Efisien Mengolah Sampah dengan Intermediate Treatment Facility (ITF)

JSC | 25 days ago

Rencana pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) akan segera terwujud. Pasalnya, fasilitas tersebut akan memulai tahap konstruksi pada Desember 2018 mendatang. Inovasi teknologi ini diklaim dapat membantu mengolah sampah di ibukota secara efisien.

Setiap harinya ada sekitar 7000 ton sampah yang dihasilkan di Jakarta. Sampah-sampah tersebut dikirimkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan 1.200 hingga 1.300 truk sampah. ITF mampu mengolah sekitar 2.200 ton sampah setiap harinya atau lebih dari 25% volume sampah di Jakarta, seperti dilansir dari beritajakarta.id. Sehingga volume sampah di Jakarta akan berkurang dengan sangat signifikan.

Bagaimana cara kerja teknologi ini? Sampah di ITF akan melalui proses incineration. Sampah diolah dengan cara dibakar pada suhu tinggi. Sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam sebuah ruang (chamber) dan diaduk agar panas yang diberikan merata secara keseluruhan. Suhu yang digunakan sangatlah tinggi, yakni sekitar 2200 Fahrenheit atau kurang lebih 1200 derajat Celcius.

Diagram proses pengolahan di ITF. Gambar: Dinas LH DKI Jakarta

Sisa pembakaran menghasilkan fly ash dan bottom ash. Debu hasil pembakaran diperkirakan berkisar 200 ton yang nantinya akan dibuang ke landfill khusus residu. Tentu saja jumlah tersebut sedikit dibandingkan dengan kurang lebih 2000 ton sampah yang dimusnahkan. Untuk gas pembakaran, ITF memiliki sistem air pollution control sehingga gas tersebut aman dan tidak mencemari ketika dilepas ke udara bebas.

Salah satu fitur unggulan lain dari ITF ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan listrik dari sampah. Dari 2.200 ton sampah yang diolah setiap hari, fasilitas tersebut dapat menciptakan sekitar 35 megawatt listrik.

ITF dibangun di lahan seluar 3,05 hektare yang berlokasi di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Proyek tersebut merupakan hasil kerjasama dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan Fortum, perusahaan asal Finlandia.

Intermediate Treatment Facility tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga pembangunan fasilitas tersebut rampung, atau diperkirakan baru bisa diujicoba dan dioperasikan pada 2021-2022. Walaupun begitu, fasilitas ini sangat patut untuk dinanti karena merupakan teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan tentunya sangat mendukung smart environment di ibukota.

Artikel lainnya

Sepuluh Karya Ismail Marzuki Dikenang Hingga Kini

Siapa yang tidak pernah mendengar tembang Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola dan Halo Halo Banding? Tembang klasik dengan semangat kebangsaan dan perjuangan karya Ismail Marzuki, salah satu ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City