Siapakah Petugas PPSU yang Berseragam Oranye?

JSC | 5 years ago

Demi mewujudkan kota yang pintar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu gencar membangun dan melakukan revitalisasi infrastruktur, untuk memberikan kemudahan bagi warga yang beraktivitas di Ibu Kota. Tentu hal ini harus dibarengi dengan upaya penjagaan dan perawatannya, agar fasilitas umum yang telah disediakan bisa terus melayani masyarakat secara optimal.

Awal Kelahiran “Pasukan Oranye”

Melihat banyak sarana dan prasarana penunjang kehidupan warga Jakarta, maka dibutuhkan sebuah tim khusus yang dapat bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Dari tumpukan sampah di trotoar, saluran air yang tersumbat, hingga jalanan yang mulai rusak.

Oleh karena itu, terbitlah Peraturan Gubernur Nomor 169 Tahun 2015 tentang penanganan prasarana dan sarana umum tingkat kelurahan, dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pergub ini yang kemudian menjadi landasan pembentukan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di tingkat kelurahan, yang juga merupakan gabungan dari Pekerja Harian Lepas (PHL) di dinas-dinas.

Bagi kamu warga Jakarta, kehadiran PPSU mungkin menjadi pemandangan akrab, berkat seragam khas mereka yang berwarna oranye. Smartcitizen barangkali juga sudah pernah atau bahkan sering melihat aksi ulet para petugas PPSU yang tidak kenal lelah menjaga serta merawat sarana dan prasarana umum di kota kita ini.

PPSU, Pasukan Oranye, JAKI, JSC

Pandemi Covid-19 yang menghantam dunia, termasuk Jakarta, terbukti tidak menyurutkan kesigapan “pasukan oranye” ini. Gerak cepat mereka di tengah kondisi sulit sekalipun mendapat apresiasi serta sambutan hangat dari para Smartcitizen.

Tak terkecuali ketika PPSU melakukan pembersihan dan perbaikan di trotoar serta sejumlah halte Transjakarta yang sempat mengalami kerusakan, usai aksi penyampaian aspirasi pada Oktober ini. Berkat jasa mereka, hanya dalam hitungan beberapa hari saja, halte-halte tersebut sudah bisa kembali beroperasi dan melayani para komuter di Jakarta.

Rawat Jakarta, Misi Utama PPSU

Pada dasarnya, ada tiga tugas utama PPSU. Pertama, penanganan prasarana dan sarana jalan, untuk memperbaiki jalan berlubang, perbaikan trotoar, serta pengecatan kantin. 

Kedua, penanganan prasarana dan sarana saluran, untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat, memperbaiki saluran yang rusak total, serta melaporkan bila ada pembangunan infrastruktur yang mengganggu saluran air. 

PPSU, Pasukan Oranye, JAKI, JSC

Ketiga, penanganan prasarana dan sarana taman, untuk menangani pohon tumbang, memangkas ranting yang menutupi rambu-rambu lalu lintas, membabat rumput dan semak yang sudah mengganggu, mengambil pot-pot rusak, serta melaporkan penebangan pohon pelindung ke  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melalui kelurahan.

Seperti dikutip dari kompas.com, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, Ii Kurnia mengatakan, PPSU merupakan satuan yang dimasukan dalam program Jakarta Smart City. Warga yang memerlukan bantuan petugas PPSU dapat mengaksesnya langsung melalui program tersebut.

Pantau Proses Tindak Lanjut PPSU melalui CRM

Dengan keberadaan PPSU, lurah dan camat dapat langsung menindaklanjuti permasalahan skala kecil yang terjadi di wilayahnya, semisal saluran air terhambat, sehingga keluhan masyarakat dapat direspons dengan cepat. Masyarakat juga dapat mengawasi dan memantau proses kerja PPSU melalui 14 kanal pengaduan yang sudah terintegrasi dalam sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) milik Pemprov DKI Jakarta, yaitu: 

  1. Aplikasi JAKI (Jakarta Terkini);

  2. Twitter @DKIJakarta;

  3. Facebook Pemprov DKI Jakarta;

  4. Email: dki@jakarta.go.id;

  5. Akun Media Sosial Gubernur;

  6. SMS 08111272206;

  7. Website jakarta.go.id;

  8. Aplikasi QLUE;

  9. LAPOR! 1708;

  10. Pendopo Balai Kota;

  11. Kantor Wali Kota;

  12. Kantor Inspektorat;

  13. Kantor Kecamatan; dan

  14. Kantor Kelurahan.

PPSU mendapatkan hak layaknya pekerja pada umumnya. Hak-hak yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada PPSU di antaranya adalah seragam dan alat kerja, gaji sesuai dengan UMP DKI yang dibayarkan melalui Bank DKI, asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, serta tunjangan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Sampai saat ini, PPSU di tiap kelurahan berjumlah rata-rata 40-70 orang, tergantung kebutuhan di kelurahan tersebut.

PPSU, Pasukan Oranye, JAKI, JSC

Nah, begitulah profil dari para petugas PPSU. Kegigihan mereka membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman untuk kita tinggali. Namun, meski PPSU punya misi untuk menjaga kebersihan di Jakarta, kamu tidak boleh memandang mereka sebagai tukang sampah yang membuat kamu merasa enteng untuk membuang sampah sembarangan. Ingat, kebersihan menjadi tanggung jawab kita bersama. Yuk, jadi warga yang pintar dan peduli untuk bersama-sama merawat Jakarta!

 

 

------

Aditya Gagat Hanggara

Artikel lainnya

Ada Apa di Anjungan Pemprov DKI Jakarta 2019?

Gelaran Jakarta Fair--atau yang dulu dikenal dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ)--datang lagi, nih! Smartcitizen yang suka berburu diskonan atau mau nonton musisi kesayangan pasti senang datang ke sini. ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City