Kenduri Cinta

5 months ago

15 Feb - 15 Feb

ADAKAH DIRI KITA ini tidak tersesat? Pernahkah kita merenungi, apakah langkah kaki kita, lambaian tangan kita, mata kita, telinga kita, mulut kita, hingga akal pikiran kita menjalani sebuah desain serta konsep yang sesuai dengan apa yang sudah dirancang oleh Dia Yang Maha Menciptakan?

Adakah kita pernah menyadari ketersesatan kita di dunia? Apakah ketika kita menyadari ketersesatan itu, kemudian kita berani mengambil langkah radikal untuk berhijrah mina-dzulumaati ilaa-n-nuur, dari kegelapan menuju cahaya, dari ketersesatan menuju jalan yang benar? Ataukah diam-diam meskipun kita menyadari kita tersesat, kita lebih mengandalkan kemurahan hati Allah agar kelak mengampuni kita?

Maukah kita menyadari bersama-sama bahwa diri kita ini pun sebenarnya belum lulus menjadi manusia? Manusia yang sejati adalah manusia yang tidak memerlukan aturan-aturan hukum untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan perilaku yang buruk. Manusia yang sejati tidak membutuhkan ayat-ayat Al Qur’an, apalagi pasal-pasal hukum dalam Undang-undang hukum pidana, perdata atau apapun saja untuk memahami bahwa mencuri itu perbuatan yang tidak baik. Manusia yang sejati menemukan kesejatian hidup bahwa tugas utama hidup di dunia adalah berbuat baik kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Kenduri Cinta kali ini mengajak kita semua untuk merefleksikan ke dalam diri kita masing-masing. Menyadari bahwa kita adalah manusia yang masih jauh dari sempurna. Mengakui kesalahan itu memang berat, namun dengan mengakui kesalahan yang ada dalam diri kita, semoga itu menjadi sebuah pintu rahmat dari Allah, sehingga kelak kita mampu merasakan cipratan Rahman dan Rahiim-nya Allah, tentu saja melalui fasilitator utama; Rasulullah Saw

Tanggal : 15 Februari 2019

Jam       : 20.00 WIB

Tempat  : Plaza Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City