Jajanan Aman Melalui Kolaborasi KAKI5JKT

JSC | 4 years ago

Sejak Senin, 15 Februari 2016, 400 PKL kuliner di Jakarta di bawah pembinaan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUMKMP) dapat ditemukan di Zomato, dipesan secara online melalui situs Porter, dan diakses melalui layanan GO-FOOD pada aplikasi mobile GO-JEK. Selain harga yang terjangkau, warga juga dapat menemukan keterangan serfikat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada platform-platform tersebut.

“Kami mau minta masyarakat Jakarta kalau jajan di PKL, jangan beli di PKL yang tidak ada sertifikat BPOM-nya. Jadi ini akan bantu kami, buat pedagang yang masih buat makanan dengan bahan kimia, lambat laun pasti dagangannya tidak laku dan dia akan terpaksa jual makanan dengan bahan yang baik”, tegas Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada bulan Juni 2015 lalu.

"Program (#KAKI5JKT) ini merupakan usaha Pemprov untuk merealisasikan visi-misi Pak Gubernur. Membantu kami mengedukasi PKL tentang teknologi terbaru yang memungkinkan PKL ditemukan dan dipesan via smartphone, dan bertujuan agar PKL tertata dengan baik, meningkatkan daya saing PKL, dan menyediakan kuliner sehat dengan harga terjangkau,” jelas Irwandi, Kepala Dinas KUMKMP.

Country Manager Zomato Indonesia Karthik Shetty sangat bersemangat mengenai kolaborasi dengan Jakarta Smart City untuk mendaftarkan Kaki Lima di Jakarta dan membantumempromosikan Pusat Kaki Lima.

"Zomato adalah pilihan yang tepat bagi foodies Jakarta untuk mencari informasi mengenai tempat makan di sekitar mereka. Dengan mempertunjukkan Kaki Lima di koleksi spesial, kami menyadari bahwa para Kaki Lima mendapatkan lebih banyak page view dari pada kebanyakan restoran di area dimana mereka berada. Visibilitas ini akan membantu bisnis mereka. Setelah melihat informasi di Zomato, para pelanggan dapat memilih jika mereka ingin datang dan makan di tempat tersebut, lalu mengunggah foto dan ulasan berdasarkan pengalaman mereka, dan membuat pengguna lain juga ingin mencobanya,” jelas Karthik.

CEO GO-JEK Indonesia Nadiem Makarim menyambut baik program kolaborasi #KAKI5JKT karena dinilai sejalan dengan upaya GO-JEK untuk terus memberdayakan sektor informal, dalam hal ini adalah pelaku UMKM dan PKL. 

“Dengan bergabung di GO-FOOD, para PKL diharapkan akan dapat meningkatkan usahanya seiring dengan meningkatnya angka penjualan. Sebagai gambaran, total penjualan Bakso Pak Kumis BLOK S meningkat dua kali lipat dari sebelumnya melayani 100 porsi perhari, menjadi 200 porsi sehari semenjak terdaftar di GO-FOOD. Selain itu, GO-FOOD juga membantu pemerintah dalam menentukan UMKM mana yang layak mendapat pinjaman kredit untuk pembinaan,” katanya.

Richard Cahyanto selaku CEO Porter menyatakan, "Dengan program #KAKI5JKT, bukan hanya pedagang telah dikenal saja yang dapat meraup keuntungan lebih. Platform Porter memiliki fitur pencarian dimana masyarakat dapat mencari makanan kesukaan mereka dengan mudah. Bahkan, masyakarat bisa dengan nyaman melihat langsung foto setiap makanan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kami, yaitu mewujudkan keinginan pecinta kuliner dan membantu pelaku usaha UKM untuk berkembang".

Melalui kakilima.porter.id, pemesan dapat mencari dan memesan makanan dari mana saja tanpa harus mengetahui terlebih dahulu PKL mana yang menjual menu tersebut. Fitur ini sangat berguna bagi PKL yang belum dikenal dan membantu pembeli mencari makanan favoritnya. Saat ini Porter memberikan diskon Rp 10.000 untuk pembelian semua PKL berlogo BPOM.

Tidak hanya startup, keterlibatan organisasi nonprofit melengkapi kolaborasi #KAKI5JKT. Sebanyak 52 relawan yang dijaring dalam situs Indorelawan turut membantu pendataan PKL di lapangan. 

"Keterlibatan relawan menjadi bukti bahwa masyarakat tidak apatis dan ingin sekali membantu pengembangan kota mereka tercinta, Jakarta," kata Maritta Rastuti, Volunteer Activation Manager Indorelawan.

Selain itu dilakukan juga proses pemetaan potensi lokasi binaan (lokbin) ataupun lokasi sementara (loksem) melalui analisis heatmap yang dilakukan oleh Pulse Lab Jakarta (PLJ) dengan Twitter Indonesia lewat aktivitas Raja #KAKI5JKT di Twitter. Sejak Agustus 2015, Pulse Lab Jakarta mempergunakan tagar #KAKI5JKTuntuk mengumpukan data melalui metoda urun daya (crowdsourcing) di Twitter. Informasi berupa nama, lokasi dan foto pedagang kaki lima berhasil dikumpulkan dari 2,546 tweet yang masuk. Urun daya ini berhasil mendapat 800 titik data yang unik meliputi setidaknya 244 jajanan kaki lima di Jakarta.

Kepala UP Jakarta Smart City menambahkan, “Kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari startup hingga komunitas seperti yang dilakukan pada aktivitas ini tentunya sangat membantu untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi demi menciptakan Jakarta yang lebih efisien dan informatif bagi masyarakat”.

Ke depannya, program ini ditargetkan dapat menjadi wadah bagi semua PKL yang berada di Provinsi DKI Jakarta serta menjadi contoh bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya agar dapat memaksimalkan penggunaan teknologi dan kolaborasi melalui dukungan UP Jakarta Smart City.

Artikel lainnya

Cara Mudah Lapor Masalah Pakai Qlue

Sebagai ibu kota, Jakarta masih punya banyak tantangan untuk dihadapi. Mulai dari masalah sampah, parkir liar, fasilitas umum yang rusak, dan lain-lain. Terbayang repotnya petugas pemerintah kalau ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City