Ngobrolin Kolaborasi Penanganan Bencana di Ngobrol Jakarta #14

JSC | 22 days ago

Kemarin malam (30/01), Jakarta Smart City dan CoHive mengadakan Ngobrol Jakarta #14 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan para Smartcitizen. Berlangsung di JSCHive by CoHive, Karet Kuningan, kita berdiskusi tentang bagaimana kolaborasi berperan penting dalam penanganan bencana.

Kuncinya: Kolaborasi

“Bencana adalah tanggung jawab bersama,” buka M. Ridwan, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Dalam paparan yang disampaikan, Pak Iwan, sapaannya, menjelaskan tentang bagaimana kolaborasi merupakan faktor penting dalam menghadapi bencana, termasuk banjir. Semangat kolaborasi inilah yang kemudian diterapkan BPBD dalam menangani segala bencana yang terjadi di Jakarta. 

Sebagai pusat komando kebencanaan di Jakarta, BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Sosial, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga Satpol PP dan Jakarta Smart City. Dengan begitu, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta dapat bergerak menangani bencana banjir Jakarta di awal tahun 2020 lalu.

Semangat kolaborasi serupa juga disampaikan oleh Yudhistira Nugraha, Kepala Jakarta Smart City. Melalui teknologi yang dimiliki Jakarta Smart City, arus informasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DKI Jakarta dan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik. Mengembangkan Pantau Banjir dan JAKI dengan fitur JakPantau di dalamnya, misalnya. Di balik semua upaya mitigasi dan informasi mengenai banjir yang kamu dapatkan melalui kedua aplikasi tersebut ada OPD yang saling berkoordinasi dan Smartcitizen yang ikut berkolaborasi.

“Jakarta Smart City dapat laporan banjir melalui kanal pengaduan seperti JAKI, data banjir tersebut kami verifikasi ke BPBD untuk dijadikan pentagon pada peta yang bisa teman-teman lihat di aplikasi JAKI maupun situs Pantau Banjir,” jelas Yudhistira. Selain menangani laporan selama 24 jam, Jakarta Smart City juga mengamati CCTV di seluruh ibu kota dan mengolah data untuk dapat dijadikan pertimbangan kebijakan. 

Penta-helix Kebencanaan

Tahukah kamu kalau selain BPBD dan Jakarta Smart City ada puluhan komunitas dan organisasi sosial yang ikut terlibat dalam penanganan banjir Jakarta kemarin? Yup, Pemprov DKI Jakarta mengumpulkan para penggerak dan relawannya untuk berkolaborasi bersama menyelamatkan para korban dan memulihkan Jakarta. Salah satunya adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang hadir dalam Ngobrol Jakarta #14 semalam diwakili oleh Yadi Frans, Kepala Divisi DERM Training Centre ACT.

Seperti halnya koordinasi antar OPD di Pemprov DKI Jakarta, ACT pun mengakui kolaborasi dengan BPBD dalam verifikasi daerah terdampak amat memudahkan terutama dalam pemberian bantuan. Selama bencana banjir lalu, ACT bergerak di daerah terdampak di Jabodetabek dan menurunkan puluhan armada, membuka posko-posko di kecamatan, mendatangkan dapur umum, hingga distribusi bantuan. Hal yang dilakukan ACT menjadi perpanjangan tangan dan bala bantuan yang besar bagi jajaran Pemprov DKI Jakarta yang juga melakukan hal yang sama.

Kolaborasi penanganan bencana seperti ini, jelas Pak Iwan, ternyata mengacu pada penta-helix kebencanaan yang juga diterapkan oleh ACT. Penta-helix sendiri merupakan framework multi-pemangku kepentingan (multi-stakeholders) untuk mengoptimalkan mitigasi dan penanganan bencana. Ada 5 stakeholders yang termasuk penta-helix kebencanaan: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Masing-masing stakeholder memiliki peran masing-masing yang ternyata akan sangat membantu saat semuanya bersinergi.

Dengan begitu, tiap orang ataupun kelompok dapat berkolaborasi bersama dalam keadaan bencana. Bukan hanya dari segi penangan bencana tetapi juga upaya mitigasi. Contohnya saja yang dilakukan Jakarta Smart City melalui informasi di JAKI, ACT dengan mitigasi kultural lewat edukasi evakuasi, dan BPBD yang rutin memberikan pelatihan kebencanaan. 

Tentang Ngobrol Jakarta

Ngobrol Jakarta merupakan kegiatan diskusi setiap satu bulan sekali dengan tema yang berkaitan dengan isu di Jakarta. Kegiatan ini dilakukan di JSCHive by CoHive dan wujud kerja sama antara Jakarta Smart City dengan CoHive. Melibatkan OPD, startup, hingga kelompok-kelompok masyarakat, Ngobrol Jakarta menjadi ruang diskusi untuk membicarakan dan menuntaskan permasalahan di Jakarta.

Artikel lainnya

Pemasangan Microchip untuk Anjing di Jakarta

Berkembangbiaknya hewan liar di ibukota bisa menimbulkan berbagai macam masalah, seperti banyaknya hewan yang terlantar atau penyebaran penyakit. Salah satu langkah penanganannya adalah dengan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City