Tips Saat Musim Hujan Sudah Menyelimuti Jakarta

JSC | 2 months ago

Musim hujan sudah mulai masuk Jakarta, nih, Smartcitizen. Langit mendung dan angin dingin mulai berhembus sebelum titik-titik hujan membasahi ibu kota. Kalau sudah berganti musim begini, sudahkah kamu menyiapkan hal-hal penting saat musim hujan selain payung? Supaya aktivitasmu tetap lancar meski hujan bisa turun kapan saja, coba centang beberapa hal di bawah ini, ya.

Pertama, bawa payung dan jas hujan

Hal penting pertama tentu saja kamu harus selalu membawa payung ke mana pun kamu pergi ke luar. Jika hujannya lebat, kamu juga disarankan membawa jas hujan agar pakaianmu tidak basah khususnya saat kamu naik motor. Usahakan pula jas hujan yang kamu gunakan bukan jas hujan sekali pakai. Kamu bisa menginvestasikan uangmu di jas hujan yang lebih tahan lama supaya nggak mudah rusak dan tentunya lebih ramah lingkungan.

Kedua, kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman

Saat musim hujan, udara di Jakarta akan lebih adem bahkan dingin dari biasanya. Agar kamu tidak sakit, kenakan pakaian yang nyaman dan bawa jaket. Jaket atau parka--lebih baik lagi kalau bahannya tahan air--bisa melindungimu dari dingin saat hujan turun dan pakaian yang nyaman tidak akan merepotkan atau membuatmu gerah setelah hujan reda. Selain pakaian, perhatikan juga alas kaki. Cara terbaik adalah dengan membawa sandal jepit yang tidak licin. Sehingga kamu bisa ganti alas kaki setiap kali hujan turun. Atau jika tidak mau repot, kamu bisa mengenakan alas kaki dengan sol agak tinggi agar genangan tidak mudah membasahi kaki dan kenakan alas yang tidak licin.

Ketiga, naik transportasi umum

Ketika hujan turun, biasanya banyak kendaraan, terutama kendaraan roda dua, yang melipir untuk berteduh. Seringkali, hal ini menyebabkan kemacetan panjang. Belum lagi jika ada genangan yang membuat mobil-mobil pribadi harus berjalan lebih pelan. Tapi kamu tak perlu repot seperti ini jika kamu memilih naik transportasi umum. Transjakarta punya shelter bus rapid transit yang nyaman dan teduh dengan jalur khusus yang berada di tengah jalan. Artinya, jalur Transjakarta jarang tergenang air hujan. MRT Jakarta pun lebih keren lagi. Kamu tak perlu khawatir air akan masuk ke stasiun underground karena pintu masuk stasiun MRT Jakarta sudah tinggi dan tidak mudah dimasuki genangan air.

Keempat, cek keadaan jalan sebelum bepergian

Mengecek prediksi cuaca memang perlu, terutama saat pergantian musim seperti ini. Tetapi, tahukah kamu kalau kamu pun bisa cek keadaan jalanan secara real-time? Yup, benar. Kamu bisa cek keadaan Jakarta, mulai dari kondisi cuaca, kemacetan, hingga keberadaan genangan air melalui ribuan closed-circuit television (CCTV) melalui situs web Jakarta Smart City. Bukan cuma lihat keadaan jalanan, jika rumahmu dekat sungai atau rentang banjir, kamu bisa lihat ketinggian muka air melalui CCTV milik Dinas Sumber Daya Air yang ada di portal yang sama. 

Kelima, laporkan saat genangan atau banjir menghadang

Terakhir, musim hujan adalah salah satu musim di mana kamu punya banyak alasan untuk membantu Smartcitizen lain. Caranya? Dengan melapor melalui Cepat Respons Masyarakat jika melihat genangan air atau bahkan banjir di sekitarmu. Misalnya menggunakan salah satu kanal pengaduan resmi, JAKI atau Jakarta Kini. Tinggal foto, deskripsikan, lalu laporanmu akan membantu Pemprov DKI Jakarta mengatasi genangan atau banjir lebih cepat sekaligus membantu banyak orang. Gampang, kan?

Tetap berhati-hati selama musim hujan ini, ya, Smartcitizen. Jika kamu menemukan masalah darurat saat hujan atau butuh bantuan, kamu selalu bisa menghubungi Jakarta Siaga 112. Jangan lupa jaga kesehatan dan saling empati dengan Smartcitizen lainnya, ya.

Artikel lainnya

Antisipasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Mengurai Kemacetan

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi dan bekerja sama dengan SKPD terkait, terus berupaya mengurai kemacetan yang terjadi di Jakarta. Berbagai cara dilakukan, diantaranya ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City