Intip Bagusnya LRT Jakarta yang Baru

JSC | 3 months ago

Lintas Rel Terpadu Jakarta atau LRT Jakarta sedang dalam sosialisasi sejak 4 Maret 2019 lalu. Hingga 17 Maret 2019 kemarin, Smartcitizen punya kesempatan untuk menjajal kereta ringan yang beken ini. Berbeda dari saudaranya, Moda Raya Terpadu atau MRT, trainset atau rangkaian kereta LRT berukuran jauh lebih kecil. Satu trainset LRT hanya memiliki 2 kereta dengan kapasitas 270 orang.

Hanya 12 Menit dari Kelapa Gading ke Velodrome

Biasanya, kamu butuh waktu sekitar 1 jam untuk menempuh perjalanan dari Mall Kelapa Gading ke Velodrome. Tapi dengan naik LRT, hanya dibutuhkan sekitar 12 menit! Selama sosialisasi kemarin, baru ada 5 dari 6 stasiun yang dilewati rute Kelapa Gading - Velodrome yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. Rute ini akan terus bertambah hingga seiring dengan pembangunan jalur dan stasiun yang masih berlangsung. Dengan naik LRT Jakarta, kamu cuma butuh waktu 2-3 menit untuk sampai dari stasiun satu ke stasiun selanjutnya. Selama masa sosialisasi kemarin, ada 4 train set yang beroperasi dari total 8 train set yang telah dimiliki kota Jakarta.

 

Meskipun kereta terlihat jauh lebih pendek dari kereta KRL Commuter Line dan MRT, LRT Jakarta ini mampu memindahkan 76 ribu orang dalam satu hari penuh dengan total 282 ribu perjalanan tiap hari. Kebayang dong mobilisasi manusia yang sebegitu besar bisa meningkatkan produktivitas dan mungkin mengurangi beban jalan raya.

Dan selain mencoba kerennya moda transportasi kereta ringan, kalau kamu ikutan sosialisasi LRT Jakarta kemarin, berarti sudah ikut menjajal Jak Lingko. Sekedar perkenalan, Jak Lingko merupakan bagian dari transformasi dan integrasi transportasi di Jakarta dalam bentuk angkutan kota atau angkot.

Kereta Baru yang Canggih

Bagi yang sudah ikut sosialisasi LRT Jakarta kemarin pasti sadar kalau kereta yang ditumpangi adalah kereta baru. Kereta LRT Jakarta yang mulus dan canggih merupakan produksi Korea Selatan dan memiliki ruang pengemudi di kedua sisi kereta. Di dalam kereta terdapat 40 kursi yang tentunya diperuntukkan bagi penumpang prioritas, area khusus difabel, serta yang paling canggih adalah tombol darurat atau PHP (Passenger Help Point). Tombol PHP ini merupakan fasilitas penghubung antara penumpang dengan awak sarana perkeretaapian (ASP) atau petugas LRT Jakarta.

“Tombol ini mempermudah komunikasi dengan masinis. Misalnya jika ada penumpang yang sakit atau pingsan, ASP bisa langsung ambil tindakan di stasiun berikutnya,” ujar Witanto seorang ASP yang ikut memantau sosialisasi LRT Jakarta kemarin. Ketika sudah beroperasi nanti, kereta LRT Jakarta akan dijaga oleh satu petugas on board dan dua orang ASP yang siap membantu dan mengarahkan para penumpang.

Membangun moda transportasi baru di Jakarta bukan hanya soal pembangunan atau modernisasi tetapi juga tentang membumikan budaya baru yaitu budaya naik transportasi umum. Sistem transportasi yang baik, mudah, dan murah seperti ini nggak hanya butuh untuk dibangun tapi juga digunakan. Jadi, kamu sudah siap untuk turun dari mobil atau motor dan beralih naik transportasi publik?

Artikel lainnya

Kerja Sama Pemprov DKI Jakarta dengan Plan International Indonesia untuk Proyek Perbaikan Sanitasi Ibu Kota

Persoalan air bersih dan sanitasi menjadi masalah tiap perkotaan di penjuru dunia, termasuk Jakarta. Sebagai Ibu Kota negara, 40 persen penduduk Jakarta tidak memiliki akses air bersih dan 80 persen ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City