Smart Collaboration Pemprov DKI Jakarta dan Perusahaan Digital

JSC | 2 months ago

Are we the first?” pertanyaan dilempar oleh Gubernur Anies Baswedan saat berpidato menyambut insan muda pegiat perusahaan rintisan (startup) di Balai Agung, Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta Jumat (13/09) lalu. Menurut Gubernur Anies, kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah bukanlah hal baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Dahulu, saat-saat awal kemerdekaan, Presiden Soekarno juga melakukan ikhtiar yang sama: meminta bantuan dan partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah buta huruf bersama-sama.

Smart Collaboration dengan Startup

Pernahkah Smartcitizen membayangkan jikalau kemudahan digital yang kamu nikmati diterapkan dalam hal pelayanan publik? Misalnya saja ada asisten virtual yang bisa menjawab pertanyaan dan merespon laporanmu lebih cepat atau masuk tempat wisata bisa melalui uang elektronik di ponsel. Jika kamu sering terbayang kemudahan semacam itu, maka sebentar lagi bayang-bayangmu akan terwujud. Melalui program Smart Collaboration, Pemprov DKI Jakarta menggandeng perusahaan digital, mulai dari startup hingga tech giant, untuk mengubah Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman dan ramah untuk semua orang.

Startup,  Pemprov DKI Jakarta, Smart Collaboration, Kolaborasi Jakarta

Smart Collaboration merupakan program pertama di Jakarta untuk mewujudkan Jakarta 4.0 di mana masyarakat menjadi co-creator dan pemerintah menjadi kolaborator. Melalui program ini, ekosistem ekonomi digital di Jakarta semakin membaik bukan cuma buat pemilik perusahaan tetapi seluruh masyarakat Jakarta. 

Kolaborasi dengan 8 Perusahaan Digital

Sebagai pembuka bab baru dalam menciptakan ekosistem city 4.0, Pemprov DKI Jakarta mengawali Smart Collaboration dengan 8 perusahaan digital yang terdiri dari 3 emerging startups, yaitu Nodeflux, duithape, dan Botika; dan 5 perusahaan digital raksasa, seperti Gojek, Grab, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Delapan perusahaan ini akan mengawali program kolaborasi di bidang yang berbeda. Aplikasi duithape, misalnya, akan mengembangkan e-bansos atau penyaluran bantuan sosial pemerintah secara daring dan terlacak. Ada pula Shopee yang akan mendorong implementasi smart economy dengan mendukung promosi dan kehadiran UMKM dalam ranah digital. 

Startup, Smart Collaboration, Pemprov DKI Jakarta, Kolaborasi Jakarta

Bagi Pemprov, kolaborasi ini merupakan sebuah jalan baru agar perusahaan penyedia teknologi dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk masyarakat. Dengan begitu, akan tercipta ekosistem kolaborasi antara pemerintah dengan warganya, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri tetapi berjalan beriringan.

Jakarta sendiri, menurut survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) di bulan Mei 2019 lalu, merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pengguna internet terbanyak di Indonesia. Hal ini lah yang semakin mendorong Pemprov untuk bersemangat mendukung Smart Collaboration bersama perusahaan digital. “Jakarta merupakan lahan yang subur bagi para perusahaan digital,” ujar Gubernur Anies meyakinkan.

Integrasi dengan Jakarta Smart City

Jakarta diproyeksikan menjadi playground bagi anak muda dengan gagasan dan kompetensi kelas dunia dan mau turun ke masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan bersama. Di Jakarta, kita bisa bicarakan ide bersama, bekerjasama dalam gagasan, menyusun narasi, berbagi beban investasi, hingga mewujudkannya bersama-sama.

Startup, Smart Collaboration, Pemprov DKI Jakarta, Kolaborasi Jakarta

Untuk memastikan mimpi besar tersebut terwujud dan berkelanjutan, Jakarta Smart City akan dikembangkan menjadi innovation hub dan living lab bagi ekosistem digital di Jakarta. Nantinya, Jakarta Smart City meningkatkan implementasi kota cerdas melalui teknologi dengan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Jadi, jika kamu punya inovasi, ide, gagasan, atau solusi untuk membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditinggali, maka datang dan berdiskusilah di Jakarta Smart City!

 

 

Sumber:

Katadata

Artikel lainnya

Aplikasi yang Dikembangkan untuk Menghadapi Ancaman Bencana Alam

Selama tahun 2016, ada 2.342 bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir, longsor, dan puting beliung adalah jenis bencana ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City