Catat Hal-Hal Penting Selama PSBB di Jakarta Berikut Ini

JSC | 11 months ago

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menghambat penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang semakin meningkat. Penetapan PSBB ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 dan mengacu kepada Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta.

Selama masa PSBB, pergerakan warga DKI Jakarta akan dibatasi sedemikian rupa dan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Pembatasan ini dimulai pada 10 April 2020 hingga 14 hari ke depan (23 April 2020) dengan kemungkinan bisa diperpanjang jika dibutuhkan. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sudah mengimbau  masyarakat ibu kota untuk menjaga jarak sosial (social distancing) dan jarak fisik (physical distancing), membatasi moda transportasi, menutup tempat hiburan, hingga belajar, bekerja, serta beribadah dari rumah.

[Kenapa kita semua harus #dirumahaja?]

Belajar dari Rumah

Seluruh kegiatan belajar dan mengajar di semua jenjang pendidikan di Jakarta dialihkan dari sekolah ke rumah. Siswa belajar dari rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh. Memindahkan kegiatan belajar dari rumah telah dilakukan sejak 16 Maret 2020 lalu dan akan diteruskan selama masa PSBB.

Institusi pendidikan lainnya seperti lembaga pendidikan tinggi, lembaga pelatihan, lembaga penelitian, lembaga pembinaan, dan lembaga sejenisnya juga menerapkan penghentian sementara selama masa PSBB berlangsung. Namun, penghentian sementara ini tidak berlaku bagi lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. 

Bekerja dari Rumah

Melihat Jakarta sebagai pusat ekonomi dengan angkatan kerja yang melimpah, maka selama masa PSBB, seluruh kegiatan di tempat kerja atau kantor akan dihentikan sementara dan mengalihkan aktivitas bekerja ke rumah. Adapun beberapa kategori yang dikecualikan dari penghentian sementara adalah:

  • Kantor/instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah;

  • Kantor Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional;

  • Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah yang turut serta dalam penanganan COVID-19 atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, agar tidak menghambat pemenuhan kebutuhan hidup orang banyak, ada sektor-sektor usaha yang diminta untuk tetap beroperasi seperti biasa, yaitu

  • kesehatan;

  • bahan pangan/ makanan/ minuman;

  • energi;

  • komunikasi dan teknologi informasi;

  • keuangan;

  • logistik;

  • perhotelan;

  • konstruksi;

  • industri strategis;

  • pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/atau

  • kebutuhan sehari-hari.

Bagi perusahaan yang dikecualikan, maka wajib melaksanakan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19 secara sangat ketat dan memperhatikan keamanan pekerja, seperti menjaga jarak fisik dan pedoman penggunaan masker kain.

Beribadah di Rumah

Tempat ibadah di Jakarta akan ditutup untuk umum dan seluruh masyarakat diminta beribadah di rumah masing-masing. Kegiatan keagamaan yang diadakan di rumah haruslah dilakukan atau dihadiri keluarga dengan jumlah terbatas dan tetap memperhatikan jarak fisik setiap orang. Dalam urusan melayat orang meninggal bukan karena COVID-19, prosesi pemakaman hanya boleh dihadiri oleh kalangan terbatas.

Pembatasan Kegiatan di Tempat atau Fasilitas Umum

Pembatasan kegiatan berlaku di semua tempat atau fasilitas umum di ibu kota. Mengurai keramaian dan menghindari tempat dengan banyak orang merupakan salah satu cara efektif dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Pembatasan ini berlaku di semua tempat dan fasilitas umum, kecuali:

  • supermarket, minimarket, pasar, jasa binatu (laundry), toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi;

  • restoran atau tempat makan namun hanya melayani pesan antar dan pesanan dibawa pulang namun tidak boleh melayani pemesanan makan di tempat;

  • fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, apotek, klinik, toko obat, toko bahan kimia dan peralatan medis, laboratorium, layanan ambulans, laboratorium penelitian farmasi, serta fasilitas kesehatan untuk hewan peliharaan;

  • fasilitas umum untuk kebutuhan sanitasi perorangan;

  • hotel, tempat penginapan (homestay), serta motel untuk wisatawan, orang terdampak COVID-19, atau petugas medis;

Meski dikecualikan dan dapat beroperasi seperti biasa, tempat atau fasilitas umum di atas wajib menjaga kebersihan tempat usahanya demi melindungi para pekerja dari COVID-19. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk mengutamakan pemesanan barang secara daring atau jarak jauh.

Penggunaan fasilitas olahraga ataupun kegiatan olahraga yang ingin dilakukan oleh masyarakat diperbolehkan asal tidak dilakukan secara berkelompok. Artinya, jika kamu ingin berolahraga selama masa PSBB, maka harus dilakukan secara mandiri dan terbatas hanya di daerah sekitar tempat tinggal.

[Belanja di pasar tradisional dari rumah? Cari tahu caranya di sini!]

Pembatasan Kegiatan Sosial dan Budaya

Semua kegiatan sosial dan budaya tidak diperbolehkan oleh pihak berwenang. Kegiatan yang dimaksud juga termasuk semua perkumpulan atau pertemuan politik, hiburan, olahraga, akademik, dan budaya. Perlu diingat, semua kegiatan perkumpulan atau kerumunan yang dihadiri lebih dari 5 orang juga tidak diperbolehkan. Untuk mendukung pembatasan ini, maka tempat hiburan, rekreasi, balai pertemuan, serta gedung olahraga pun sementara ditutup.

Sedangkan untuk pernikahan, khitan, dan pemakaman atau takziah kematian yang bukan karena COVID-19 tidak dilarang namun dibatasi. Bagi pasangan yang mau menikah, maka hanya boleh dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan tanpa resepsi. Untuk kegiatan khitan hanya dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan tanpa perayaan.

Moda Transportasi Beroperasi Terbatas

Semua layanan transportasi umum, kendaraan pribadi, angkutan perkerataapian, yang berada di jalan-jalan ibu kota tetap diizinkan untuk beroperasi secara terbatas. Pembatasan ini berlaku untuk jumlah penumpang yang harus dikurangi sebesar 50% dari kapasitas moda transportasi, membatasi jam operasional menjadi 06.00-18.00 WIB setiap hari, serta menerapkan jarak aman antarpenumpang (termasuk dalam kendaraan pribadi).

Angkutan roda dua berbasis aplikasi juga dibatasi selama masa PSBB dengan hanya diperuntukan bagi pengangkutan barang, bukan penumpang. Sedangkan angkutan roda empat berbasis aplikasi dapat mengangkut penumpang dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% dari total kapasitas. Beberapa layanan transportasi yang masih beroperasi seperti biasa atau dikecualikan dalam pembatasan ini adalah angkutan barang, terutama yang mengangkut kebutuhan medis, kebutuhan pokok, makanan, bahan baku, dan manufaktur. Transportasi kegawatdaruratan seperti transportasi layanan pemadam kebakaran, ambulans, layanan bantuan dan evakuasi, serta transportasi layanan hukum dan ketertiban beroperasi seperti biasa selama PSBB berlangsung.

Menjaga Keamanan Jakarta Selama PSBB

Menjaga keamanan Jakarta masih menjadi prioritas utama selama masa PSBB berlangsung. Untuk itu, masyarakat, Rukun Tetangga dan Rukun Warga turut berpartisipasi aktif melakukan pemantauan pelaksanaan PSBB. Warga dapat melaporkan kegiatan yang dilarang selama masa PSBB melalui kanal pengaduan Cepat Respon Masyarakat guna memaksimalkan penerapan pembatasan dan mencegah COVID-19.

Adapun kegiatan terkait aspek pertahanan dan keamanan dikecualikan pada kegiatan-kegiatan operasi militer/kepolisian, baik sebagai unsur utama maupun sebagai unsur pendukung. Hal ini juga berkaitan dengan penertiban pelaksanaan PSBB yang disiplin di Jakarta guna benar-benar menekan angka penyebaran COVID-19.

Mengamankan Kebutuhan Dasar Masyarakat Selama PSBB

Selama PSBB berlangsung, seluruh penduduk DKI Jakarta dipastikan dapat memenuhi hak dan kewajiban serta pemenuhan kebutuhan dasarnya masing-masing. Hal ini termasuk memperoleh pelayanan dari Pemprov DKI Jakarta, mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang sesuai kebutuhan medis, bahkan pelayanan pemulasaraan dan pemakaman jenazah positif dan terduga COVID-19.

Kebutuhan dasar masyarakat pun akan dijamin dengan diberikannya bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan pokok kepada penduduk rentan selama pelaksanaan PSBB dalam bentuk bahan pokok atau bantuan langsung lainnya. Pelaku Usaha yang terdampak atas pelaksanaan PSBB pun dapat diberikan insentif oleh Pemprov DKI Jakarta, misalnya dengan pengurangan pajak dan retribusi, pemberian bantuan sosial kepada karyawan, dan/atau bantuan lainnya.

Hidup Sehat dan Pakai Maskermu 

Meskipun ada pembatasan kegiatan di luar rumah, warga diminta untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekali pun berada di dalam rumah. Jika harus melakukan kegiatan yang amat genting di luar rumah, maka kamu wajib menggunakan masker kain berlapis 3.

Penggunaan masker kain berlapis 3 amat penting karena situasi betapa cepat penularan virus COVID-19 di Jakarta. Maka, seperti arahan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, kiranya kita bisa saling menjaga dengan menggunakan masker kain. Dengan menganggap bahwa kita mungkin dapat menularkan virus kepada orang lain, maka kita dapat lebih berhati-hati dan saling melindungi.

Imbauan penggunaan masker juga sudah marak dikumandangkan di negara-negara lain, jadi mari kita ikut mawas diri dan mematuhi seruan yang dianjurkan pemerintah. Tinggalkan masker kesehatan atau masker N-95 untuk para pejuang medis di garda terdepan, karena masker kain berlapis 3 pun sudah cukup untuk melindungi diri kita dari virus korona. 

Seluruh pembatasan kegiatan selama masa PSBB di Jakarta akan dipantau dengan ketat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB akan dikenakan sanksi ancaman hukuman penjara 1 tahun atau denda Rp 100 juta, berdasarkan pasal 93 UU Kekarantinaan Wilayah. 

Untuk semua informasi terbaru mengenai kasus COVID-19 di Jakarta sekaligus Peraturan Gubernur terkait PSBB, kunjungi corona.jakarta.go.id.

 

 

-----

Yasmin Hadi

Artikel lainnya

Mengakses Informasi Ketersediaan Fasilitas Rumah Sakit melalui Portal Smart City

Peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu perhatian Pemprov DKI Jakarta. Untuk itu, pemerintah menyediakan informasi ketersediaan layanan kesehatan di beberapa rumah sakit yang bisa diakses ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City