Bagaimana Pemprov DKI Jakarta Menormalisasi Sungai?

JSC | 1 year ago

Ada 13 sungai yang melintasi Jakarta yang sedang, akan, dan telah dinormalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta yakni Sungai Ciliwung, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Mookevart, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung. Selain itu, aliran sungai buatan seperti Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur serta waduk-waduk di Jakarta juga dibenahi. Hal ini guna meningkatkan tampung air sehingga tidak meluap dan menggenangi wilayah di sekitar aliran air.

Normalisasi sungai adalah suatu metode yang digunakan untuk menyediakan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Normalisasi dilakukan karena mengecilnya kapasitas sungai dikarenakan pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik dan penyalahgunaan untuk pemukiman.

Langkah-langkah yang dilakukan Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta dalam normalisasi sungai antara lain: pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul.

Selain itu, Dinas Kebersihan juga membantu dalam menjaga kebersihan sungai sehingga sungai dapat difungsikan sebagai air baku untuk mengatasi krisis air saat ini.

Normalisasi sungai memang bukan satu-satunya cara untuk mencegah dan mengatasi banjir. Oleh karena itu, Pemprov DKI juga melakukan berbagai upaya lainnya seperti meningkatkan ruang terbuka hijau, menambah daerah resapan dan sarana rekreasi, menjaga kelestarian tanah dan udara, serta menyiagakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). (jsc-sy)

Artikel lainnya

DKI Jakarta, Provinsi Pertama yang Memiliki Program Open Data

Sebagai bagian dari mewujudkan Jakarta menjadi Smart City, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki portal open data (data.jakarta.go.id). Open data ini menunjukkan pemerintahan yang berani transparan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City