Signage dan Wayfinding: Tak Perlu Takut Tersesat Saat Naik Transportasi Umum di Jakarta

JSC | 2 months ago

Sejak Agustus 2019 ada pemandangan yang berbeda di sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin. Bukan hanya trotoar yang semakin nyaman ataupun orang-orang yang terlihat semangat jalan kaki, tetapi juga papan informasi di halte-halte non-bus rapid transit (BRT) di sepanjang jalan protokol tersebut. Tapi Smartcitizen tahu nggak, sih, apa fungsi papan informasi jalan tersebut?

Signage dan Wayfinding: Bikin Bertransportasi Umum jadi Mudah

Pemprov DKI Jakarta memasang papan-papan informasi berupa peta, penanda (signage), dan penunjuk arah (wayfinding) di 28 halte non-BRT untuk memudahkanmu mencari informasi transportasi umum. Informasi yang dicantumkan bukan hanya transportasi massal seperti bus Transjakarta saja, tetapi semua moda transportasi yang melintas di area tersebut. Kamu bisa lihat rute, kode nomor transportasi umum yang melintas, bahkan beragam moda transportasi lain yang ada di sekitar. Informasi yang bisa dilihat juga disajikan dalam dua bahasa; Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jadi, kemudahan naik transportasi umum bukan cuma dirasakan warga lokal, tetapi juga turis internasional.

[Selain papan informasi, halte di Jakarta juga ramah disabilitas]

Wujud Kolaborasi Bersama Smartcitizen

Percaya nggak kalau pemasangan signage dan wayfinding ini bukan cuma dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta? Pemasangan signage dan wayfinding ini ternyata merupakan hasil dari kolaborasi bersama Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), lho! FDTJ merupakan forum diskusi lintas medium yang berdiri sejak 2014. Forum ini menyediakan wadah bagi Smartcitizen Jakarta untuk berdiskusi mengenai perkembangan mobilitas kota hingga menerbitkan peta transportasi umum Jakarta yang komprehensif. Selain FDTJ, pemasangan signage dan wayfinding juga didukung oleh Dinas Perhubungan, PT Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan komunitas kreatif, Kreavi. 

Jakarta Smart City, JSC, signage, wayfinding, transjakarta, bus rapid transit

Menurut Gubernur Anies Baswedan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat seperti ini merupakan upaya mewujudkan Kota 4.0. Artinya, semua elemen baik masyarakat dan pemerintah, punya kesempatan untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi. Kalau Smartcitizen perhatikan, peta yang disediakan pun merupakan peta integrasi antar moda transportasi selain Transjakarta seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

[Intip kolaborasi Pemprov dengan tech giants di sini!]

“Tidak Perlu Bertanya, Tinggal Baca Peta Jalan” 

Setelah memasang signage dan wayfinding pada halte non-BRT, kini giliran PT Transportasi Jakarta yang menerapkan budaya baru bertransportasi umum. Perusahaan yang membawahi armada Transjakarta ini melakukan uji coba sistem wayfinding pada Koridor 1 Blok M - Kota. Dengan sistem ini, Transjakarta melakukan penambahan informasi pada koridor 1 seperti rute dan gedung-gedung terdekat dari halte bus BRT. Dengan begitu, Smartcitizen yang setia menggunakan Transjakarta dapat menemukan tujuannya sendiri tanpa harus bertanya kepada petugas.

Jakarta Smart City, JSC, signage, wayfinding, transjakarta, bus rapid transit

Sistem wayfinding ditujukan agar tercipta masyarakat yang mandiri dalam bertransportasi umum. Menurut Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono, masyarakat yang dulunya berpikir “malu bertanya, sesat di jalan” kini beralih jadi “tidak perlu bertanya, tinggal baca peta jalan”. Selain itu, dalam inovasi ini, Transjakarta menggandeng Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), serta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. 

Jika kamu perhatikan, pemasangan papan informasi ini bukan hanya memudahkan kita dalam bertransportasi umum, lho. Tetapi juga meningkatkan wawasan tentang sistem transportasi terintegrasi di Jakarta. Jadi, meskipun sekarang sudah ada aplikasi keren seperti Trafi, masyarakat dengan jaringan internet terbatas pun tidak perlu khawatir tersesat saat naik transportasi umum. Maka dari itu, mari kita rawat papan informasi dan tunggu penambahan di halte-halte lainnya, ya, Smartctizen!


 

Sumber:

Beritajakarta.id

Beritajakarta.id

Artikel lainnya

Trotoar Ramah Disabilitas di Jakarta

Sebelumnya, trotoar yang ada di Jakarta belum cukup ramah bagi penyandang disabilitas, bahkan pejalan kaki secara keseluruhan. Lahan di pinggir jalan bagi pejalan kaki seringkali tak terawat, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City