Inovasi Bank Sampah Anak Si Kumbang Palmerah

JSC | 2 months ago

Kesadaran akan lingkungan haruslah diterapkan sejak dini. Perilaku seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang atau alat yang ramah lingkungan, serta gaya hidup yang lebih bersih pun akan timbul. Oleh karena itu, berbagai kegiatan edukasi sampah bagi anak terus dilakukan, salah satunya dengan membuat Bank Sampah Anak.

Aparatur Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, mendirikan bank sampah anak terbaru dengan nama SI KUMBANG (Bersih, Kumpulkan, dan Timbang) yang berlokasi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Palmerah, seperti dilansir dari beritajakarta.id. Nasabahnya adalah anak-anak PAUD di daerah tersebut.

Bank Sampah tersebut tampil berbeda dibandingkan dengan bank sampah pada umumnya. Selain dikhususkan untuk anak, Bank Sampah SI KUMBANG dicat dengan warna-warna cerah yang menarik, serta didekorasi dengan berbagai hiasan yang familiar bagi anak, misalnya tempat sampah yang dicat dengan tokoh-tokoh kartun.

Bank Sampah Anak SI KUMBANG, Palmerah. Foto: Poskota News

Inovasi menarik lainnya dari bank sampah ini adalah nilai tukar sampah yang unik. Apabila bank sampah lain menukar sampah dengan uang, maka Bank Sampah SI KUMBANG akan menukar sampah yang dibawa anak dengan merchandise berupa mainan edukatif. Mainan yang disajikan beragam mulai dari puzzle, buku gambar mewarnai, crayon, dan lain-lain. Tentunya mainan tersebut akan sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan motorik dan kreativitas anak, terutama di era dimana banyak anak yang kecanduan game online dan sudah mulai meninggalkan permainan anak yang lebih bermanfaat.

Cara anak-anak PAUD tersebut berpartisipasi di Bank Sampah SI KUMBANG sangatlah mudah. Anak cukup memilah sampah berdasarkan kategorinya, membawa sampah tersebut ke lokasi bank sampah, dan menukar sampah untuk mendapatkan mainan edukatif yang sesuai dengan berat dan jenis sampah.

Menurut Sutarna, Sekretaris Camat Palmerah, bank sampah anak tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya di Jakarta Barat. Namun ke depannya program ini akan diterapkan di wilayah-wilayah lain di Jakarta.

Bank Sampah sendiri merupakan kegiatan positif yang mendukung terwujudnya smart environment dan smart living di ibukota. Selain mengurangi jumlah sampah dari perumahan dan mengolahnya untuk didaur ulang, bank sampah juga meraup keuntungan yang tidak sedikit. Misalnya Bank Sampah Induk Satu Hati yang mendapatkan omzet sebesar 4,1 miliar hingga September lalu (tribunnews.com). Untuk skala nasional, terdapat program seperti banksampah.id yang menghubungkan bank sampah di seluruh Indonesia, serta aplikasi mySmash yang meningkatkan partisipasi masyarakat di program bank sampah.

Dengan berbagai manfaat bank sampah, sudah saatnya bagi kita Smartcitizens untuk belajar lebih baik lagi dalam mengelola sampah, salah satunya dengan memanfaatkan bank sampah di sekitar kita.

Artikel lainnya

Truk Compactor: Alat Pengangkut Sampah yang Lebih Ramah Lingkungan

Bantargebang adalah tujuan akhir tempat pembuangan sampah dari Jakarta. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City