Upaya Smartcitizens untuk Mencegah Banjir di Jakarta

JSC | 15 days ago

Banjir merupakan salah satu masalah lingkungan krusial di Jakarta yang kerap menimbulkan bencana. Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir di musim hujan yang akan datang, di antaranya dengan pengerukan 14 waduk, situ, dan embung sejak awal Oktober 2018, pengoptimalisasian petugas PPSU di 44 wilayah kecamatan, normalisasi aliran air, pembersihan sampah, dan lain-lain seperti dikutip dari beritajakarta.id.

Walaupun begitu, upaya dari pemerintah saja tidak cukup. Dibutuhkan partisipasi seluruh masyarakat agar risiko banjir di ibukota dapat benar-benar berkurang secara signifikan. Sebagai Smartcitizens, apa saja yang dapat kamu lakukan?

 

1. Buang Sampah di Tempatnya

Memang terdengar sepele, tetapi membuang sampah sembarangan dapat benar-benar berpotensi menyebabkan banjir. Bahkan jika sampah tidak dibuang di sungai sekalipun. Sampah yang berserakan di jalan serta di tempat-tempat lainnya dapat terbawa angin hingga ke permukaan air, atau jika hujan sampah-sampah tersebut akan tersapu air hujan ke got dan saluran-saluran air. Walaupun dirasa sedikit, sampah yang kamu buang sembarangan akan terkumpul dengan sampah-sampah lainnya dan akhirnya menghambat aliran air. Air akan menciptakan genangan yang dapat mengakibatkan banjir. Jadi mulai sekarang buanglah sampah pada tempatnya sekecil apapun itu.

Petugas PPSU Membersihkan Sampah di Rumah Pompa Ciliwung (2/11). Foto: beritajakarta.

 

2. Tanam Pohon atau Tanaman di Sekitar Rumah

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau pohon dan tanaman hijau dapat turut mencegah banjir. Namun bagaimana sebenarnya cara vegetasi tersebut menyelamatkan lingkungan? Tanaman akan menancapkan akarnya ke dalam tanah. Lubang yang dihasilkan akar tersebut menjadi jalur bagi air untuk masuk ke dalam tanah lebih jauh. Tanpa tanaman, air hujan kerap kali tidak menembus tanah secara dalam karena bebatuan yang menghalangi, sehingga jumlah air di permukaan semakin banyak dan meningkatkan potensi banjir.

 

3. Buat Lubang Biopori dan Sumur Serapan

Membuat lubang biopori dan sumur serapan juga mengurangi potensi banjir karena air akan terserap ke tanah, terutama di lingkungan dengan permukaan tanah yang dilapisi dengan aspal secara dominan. Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan jumlah air tanah di Jakarta yang kini kian menipis.

 

4. Lapor Permasalahan Seputar Banjir Melalui Qlue

Jika kamu melihat hal-hal di jalanan atau sekitar rumahmu yang berpotensi menyebabkan genangan air atau banjir, jangan ragu untuk melaporkannya ke petugas yang berwenang melalui aplikasi Qlue. Misalnya sampah yang menumpuk di got, saluran air yang rusak, atau jalanan yang mulai menggenang. Laporanmu akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Selain Qlue, kamu juga dapat melaporkannya di 7 kanal pengaduan resmi lainnya di bawah ini:

 

5. Unduh Aplikasi Pantau Banjir

Untuk mendapatkan update informasi terkait banjir di Jakarta, kamu dapat mengunduh aplikasi besutan tim Jakarta Smart City yang satu ini. Pantau Banjir dapat memetakan wilayah banjir di Jakarta secara real-time berdasarkan level ketinggiannya. Selain itu, melalui aplikasi tersebut kamu juga dapat mengetahui kondisi pintu air, pos pengamatan, dan pompa air di Jakarta.

 

Itulah beberapa langkah yang dapat dilakukan Smartcitizens untuk mencegah banjir di ibukota. Apabila dilakukan secara masif, kontribusi-kontribusimu dapat mewujudkan Smart Environment dan Smart Living di Jakarta, sehingga bukan tidak mungkin Jakarta akan bebas banjir di masa depan.

Artikel lainnya

LED Smart System untuk Penerangan Jalan Ibu Kota

Penggantian lampu penerangan jalan umum menggunakan Light Emitting Diode (LED) berbasis smart system sudah mencapai 97 persen di Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Utara dan Jakarta Selatan dengan total ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City