Sampah dan Upaya Jakarta Menertibkan Warganya

JSC | 2 years ago

Semakin banyak jumlah manusia, maka akan semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Termasuk sampah domestik yang dihasilkan oleh penduduk Jakarta. Volume sampah yang dihasilkan Ibu Kota normalnya mencapai 6.500 – 7.000 ton per hari. Sebanyak 90 hingga 220 ton sampah juga diangkut dari sungai tiap harinya.

Selain menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, warga diharapkan ikut mengelola limbah buangan mereka. Misalnya, dengan tidak membuang sampah selain di tempat yang telah ditentukan. Untuk memastikan hal ini, pemerintah Jakarta aktif melakukan penindakan agar lambat laun warga sadar jika menjaga lingkungan dari sampah adalah kewajiban mereka juga.

 

Petugas PPSU sebagai Ujung Tombak

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang wilayah kerjanya tersebar di seantero Jakarta dan perekrutannya hingga ke level kelurahan ini memang jadi alat utama untuk menjadikan Jakarta bebas sampah. Selain aktif menjaga kebersihan lingkungan sesuai area penugasannya, mereka juga memiliki tugas menegur warga yang akan membuang sampah sembarangan. Jika cara itu dianggap tidak ampuh, maka petugas akan mengambil foto dari pelanggar yang membuang sampah sembarangan. Warga yang tertangkap kamera membuang sampah tidak sesuai tempatnya, akan mendapat surat peringatan beserta nominal denda yang harus mereka bayar.

 

Taat Buang Sampah di Car Free Day

Warga Jakarta diajak untuk tertib membuang sampah kapan pun dan di mana pun. Termasuk saat berada di area car free day yang rutin diselenggarakan setiap akhir pekan. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, yakni sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman – M.H. Thamrin ini diawasi oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup. Mereka akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) bagi warga yang terlihat membuang sampah sembarangan. Pelanggar dikenakan denda minimal Rp 100.000 hingga Rp 500.000 ribu rupiah atau diminta memungut sampah di sekitaran lokasi car free day jika tidak mampu membayar denda. Selain didampingi petugas, warga yang terkena hukuman juga harus menggunakan label yang bertuliskan janji untuk tidak akan membuang sampah sembarangan lagi.

Cara-cara tersebut dilakukan untuk membuat jera warga yang masih belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah sesuai aturan. Dengan meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya kebersihan, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota pintar seutuhnya, dengan ketercapaian indikator smart environment dan smart living sebagai dua dari enam indikator smart city.

Artikel lainnya

Kontingen DKI Melangkah Menuju PON XIX Jawa Barat

Sebanyak 920 atlet asal DKI Jakarta siap mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, di Jawa Barat, 17-29 September 2016. Kontingen atlet PON DKI Jakarta memiliki misi khusus. Mereka ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City