Inovasi Transportasi Umum Jakarta, Rute Alternatif Transjakarta Hingga Aplikasi Program OK-OTRIP

JSC | 4 years ago

Demi menambah kenyamanan pengguna angkutan publik, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberlakukan rute alternatif. Rute-rute baru merupakan inovasi untuk mengatasi kemacetan akibat pembangunan proyek infrastruktur, sesuai dengan instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno.Transjakarta mengoperasikan 5 rute lintas per 23 Oktober 2017 yakni Pulogadung – Harmoni, PGC – Dukuh Atas 2, Monas – Ragunan, Kp Rambutan – Kp Melayu, PGC – Tanjung Priok dan Tanjung Priok – PGC.

Rute Monas – Ragunan melalui koridor 1 langsung ke koridor 13 misalnya, dibuat untuk menghindari proyek pembangunan terowongan di Mampang-Kuningan. Sehingga waktu tempuh bisa lebih cepat. Bus yang melayani rute tersebut beroperasi pukul 15:00 – 19:00. Sedangkan rute Pulogadung – Harmoni melalui koridor 2, koridor 4, koridor 10, koridor 5 tersedia pukul 06:00 – 10:00 dan 16:00 – 20:00. Untuk rute Ekspres PGC – Tanjung Priok via tol tersedia pukul 06:00 – 10:00 dan 16:00 – 20:00. Sebaliknya, Tanjung Priok – PGC via tol beroperasi pukul 06:00 – 10:00.Untuk rute ekspres Kampung Rambutan – Kampung Melayu via tol beroperasi pukul 06:00 – 10:00.

Untuk mendukung pemberlakuan rute alternatif Transjakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiagakan 222 personel. Personel Dishub diturunkan untuk membantu pengaturan lalu lintas di jalur yang dilintasi bus Transjakarta dengan rute alternatif, misalnya dengan melakukan sterilisasi jalur dan pengaturan putaran. Upaya ini dilakukan agar rute alternatif berfungsi maksimal.

Tak hanya berinovasi dengan rute alternatif bus Transjakarta, Pemprov DKI juga akan melakukan inovasi terkait program OK-OTRIP. Sebagai tahap awal, Dishub DKI Jakarta akan melakukan rerouting atau perubahan rute sejumlah trayek angkutan umum yang dinilai tidak efektif. Nantinya, seluruh trayek angkutan umum akan terintegrasi dengan Transjakarta  dan pengguna angkutan umum hanya perlu membayar tarif Rp 5.000 untuk satu kali perjalanan.

Sebanyak 156 trayek angkutan umum kecil yang akan mengalami perubahan rute perjalanan dan ada 42 trayek bus besar yang diprediksi akan menjadi 10 trayek. Selain itu, ada 89 trayek bus sedang yang bila diatur ulang bisa menjadi 46 trayek. Dengan pengaturan rute yang efektif, diharapkan warga akan mudah mengakses angkutan umum yang akan beroperasi hingga jalan-jalan permukiman. Karena kota yang cerdas (smart city), berawal dari kemudahan mobilitas warganya.

Artikel lainnya

Jakarta Langit Biru: Karnaval Kendaraan Ramah Lingkungan

Hari Minggu (27/10) kemarin, sepanjang jalan Bundaran Senayan hingga Bundaran HI ramai dengan Smartcitizen yang sengaja datang untuk menikmati karnaval. Berbeda dari karnaval yang pernah diadakan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City