Mengajukan Izin Penelitian Jadi Lebih Mudah dengan Tanda Tangan Elektronik

JSC | 3 years ago

Suatu kota pintar perlu terus berkembang. Baik untuk penerapan teknologi sehingga makin memudahkan warganya, juga perkembangan dalam hal lain seperti penyediaan fasilitas publik dan penanganan masalah yang masih menghambat kemajuan kota. Salah satu hal penting untuk mendukung pengembangan tersebut adalah dengan penelitian yang berkesinambungan. Kegiatan tersebut wajib terus dilakukan untuk merumuskan solusi masalah sehingga Jakarta menjadi tempat yang lebih baik.

Demi mempermudah proses perizinan penelitian atau riset, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMP dan PTSP) DKI Jakarta kini telah meluncurkan sistem tanda tangan elektronik (TTE). Sistem tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Lembaga Sandi Negara. TTE diharapkan dapat menghalangi usaha pemalsuan dokumen dan mempercepat proses perizinan. Cara ini diyakini dapat memangkas birokrasi pengurusan izin tanpa mengabaikan persyaratan yang harus dipenuhi.

Selain itu, sistem yang berjalan secara digital diharapkan dapat mempermudah pelacakan alur izin dan mengurangi penggunaan kertas. Pertemuan antara petugas dan pemohon izin dapat dihindari sehingga kecurangan atau human error yang mungkin terjadi dapat diminimalkan. Sistem ini juga mampu meminimalisir penggunaan kertas (paperless) sehingga proses administrasi di Pemprov DKI Jakarta dapat lebih mendukung pelestarian lingkungan.

Cara kerja TTE adalah dengan mengajukan permohonan melalui situs resmi pelayanan.jakarta.go.id. Petugas akan melakukan verifikasi data permohonan. Jika telah sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan, kepala PTSP berwenang melakukan tanda tangan elektronik. Terakhir, pemohon akan menerima surat keterangan penelitian atau surat penolakan yang dikirimkan melalui email pemohon.

Kecanggihan sistem TTE juga akan diikuti dengan langkah preventif dari upaya peretasan sehingga data terjaga keamanannya. Menurut Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen Purnawirawan Djoko Setiadi, Pemprov DKI merupakan provinsi pertama yang menerapkan TTE. Dengan segala kelebihannya, sistem ini diharapkan kelak dapat diadopsi penggunaannya oleh provinsi lain. Tanda tangan elektronik yang kini sudah berlaku untuk izin riset atau penelitian rencananya juga akan diterapkan untuk pengajuan izin lainnya agar semua proses perizinan menjadi lebih cepat, aman dan transparan.

Artikel lainnya

Mengelola Barang yang Dibuang lewat Bak Sampah Pilah

Ribuan ton sampah yang dibuang tiap hari di Ibu Kota, akan menimbulkan masalah jika tidak dikelola dengan baik. Mulai dari masalah lingkungan hingga masalah kesehatan, bisa muncul akibat sampah. Salah ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City