah pemeriksaan kamu dinyatakan aman untuk bepergian, maka kamu bisa mengunggah hasil tes JakCLM --beserta KTP elektronik dan foto diri--  untuk pengajuan SIKM. Kalau kamu pernah mengikuti tes Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan dari hasil tes tersebut kamu dinyatakan negatif, kamu juga masih bisa mengajukan SIKM.

Lalu bagaimana kalau kamu mendapat status ‘tidak aman untuk bepergian’? Maka yang harus kamu lakukan adalah tetap di rumah dan memulihkan diri jika sakit. Setelah satu minggu dan ketika gejala membaik, lakukan tes kembali.

Perlu dicatat bahwa masa berlaku SIKM akan mengikuti masa aktif hasil tes JakCLM, yakni tujuh hari. Apa yang perlu kamu lakukan jika SIKM yang kamu kantongi sudah habis masa berlakunya? Caranya mudah saja. Untuk mengaktifkan SIKM, kamu cukup melakukan tes JakCLM kembali.

Smartcitizen, kita perlu memahami bahwa kebijakan SIKM ini sangat diperlukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam pengendalian kurva penyebaran Covid-19 di Ibu Kota. Tentu, kita tidak ingin kerja keras pemerintah dan masyarakat dalam memerangi pandemi ini menjadi sia-sia. Jadi, sebelum kamu mengajukan SIKM, pastikan kamu sudah mendapatkan status aman dari hasil tes JakCLM atau hasil negatif dari tes PCR. Fitur JakCLM bisa kamu akses melalui aplikasi JAKI, kini tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.

 

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

HackJAK 2017, Pemanfaatan Data Ruang Publik untuk Jakarta yang Lebih Adil dan Inklusif

Apakah kamu adalah programmer, designer grafis, arsitek atau perencana kota yang peduli terhadap keberadaan ruang publik di Jakarta? Ingin agar ruang publik berupa trotoar, jembatan penyeberangan, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City