Pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

JSC | 2 years ago

Pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta direncanakan pada 20 Juni 2016 atau mundur dari rencana awal yaitu tanggal 15 Juni 2016. Hal ini tentunya menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di Bandara Soetta saat lebaran.

Dikutip dari Okezone.com, di pertengahan Mei 2016, Presiden Joko Widodo meninjau langsung perkembangan dan persiapan Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta. Saat itu, Jokowi ditemani oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (persero) Budi Karya. Setelah melakukan pengecekan, ada beberapa harapan Jokowi terhadap Bandara Soetta, diantaranya Jokowi menginginkan Bandara Soetta terintegrasi dengan moda transportasi umum seperti kereta cepat Jakarta-Bandung hingga LRT.

Masih dari sumber yang sama, Jokowi menambahkan, Bandara Soetta nantinya akan terintegrasi juga dengan kereta commuter Jabodetabek. Bahkan nantinya setiap terminal akan difasilitasi oleh kereta bandara yang dioperasikan tanpa pengemudi. “Dari sini ke kota awal 2017 sudah ada bandara, dan kemungkinan kereta cepat akan dikoneksikan ke bandara,” tambah Jokowi.

Dikutip dari Metrotvnews.com, pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta dilakukan secara bertahap, sambil menunggu penyelesaian kereta api bandara dan proses commissioning serta proses klarifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga awal tahun, progress pembangunan terminal sudah mencapai 93,991 persen. Luas Terminal 3 Ultimate mencapai 331.101 meter yang dapat menampung pergerakan sebanyak 25 juta penumpang pesawat per tahun.

Selain itu, Terminal 3 Ultimate nantinya akan dilengkapi dengan beberapa teknologi modern, di antaranya:

1.     BHS Level lima yang bisa mendeteksi bahan peledak atau bom. Apabila suatu barang terdeteksi bom, maka akan langsung dimasukkan ke bom blanket untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang

2.     ASS atau Airport Security System yang berfungsi layaknya intelijen. Dengan teknologi ini CCTV dapat mendeteksi wajah penumpang pesawat atau         pengunjung bandara yang masuk ke dalam daftar pihak berwajib.

3.     Fully IBMS atau Intelligence Building Management System. Teknologi ini mengatur agar Terminal 3 menjadi suatu bangunan yang mengusung konsep eco green, seperti mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik dan sebagainya.

4.     Rain water system. Teknologi ini guna memanfaatkan air hujan sehingga untuk digunakan sebagai air bersih.

5.     Recycle water system. Teknologi ini mampu mengolah air toilet untuk kembali lagi menjadi air toilet sehingga dapat menghemat penggunaan air.

6.     Sistem penerangan menggunakan teknologi yang mengatur terang dan redup secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca.

Melalui Terminal 3 Ultimate, PT Angkasa Pura II (Persero) berniat mengubah profil Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari bandara tujuan menjadi bandara transit guna melayani penerbangan jarak jauh. Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno juga menambahkan bahwa pengembangan Terminal 3 Ultimate ini diharapkan dapat mempromosikan Indonesia secara global untuk menjadi tujuan wisata mancanegara. (jsc-shg)

Sumber:

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/05/07/524583/menanti-terminal-3-ultimate-bandara-soetta

http://economy.okezone.com/read/2016/06/10/320/1411471/hot-bisnis-terminal-3-ultimate-bandara-modern-di-indonesia

Artikel lainnya

Melahirkan Startup yang Berinovasi Lewat OK OCE Tech

One Kecamatan One Center for Entrepreneurship Technology (OK OCE Tech), telah resmi diluncurkan. Program ini bertujuan untuk lebih memberdayakan usaha rintisian atau startup di bidang teknologi. OK ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City