Lurah Menjadi Pioneer dan Garda Terdepan Wilayah Kota Jakarta

JSC | 2 years ago

Dengan adanya perkembangan teknologi di era digital seperti ini, kebutuhan akan penerapan konsep smart semakin mendesak. Konsep smart sendiri tidak hanya diterapkan kepada berbagai perangkat, lebih dari itu konsep smart kini mulai diterapkan di sebuah sistem atau tatanan. Salah satu contoh nyata penerapan konsep smart di sebuah sistem atau tatanan, adalah penerapan konsep smart city.

Salah satu indikator yang sangat diunggulkan di setiap kota yang mengusung konsep smart city adalah Smart Government. Smart Government berarti pemerintahan yang memegang peranan penting untuk mewujudkan konsep smart city. Transparansi dan keterbukaan menjadi kunci utama pemerintahan yang mengusung konsep smart city. Selain itu, akses pelayanan publik juga harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak menyulitkan masyarakat.

Saat ini, sebagai salah satu implementasi smart government, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang gencar meningkatkan akses pelayanan publik, salah satunya dengan meluncurkan 9 (sembilan) kanal pengaduan, yaitu; SMS center, Call Center, Facebook, Twitter, Balai Warga, Email, LAPOR, dan Aplikasi Qlue. Semua pengaduan yang masuk dari warga, tentu saja diklasifikasi per wilayah dan bermuara di lurah.

Berdasarkan Peraturan Gubernur No 251 Tahun 2014, lurah merupakan perangkat daerah kabupaten atau kota, atau lebih spesifik lagi, lurah merupakan pimpinan dari kelurahan. Garis tanggung jawab dari lurah berada tepat di bawah camat. Tugas utama lurah adalah melaksanakan kewenangan pemerintah yang dilimpahkan oleh camat sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan daerah serta melaksanakan pemerintahan lainnya berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Lebih spesifik lagi, tugas pokok dan fungsi lurah antara lain adalah memimpin dan melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi kelurahan, melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas Sekretariat Kelurahan dan Seksi, melaksanakan koordinasi dengan Puskesmas, melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), dan/atau instansi pemerintah pusat/swasta terkait, dalam rangka pelaksanaan tugas serta fungsi Kelurahan, dan memimpin dan melaksanakan koordinasipelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kelurahan. Selain itu, lurah juga memiliki tugas untuk melaksanakan pembinaan organisasi kemasyarakatan di wilayah kelurahan, dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kelurahan.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Lurah bukan hanya sebagai perangkat daerah, lebih dari itu, lurah merupakan Estate Manager atau manager suatu kota. Dalam hal ini lurah menjadi pioneer dan garda terdepan suatu kota. Kualitas suatu kota sudah otomatis menjadi tanggung jawab seorang lurah. Dikutip dari kompas.com, 5 Juni 2015, “Kan lurah kita programkan menjadi estate manager, jadi lurah sudah seperti pengelola sebuah wilayah," ujar Gubernur usai peresmian ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2015).

Saat ini kanal pengaduan yang sering digunakan warga adalah aplikasi Qlue. Qlue merupakan situs dan aplikasi pendukung Jakarta Smart City yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melaporkan masalah utama di lingkungannya dan menangkap momen penting di sekitarnya. Misi dari aplikasi Qlue adalah meningkatkan kepedulian public terhadap lingkungan dan mendukung pemerintah memperbaiki masalah di kota masing-masing. Fungsi dan misi aplikasi Qlue, tentu saja beririsan dengan tugas utama Lurah sebagai Estate Manager.

Kelurahan merupakan pihak yang paling bertanggung jawab untuk menindaklanjuti laporan warga. Kelurahan wajib menindaklanjuti semua laporan yang masuk. Pengelola aplikasi Qlue di setiap kelurahan biasanya ada di bawah kendali Seksi Sarana Prasarana dan Kebersihan Lingkungan. Di setiap Kelurahan pun ada operator yang memantau laporan masuk dari masyarakat. Operator ini yang nantinya akan memilah laporan yang bisa langsung dikerjakan.  Jika ada laporan yang membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait, pihak dari kelurahan akan menyiapkan surat laporan. Dalam menindaklanjuti laporan warga, lurah beserta perangkat kerja lainnya dibantu oleh Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang ada di setiap kelurahan.

Mengingat pentingnya peran lurah, aplikasi Qlue dilengkapi dengan tiga lampu indikator; merah, kuning, dan hijau. Merah untuk laporan yang belum ditindaklanjuti, kuning untuk laporan yang sedang ditindaklanjuti, dan hijau untuk laporan yang sudah selesai ditindaklanjuti. Selain lampu indikator, aplikasi Qlue juga dilengkapi dengan rating masing-masing kelurahan sehingga kinerja lurah bisa langsung dipantau oleh gubernur.

Harapannya dengan adanya aplikasi Qlue bisa menambah semangat kerja lurah dan juga bisa mempercepat pembenahan dan pembangunan suatu kota.(jsc-shg)

Artikel lainnya

Siapakah Petugas PPSU yang Berseragam Oranye?

Gagasan perekrutan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), pertama kali dicetuskan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang saat itu mulai risih melihat banyaknya sampah, ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City