Pemprov DKI Jakarta Siap Memberikan Fasilitas Rusun yang Terbaik

JSC | 1 year ago

Untuk mewujudkan konsep smart living, yang merupakan salah satu indikator dari smart city, Pemprov DKI Jakarta berinisiasi membangun hunian vertikal atau rumah susun untuk warga Jakarta. Hal ini juga dijadikan salah satu program pendukung normalisasi sungai, untuk menampung warga bantaran sungai yang terkena relokasi.

Program relokasi rusun terbaru dari Pemprov DKI Jakarta saat ini adalah relokasi warga Kalijodo ke Rusun Pulogebang dan relokasi warga Bukit Duri yang terkena dampak normalisasi Sungai Ciliwung ke Rusun Rawa Bebek.

Rusun Pulogebang

Dikutip dari Kompas.com, menurut Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Pulogebang Ageng Darmintono, warga Kalijodo akan menerima unit rusun tipe 36. Hunian tersebut dilengkapi dua kamar, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan tempat jemuran. Selain itu, tersedia pula pendidikan anak usia dini (PAUD), klinik, dan posyandu bagi warga rusun. Di antara dua blok yang akan dihuni warga Kalijodo, tersedia juga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pulogebang Indah.

Selama tiga bulan pertama, warga Kalijodo yang akan menempati rusun ini, akan dibebaskan dari biaya sewa. Setelahnya, warga akan dimintai biaya sewa. Untuk lantai satu, biaya sewa nantinya Rp 234.000 per bulan, lantai dua Rp 212.000 per bulan, lantai tiga Rp 192.000 per bulan, lantai empat Rp. 173.000 per bulan, dan lantai lima Rp. 156.000 per bulan. Ageng juga menambahkan bahwa warga Kalijodo hanya perlu menyerahkan KTP, KK, bukti pembayaran PBB, dan surat PM 1 dari daerah asal untuk menghuni rusun.

Rusun Rawa Bebek

Sama halnya dengan Rusun Pulogebang, Rusun Rawa Bebek juga dilengkapi dengan fasilitas yang layak. Rusun ini memiliki tipe 24 (6m x 4m) dan tipe studio lengkap dengan tempat tidur susun dua, meja, kursi, lemari, dan kamar mandi.

Dikutip dari Berita Jakarta, menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Jakarta Utara, Retno Daru Dewi, syarat untuk mendapatkan rusun, calon pemilik diharuskan menyertakan KTP, Kartu Keluarga (KK) dan surat keterangan belum menikah. Nantinya, penghuni rumah susun akan dikenakan biaya sewa Rp. 460.000 per bulan untuk satu unit rusun dan harus diisi dua orang.

Program Rumah Susun di Jakarta diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjadikan kehidupan warga Jakarta lebih layak, karena dengan menempati rusun, kehidupan warga yang tadinya tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) atau bantaran kali Jakarta menjadi lebih aman, lebih sehat karena mendapatkan akses air bersih, mendapatkan jaminan kesehatan, transportasi gratis menggunakan Transjakarta, serta untuk anak-anak yang masih bersekolah akan diberikan Kartu Jakarta Pintar. Diharapkan, program ini dapat menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih sejahtera. (jsc-shg)

Sumber gambar: Kompas.com

***

Artikel lainnya

Gatot Subroto, Pejuang Tiga Zaman

Di sudut Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terdapat makam Jenderal Gatot Subroto. Namanya populer karena dipakai untuk nama jalan protokol di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta. ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City