Menuju "Jakarta Bebas Banjir"

JSC | 11 months ago

Sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan perekonomian, sudah sewajarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanggap dalam menghadapi bencana, salah satunya banjir. Berbagai cara dilakukan, dari mulai hal-hal yang bersifat penanggulangan, yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sampai dengan langkah pencegahan. Salah satu langkah pencegahan yang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini adalah revitalisasi rumah pompa, normalisasi sungai, dan menyiagakan petugas PPSU.

Revitalisasi Rumah Pompa

Salah satu langkah yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah banjir adalah dengan revitalisasi pompa. Saat ini mesin pompa di DKI Jakarta berjumlah 446 unit, yang tersebar di 150 lokasi rumah pompa. Rumah pompa yang telah ada tentunya membutuhkan revitalisasi agar bekerja optimal.  Gubernur Basuki Tjahaja Purnama telah menginstruksikan agar semua rumah pompa di DKI Jakarta dapat berjalan dengan baik, supaya langkah pencegahan banjir dapat berjalan optimal.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam revitalisasi pompa di antaranya adalah memperbaiki pompa-pompa yang rusak, mengganti pompa yang sudah tua dan berkapasitas kecil, mengoptimalkan fasilitas penunjang pompa, mengoptimalkan sungai, saluran drainase, dan saluran air lainnya untuk mendukung sistem aliran dan pembuangan pompa, meningkatkan koordinasi antara SKPD terkait, dan aparatur wilayah, guna mengindikasi potensi masalah, dan menyelesaikan masalah yang ada secara cepat, meningkatkan pengawasan dan pengecekan secara berkala dan sistematis, menjamin kebersihan lingkungan rumah pompa, untuk menjamin fungsi pompa dapat berjalan secara optimal, melakukan pengerukan sungai, serta menjaga kebersihan saluran drainase, dan saluran air agar mesin pompa bebas dari sampah yang berpotensi dapat menyumbat pompa.

Normalisasi Sungai

Normalisasi Sungai adalah usaha untuk mengembalikan sungai ke fungsi awalnya. Normalisasi dilakukan saat kondisi sungai sudah terlalu dangkal sehingga membutuhkan pengerukan, banyaknya dinding sungai yang rawan longsor, adanya sistem aliran yang belum terbangun dengan baik, dan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disalahgunakan untuk pemukiman penduduk.

Untuk mengoptimalkan proses normalisasi sungai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan beberapa usaha, di antaranya adalah; pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheet pile atau batu kali untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sudetan berupa sungai baru yang lurus dengan lintasan terpendek, dan membangun tanggul dengan timbunan tanah atau dinding beton memanjang di daerah-daerah rawan banjir.

Siaga PPSU

Tugas utama dari PPSU terbagi menjadi tiga garis besar yaitu, pertama, penanganan prasarana dan sarana jalan, yang bertugas untuk perbaikan jalan berlubang, perbaikan trotoar, serta pengecatan kantin. Kedua, penanganan prasarana dan sarana saluran, yang bertugas untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat, memperbaiki saluran yang rusak total, serta melaporkan bila ada pembangunan infrastruktur yang mengganggu saluran air. Ketiga, penanganan prasarana dan sarana taman, yang bertugas untuk menangani pohon tumbang, memangkas ranting yang menutupi rambu-rambu lalu lintas, membabat rumput dan semak yang sudah mengganggu, mengambil pot-pot rusak, serta melaporkan penebangan pohon pelindung ke SKPD terkait melalui kelurahan.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, petugas yang berperan penting adalah petugas penanganan prasarana dan sarana saluran. Petugas tersebut bertanggung jawab menangani permasalahan saluran-saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir atau genangan. Seperti saluran air kotor, tersumbat sampah, sampai kurangnya saluran air yang juga berpotensi menyebabkan banjir dan genangan. Petugas PPSU ini bertugas berdasarkan laporan yang masuk melalui aplikasi Qlue. (jsc-shg)

 

 

 

 

 

Artikel lainnya

Smart Mobility for Smart City: Integrasi Angkutan Umum Koperasi Wahana Kalpika dengan Transjakarta

Demi mewujudkan sistem transportasi yang mudah diakses dengan harga terjangkau untuk warga Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mengintegrasikan layanan angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City