Jakarta Langit Biru: Karnaval Kendaraan Ramah Lingkungan

JSC | 21 days ago

Hari Minggu (27/10) kemarin, sepanjang jalan Bundaran Senayan hingga Bundaran HI ramai dengan Smartcitizen yang sengaja datang untuk menikmati karnaval. Berbeda dari karnaval yang pernah diadakan Pemprov DKI Jakarta sebelumnya, karnaval Jakarta Langit Biru 2019 memamerkan kendaraan berbahan bakar listrik! 

Jakarta Smart City, JSC, Mobil Listrik, Jakarta Langit Biru

Kampanye Kendaraan Ramah Lingkungan

Karnaval Jakarta Langit Biru 2019 diikuti 472 kendaraan berbagai jenis mulai dari skuter, sepeda, motor, becak, bajaj, mobil, taksi, hingga bus. Semua kendaraan yang ikut karnaval sepanjang Bundaran Senayan - Bundaran HI memiliki satu kesamaan, yaitu berbahan bakar listrik. Karena mengandalkan listrik, kendaraan-kendaraan tersebut tidak menghasilkan emisi gas buang alias ramah lingkungan. Karnaval ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai salah satu wujud kampanye kendaraan masa depan yang lebih bersahabat.

Mewujudkan Jakarta Bebas Emisi

Seperti yang kita ketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan beberapa peraturan untuk membuat udara Jakarta menjadi lebih segar. Sebut saja membangun transportasi massal dengan kadar emisi gas buang yang rendah seperti MRT dan LRT Jakarta. Ada pula pengembangan apikasi e-Uji Emisi dan mewajibkan kendaraan untuk diuji emisinya sebelum tahun 2020. Keduanya merupakan contoh dari kegiatan Pemprov mengajak masyarakat Jakarta untuk berubah termasuk dengan mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik.

JSC, Jakarta Smart City, Jakarta Langit Biru, Mobil Listrik

Tidak seperti kendaraan bermotor, kendaraan berbahan bakar listrik tidak menghasilkan gas emisi sama sekali. Sehingga, kalau semua kendaraan di Jakarta beralih jadi kendaraan listrik, bisa dipastikan emisi seperti karbon dioksida, karbon monoksida atau nitrogen dioksida tidak akan bertebaran lagi di udara Jakarta. Selain berpengaruh ke lingkungan, harga pengisian daya lisrik juga lebih hemat dibandingkan dengan harga bahan bakar minyak yang saat ini kita pakai. 

[Cari tahu apa yang bisa kita lakukan untuk kurangi polusi di Jakarta]

Selain itu, menurut Organization for Economic Cooperation and Development, setengah dari masalah kesehatan yang terjadi di kota besar diakibatkan oleh polusi udara, terutama polusi kendaraan bermotor. Hal ini dikarenakan polusi dari emisi gas buang kendaraan bermotor langsung terhirup oleh manusia. Bahkan, Dewan Kendaraan Listrik New South Wales, Australia mencatat emisi gas buang menyebabkan 21 ribu masyarakat New South Wales terkena dampak kesehatan kronis tiap tahunnya!

 

Untuk keselamatan dan kenyamanan Smartcitizen lah Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Jika langkah ini kita dukung bersama, kita mungkin bisa menghirup udara Ibu Kota yang lebih segar, hidup lebih sehat, dan melihat kota ini semakin maju. Jadi, kapan nih kamu mau beralih ke kendaraan listrik?


 

Sumber:

Artikel lainnya

Uji Coba Perdana Light Rail Transit Jakarta

Mobilitas menggunakan transportasi umum di kota yang padat seperti Jakarta memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi kemacetan dan polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi, baik motor ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City