Pilah Sampah ke dalam 3 Jenis Sampah Berikut!

JSC | 8 months ago

Pengelolaan sampah semakin hari menjadi semakin penting. Bagaimana tidak, setiap harinya rata-rata sampah yang diangkut ke TPA Bantar Gebang sekitar 7400 ton sampah tahun 2018 atau mengalami kenaikan sebesar 600 ton/hari jika dibandingkan tahun 2017. Sampah-sampah tersebut dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem, bahkan turut mendatangkan bencana seperti banjir. Sebagai Smartcitizens, hal yang dapat kita lakukan adalah mengurangi dan mengelola sampah secara bijak.

Salah satu langkah utama dalam pengelolaan sampah adalah sorting atau pemilahan. Sampah harus dipilah dan dibuang berdasarkan jenisnya agar pengelolaan sampah lebih mudah. Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tiga jenis tempat sampah dengan warna berbeda berdasarkan fungsinya. Apa saja jenisnya?

Foto: jurnas.com

Hijau – Tempat Sampah Organik

Untuk tempat sampah yang berwarna hijau, artinya hanya sampah-sampah organik yang dapat dibuang ke tempat tersebut. Sampah organik mencakup sampah-sampah alami seperti dedaunan, ranting pohon, dan sisa makanan. Sampah organik mudah terurai di alam. Selain itu sampah organik juga dapat bermanfaat untuk bahan pembuatan pupuk kompos.

 

Kuning-Tempat Sampah Anorganik

Sampah anorganik harus dibuang ke tempat sampah yang berwarna kuning. Contohnya adalah plastik, kaleng, styrofoam, dan sebagainya. Berbeda dengan sampah organik, bahan anorganik yang rata-rata merupakan benda yang diciptakan oleh mesin sangat sulit terurai. Bahkan sampah seperti plastik baru dapat terurai di tanah selama ratusan tahun, dan sebelum terurai plastik tersebut dapat turut merusak lingkungan. Oleh karena itu, sampah anorganik harus dipisahkan dari jenis sampah lainnya dan didaur ulang.

 

Merah – Tempat Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Tempat sampah berwarna merah menampung khusus sampah B3 atau sampah dengan Bahan Berbahaya dan Beracun. Yang termasuk dalam kategori ini adalah pecahan kaca, bahan-bahan kimia, dan benda berbahaya lainnya. Dengan memilah sampah B3 ke kategorinya diharapkan dapat meminimalisir/menghilangkan risiko bahaya bagi petugas orange atau masyarakat.

Foto: alamendah.org

Pilah Sampah untuk Bank Sampah

Sampah yang telah kamu pilah dapat kembali bermanfaat dengan cara menukarnya di Bank Sampah. Bukan hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang, namun kamu juga akan mendapatkan uang sesuai dengan banyaknya sampah yang kamu tukar. Sampah-sampah yang telah ditukar di Bank Sampah juga akan didaur ulang, salah satunya dengan menjadi produk-produk kerajinan. Jenis-jenis sampah yang dapat ditukar di Bank Sampah adalah kertas, plastik, kaleng, dll.

 

Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan salah satu upaya untuk mengelola sampah dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Masih banyak hal yang dapat kamu lakukan, misalnya membawa kantung belanja dan peralatan makan sendiri, memakan makanan sampai habis, menyosialisasikan pentingnya mengurangi sampah, serta melapor ke delapan kanal resmi Pemprov DKI Jakarta berikut jika menemukan masalah terkait sampah, seperti sampah yang menumpuk di got, sampah berserakan di jalan, dan sebagainya. Mari bersama ciptakan Smart Environment di ibukota.

Artikel lainnya

Menjawab Aduan Masyarakat dengan Citizen Relation Management

Warga Jakarta kini dapat terus melaporkan berbagai permasalahan di lingkungannya seperti sampah, potensi banjir, fasilitas umum rusak, parkir liar, dan sebagainya melalui kanal pengaduan resmi Pemprov ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City